
HUKUM
Indeks Berita
-
Teknologi dan Otomotif
New Honda Vario 160 Jadi Magnet D’Youth Fest 6.0, Astra Motor Bali Tawarkan Pengalaman Digital
Denpasar, PancarPOS | New Honda Vario 160 menjadi salah satu daya tarik utama dalam Regional Public Exhibition yang digelar Astra…
-
Teknologi dan Otomotif
MotorkuX Hadirkan Gacha Interaktif Berhadiah di D’Youth Fest 6.0, Registrasi Langsung Bisa Menang
Denpasar, PancarPOS | Astra Motor Bali menghadirkan pengalaman digital yang lebih interaktif melalui aplikasi MotorkuX dalam ajang Regional Public Exhibition…
-
Pariwisata dan Hiburan
Gubernur Koster Anugerahi 12 Seniman dan Budayawan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha
Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster menganugerahkan Penghargaan Adi Sewaka Nugraha kepada 12 seniman, budayawan, dan pengabdi seni yang…
-
Ekonomi dan Bisnis
Gubernur Koster Sebut Pengunjung PKB 2026 Tembus 1,8 Juta Orang, Omzet IKM dan Kuliner Lampaui Rp16 Miliar
Denpasar, PancarPOS | Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 kembali mencatatkan capaian membanggakan, baik dari sisi pelestarian budaya maupun…
-
Pariwisata dan Hiburan
Gubernur Koster Buka Festival Seni Bali Jani VIII 2026, Perkuat Ruang Ekspresi Seni Modern Berakar Tradisi
Denpasar, PancarPOS | Setelah secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Gubernur Bali Wayan Koster langsung membuka…
-
Pariwisata dan Hiburan
Wali Kota Jaya Negara Dorong Kreativitas Pemuda, Kolaborasi Ogoh-ogoh Gajah Spektakuler Buka D’Youth Fest 6.0
Denpasar, PancarPOS | Kolaborasi spektakuler Ogoh-ogoh Gajah karya ST Yowana Saka Bhuwana Banjar Taensiat bersama Palawara Music Company dan Manubada…
-
Politik dan Sosial Budaya
Pengkhianatan di Jantung Keadilan: Menggugat Elit Penegak Hukum dalam Terang Pancasila dan Asta Cita
Jakarta, PancarPOS | “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” — Ir. Soekarno Kutipan legendaris Proklamator RI di atas menemukan resonansi terkuatnya pada hari-hari ini. Pesan tentang beratnya melawan kebobrokan dari dalam tubuh bangsa sendiri itu kembali digaungkan secara lantang oleh Presiden Prabowo Subianto saat peresmian Bendungan Meninting di Lombok pada 10 Juli 2026. Dalam kesempatan tersebut, dengan semangat dan gestur yang sangat meyakinkan Kepala Negara secara tegas meminta agar seluruh jajaran pejabat pemerintahan, mulai dari birokrat, aparat TNI, Polri, hingga Kejaksaan untuk berani melakukan introspeksi diri secara mendalam. Arahan ini menjadi cambuk pengingat bahwa semua kewenangan dan atribut kehormatan sejatinya adalah titipan yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat, bukan untuk disalahgunakan. Pidato Presiden Prabowo tersebut mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak, seraya berharap agar pidato tersebut diwujudnyatakan dalam keseharian, sehingga korupsi di bumi Indonesia bisa diberantas setuntas- tuntasnya. Sejalan dengan semangat introspeksi tersebut, di tengah dinamika penegakan hukum yang kian memanas, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman, turut memberikan penekanan penting. Ia menegaskan bahwa penanganan perkara dugaan korupsi di tingkat tinggi saat ini harus dijadikan momentum emas untuk memperkuat sinergi antarlembaga penegak hukum, bukan justru menjadi ajang pelemahan. Habiburokhman mengingatkan dengan keras agar Polri, Kejaksaan Agung, dan TNI senantiasa menjaga soliditas yang utuh. Hal ini krusial untuk dipahami, mengingat rentetan perkara yang saat ini mengemuka murni melibatkan dugaan perbuatan menyimpang dari segelintir “oknum” pribadi, dan sama sekali tidak mencerminkan sikap maupun marwah institusi yang bersangkutan. Oleh karena itu, hari ini kita tidak lagi mengangkat bambu runcing melawan kolonialisme fisik, melainkan menghadapi penjajahan gaya baru yang bersarang tepat di jantung negara: penyelewengan kekuasaan, kejahatan kerah putih, dan korupsi yang justru didalangi oleh para “oknum” elit, khususnya mereka yang berseragam dan disumpah sebagai penegak hukum. Ketika “sapu” yang seharusnya digunakan untuk membersihkan kotoran justru menjadi sumber kotoran itu sendiri, kepada siapa lagi rakyat harus mengadu? Anatomi Kebobrokan: Mengapa Elit Penegak Hukum Tersesat? Fenomena oknum petinggi Kepolisian dan Kejaksaan yang terjerat pelanggaran hukum bukanlah hal yang baru dalam sejarah republik ini. Namun, eskalasi, modus operandi, dan nominal kejahatannya saat ini telah menyentuh batas nalar publik. Kita dihadapkan pada realitas empiris di mana oknum penegak hukum bukan lagi sekadar pasif menerima suap, melainkan dalam beberapa kasus bermutasi secara aktif menjadi beking mafia tambang ilegal, sindikat narkoba, hingga aktor intelektual dalam mega-korupsi uang negara.…
-
Daerah
Wagub Giri Prasta Apresiasi Semangat Krama Jaga Tradisi Leluhur
Badung, PancarPOS | Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta, menghadiri Upacara Tawur Labuh Gentuh yang digelar di Catus Pata…
-
Ekonomi dan Bisnis
Gubernur Koster Tutup PKB XLVIII 2026, Ajak Krama Bali Terus Lestarikan Budaya
Denpasar, PancarPOS | Gubernur Bali Wayan Koster secara resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026 di Panggung Terbuka…
























