Politik dan Sosial Budaya

Tutik Kusuma Wardhani: Jangan Hentikan MBG, Benahi Tata Kelola dan Tindak Tegas Koruptor


Denpasar, PancarPOS | Anggota DPR RI Fraksi Partai Demokrat Daerah Pemilihan (Dapil) Bali, Ni Putu Tutik Kusuma Wardhani, meminta agar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilanjutkan karena manfaatnya telah dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, yang perlu dibenahi adalah tata kelola pelaksanaan program, sementara oknum yang terbukti melakukan korupsi harus ditindak tegas sesuai hukum yang berlaku.

Pernyataan tersebut disampaikan Tutik saat ditemui usai mengikuti kegiatan Gerakan Langit Biru: Indonesia Asri yang digelar DPD Partai Demokrat Bali di kawasan Pusat Pemerintahan Kota Denpasar dan Desa Adat Denpasar, Jumat (10/7/2026).

Tutik mengaku sering turun langsung ke desa-desa di Bali untuk menyerap aspirasi masyarakat. Dari berbagai kunjungan tersebut, ia melihat Program MBG masih sangat dibutuhkan karena memberikan manfaat yang luas, tidak hanya bagi para siswa, tetapi juga bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian, peternakan, dan perikanan.

“Terus terang saja, kalau saya turun langsung ke desa-desa, program MBG ini masih sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan dapur MBG mampu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat desa. Kebutuhan bahan pangan setiap hari membuka peluang bagi hasil produksi petani, peternak, nelayan hingga pelaku usaha kecil untuk terserap sebagai bahan baku penyediaan makanan bergizi.

“Dari perspektif masyarakat desa, petani, peternak sampai nelayan, semuanya merasakan manfaatnya. Karena di mana ada dapur MBG, di sana hasil produksi masyarakat kecil ikut terserap. Artinya, perekonomian masyarakat juga tumbuh,” jelas politisi Partai Demokrat tersebut.

Selain menggerakkan ekonomi desa, Tutik menilai program ini memiliki dampak sosial yang besar bagi para siswa. Ia mengatakan, kegiatan makan bersama di sekolah mampu membangun rasa kebersamaan tanpa membedakan kondisi ekonomi masing-masing keluarga.

“Anak-anak makan bersama tanpa ada perbedaan antara yang berasal dari keluarga mampu maupun yang kurang mampu. Kebersamaan seperti itu sangat penting ditanamkan sejak dini,” katanya.

Ia juga menilai MBG menjadi sarana edukasi untuk membentuk pola konsumsi yang lebih sehat bagi anak-anak. Menurutnya, tujuan utama program bukan sekadar mengenyangkan, melainkan memastikan peserta didik memperoleh asupan gizi yang seimbang.

“Yang dibutuhkan anak-anak bukan makan sebanyak-banyaknya, tetapi makan dengan gizi yang seimbang. Itu yang akan mendukung pertumbuhan dan kualitas sumber daya manusia ke depan,” ujarnya.

Tutik menambahkan, manfaat program juga dirasakan para orang tua, terutama di pedesaan yang harus berangkat bekerja sejak pagi sehingga tidak selalu memiliki waktu menyiapkan sarapan bagi anak-anak.

“Banyak orang tua murid di desa menyampaikan kepada saya bahwa mereka merasa terbantu. Beban mereka menjadi lebih ringan karena anak-anak tetap mendapatkan makanan bergizi di sekolah,” ungkapnya.

Meski mendukung penuh keberlanjutan MBG, Tutik mengingatkan pemerintah agar terus melakukan pembenahan dalam tata kelola pelaksanaan program sehingga semakin transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Ia menegaskan, jika ditemukan adanya penyimpangan atau tindak pidana korupsi dalam pelaksanaan MBG, maka aparat penegak hukum harus bertindak tegas terhadap pelakunya.

“Hanya tata kelolanya yang memang harus diperbaiki. Kalau ada yang korupsi, silakan aparat penegak hukum menjalankan tugasnya. Yang salah adalah oknumnya, bukan programnya,” tegasnya.

Menurut Tutik, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan suatu program tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan kebijakan yang telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sebagai wakil rakyat yang rutin turun ke lapangan, ia mengaku melihat sendiri antusiasme masyarakat terhadap Program MBG. Karena itu, ia berharap pemerintah terus melakukan evaluasi agar pelaksanaannya semakin baik tanpa mengurangi tujuan utama meningkatkan kualitas generasi muda Indonesia.

“Bagi kami yang sering turun ke bawah, apa pun partainya, pasti tahu manfaat program ini. Bahkan di negara-negara maju pun program makan bergizi seperti ini masih dijalankan karena terbukti menjadi investasi penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” pungkasnya. ama/ksm


Back to top button