Politik dan Sosial Budaya

Sosialisasikan Infrastruktur Hijau, Made Urip Bagikan Bantuan IPAL Rp1 M


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali Turba atau turun ke bawah untuk melakukan bimbingan teknis (Bimtek) bagi para penerima bantuan dan manfaat. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, melaksanakan Sosialisasi Bantuan Infrastruktur Hijau Air Limbah di Provinsi Bali yang digelar di Apple Resort, Desa Sudimara, Tabanan, Selasa (13/12/2022). Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, bersama Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan pemahaman penggunaan bantuan insfraktur IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) kepada para peserta dan pihak sekolah yang menerima manfaat.

1th#ik-14/8/2022

Pada kesempatan itu, Anggota DPR RI terpilih 5 periode tersebut, juga sempat membagikan bantuan senilai Rp1 miliar melalui menyerahkan secara simbolis 5 paket IPAL domestik dari APBN 2021/2022 yang diterima SMPN 2 Penebel, Tabanan; SMPN 3 Marga, Tabanan; SD N 2 Angantaka, Badung; SMPN 3 Payangan, Gianyar dan Pasar Gunung Agung, Denpasar. Sebagai salah satu penerima bantuan, Kepala SMPN 3 Marga, Ni Made Risa Kusadi, SE., M.Pd., mengucapkan terima kasih atas perhatian serius Made Urip yang telah memfasilitasi bantuan IPAL. Dikatakan bantuan aspirasi Made Urip sangat berguna bagi sekolah, terutama menjadi mata pembelajaan untuk aklak pendidikan siswa terhadap alam dan lingkungan. “Berkat bantuan Pak Urip, maka limbah sekolah tidak akan lagi merusak ekosistem lingkungan, sehingga sangat berguna bagi sekolah,” bebernya.

Di sisi lain, Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda, mewakili Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran Air KLHK, Arif Fadillah menegaskan sosialisasi yang digencarkan Made Urip itu, menjadi momentum yang baik untuk menambah wawasan tentang bantuan infraktruktur hijau air limbah di Bali. Bantuan ini secara khusus dialokasikan oleh Made Urip, terutama bagi masyarakat yang belum tersentuh IPAL domestik. Apalagi bantuan ini sangat penting dan memang dibutuhkan oleh masyarakat dengan bersinergi bersama instansi terkait. “Kita akan bina bagaimana agar bantuan yang diberikan Pak Made Urip bisa tepat sesaran, terutama IPAL yang dibangun bisa dikooordinasikan, khususnya IPAL domestik,” katanya seraya menyebutkan setidaknya minimal ada aspirasi konkrit yang diwujudkan oleh Made Urip bersama masyarakat yang menikmati bantuan ini.

1th#ik-4/12/2022

Di sela-sela sosialisasi tersebut, Made Urip menegaskan Bimtek ini sebagai bentuk kerja sama dengan KLHK untuk mewujudkan infrastruktur hijau air limbah, terutama IPAL yang bermanfaat langsung bagi masyarakat. Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, juga sangat menyadari persoalan pengelolaan lingkungan, terutama sampah yang masih perlu mendapat perhatian serius, agar tidak terjadi pencemaran lingkungn. Untuk itu, M-U akan terus mendorong pengelolaan limbah domestik melalui sekolah, sehingga muncul edukasi baru mengelola limbah, terutama sampah di sekolah. Dikatakan, seperti halnya di negara maju mengelola sampah sangat tertib dan menjadi kultur yang terus tertanam sejak dini. “Jika limbah terutama sampah tidak dikelola dengan baik, maka akan menjadi pencemaran, sehingga sekolah harus menanamkan budaya bersih dan kuktur yang baik mengelola sampah ini,” katanya.

M-U seraya membeberkan masih sangat banyak program dan bantuan yang bisa diakses dari KLHK untuk membantu pengelolaan lingkungan dengan baik. Di samping itu, juga di Bali sudah ada ajaran Tri Hita Karana, yakni hubungan antara manusia dengan Tuhan, hubungan manusia dengan manusia, serta hubungan manusia dengan alam dan lingkungan yang harus dijabarkan dan dilaksanakan dengan baik. “Ajaran Tri Hita Karana ini jangan hanya diomongkan saja, tapi harus dilaksanakan dalam bentuk kerja yang konkrit di lapangan,” tegas M-U, sembari menyampaikan sesuai visi Gubernur Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali harus bisa diterapkan untuk menjaga lingkungan yang dihadapi masyarakat. “Karena itulah, diharapkan semua peserta Bimtek ini, harus diikuti dengan baik dari awal hingga berakhir, karena sangat bermanfaat untuk menjaga lingkungan ke depan,” pungkas politisi senior Desa Tua, Marga, Tabanan itu. ama/ksm/yar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button