Politik dan Sosial Budaya

Bekali 4 Pilar Kebangsaan Krama Adat Tua, Made Urip Bagikan Sembako dan Dana Tali Kasih

Meski berada di masa Pandemi Covid-19, Pak Made Urip tetap hadir di tengah-tengah masyarakat


Tabanan, PancarPOS | Di masa pandemi Covid-19 yang masih terus melanda, tidak pernah menyurutkan semangat Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Drs. I Made Urip, M.Si., untuk bertatap muka menemui masyarakat. Kali ini, selaku Anggota MPR RI kembali menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan untuk Krama Banjar Adat Tua di Wantilan Serba Guna Banjar Adat Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, Kamis (10/6/2021) malam. Kehadiran Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian dan Lingkungan Hidup itu, didampingi oleh Anggota Komisi II DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Gede Oka Winaya, SE., beserta Ketua Ranting Desa Tua I Ketut Budiarta, langsung disambut hangat Kades Tua I Wayan Budiarta Putra bersama Bendesa Adat Tua I Nyoman Budiana dan Kelian Banjar Adat Tua I Ketut Budiarta.

1bl#ik-7/6/2021

Saat sosialisasi yang menghadirkan langsung dua narasumber dari kader militan PDI Perjuangan, Ir. I Wayan Gunadi dan I Nyoman Kartika ini, Bendesa Adat Tua Nyoman Budiana mewakili Krama Banjar Adat Tua mengakui pertemuan dengan Wakil Rakyat Sejuta Traktor tersebut, untuk membahas terkait 4 Pilar Kebangsaan. Dikatakan kunjungan kerja Made Urip yang didampingi Oka Winaya ini sekaligus menyerap aspirasi terkait rencana pembangunan di Banjar Adat Tua. “Kita sangat salut dan berbangga Pak Made Urip bersama Pak Gede Oka sudah mau hadir menemui krama adat, sekaligus memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan,” paparnya. Di sisi lain, Oka Winaya yang juga Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga, menyambut baik kedatangan Made Urip yang memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, karena sangat penting bagi masyarakat.

1bl#ik-5/3/2021

“Meski berada di masa Pandemi Covid-19, Pak Made Urip tetap hadir di tengah-tengah masyarakat. Karena sosialisasi nilai-nilai kebangsaan ini sebagai pilar negara, seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika,” tandasnya, seraya dijelaskan Made Urip yang terpilih lima periode sebagai Anggota DPR RI dengan suara 255.130 terbanyak dari Dapil Bali dan ketujuh nasional itu, membekali pemahaman nilai-nilai kebangsaan atas permintaan Bendesa Adat Tua. “Kita alokasi kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Tua sekaligus mendukung pembangunan di Desa Adat Tua yang sangat kompak dan bersatu. Jadi kekompakan ini sangat menentukan program bisa berjalan atau tidak,” tandas M-U sapaan akrab politisi kelahiran Tabanan, 31 Desember 1959 ini, sekaligus memberikan pemaparan berkaitan 4 Pilar Kebangsaan yang penjelasannya sudah lengkap dengan dibagikan buku, agar bisa dibaca masyarakat.

1th#ik-10/5/2021

“Sebagai warga desa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, juga wajib meskipun di desa harus paham betul 4 Pilar Kebangsaan itu,” tegas Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini. Kembali dijelaskan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, pertama kalinya dicetuskan oleh mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas (alm), karena merasakan kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi tantangan dari internal dan eksternal. “Apalagi justru yang lebih berat dari dalam bangsa kita sendiri. Seperti kata Bung Karno akan jauh lebih berat melawan kaum bangsa sendiri daripada penjajah. Ini sudah terbukti, seperti saat Pillkada DKI yang dikoyak rasa persatuan akibat agama,” tegas Made Urip. Untuk itulah muncul konsensus menjaga keutuhan bangsa dari Sabang dari Merauke, karena ada kelompok yang radikal dan hanya mementingkan kelompoknya sendiri.

1th-bn#1/2/2020

Karena itu, Anggota MPR RI semuanya diwajibkan melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yakni pilar pertama Pancasila menjadi ideologi, dasar negara, pandangan hidup, maupun bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Jadi Pancasila tidak hanya diucapkan dan diomongkan saja, tapi harus bisa diwujudkan. Misalnya nilai keadilan telah diwukudkan oleh Presiden Jokowi dengan membangun infrastruktur secara merata dari Sabang sampai Merauke, termasuk mewujudkan satu harga di seluruh Indonesia, seperti harga semen atau BBM di Papua sekarang harganya sudah sama semua. Bahkan, tanggal 1 Juni sudah ditetapkan oleh Presiden Jokowi sebagai Hari Lahir Pancasila,” papar M-U. Pilar kedua dijelaskan, UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang sudah mengalami 4 kali amandemen, misalnya pemilihan presiden yang cukup hanya dua periode.

1bl#bn-11/5/2021

“Ada usulan segelintir orang, agar Pak Jokowi bisa menjabat tiga periode dan ini sudah ditolak oleh Pak Jokowi sendiri, karena ada yang ingin mejerumuskan dengan isu tersebut,” jelasnya, sekaligus menyebutkan pilar ketiga, yakni NKRI sebagai bentuk negara yang meliputi dari Sabang sampai Merauke. Dan terakhir pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang artinya semua warga negara hidup dan sejak lahir sudah berbeda-beda. “Karena negara kita punya 17 ribu lebih pulau, maupun beragam suku bangsa sebagai wujud kekayaaan dan persaudaraan. Karena itu, kita semua harus taat dan tunduk untuk mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan ini,” pinta Made Urip, sekaligus menutup pertemuan ini dengan menyerahkan sejumlah bantuan Sembako dan dana tali kasih untuk membantu pembangunan di Banjar Adat Tua. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button