Made Urip Kucurkan Bantuan 6 Ribu Ekor Bibit Ayam KUB ke Seluruh Bali

Wujudkan Program Kemandirian dan Ketahanan Pangan
Jakarta, PancarPOS | Aspirasi dan keinginan untuk mendapat bantuan bibit Ayam Kampung yang berkualitas unggul bagi para kelompok ternak rakyat di Bali, akhirnya dijawab langsung oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Terbukti nyata mulai pada Kamis, 8 September 2022 secara bertahap Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, mengucurkan bantuan 6 ribu ekor bibit Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) senilai total Rp170.850.000 (seratus tujuh puluh juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah). Bantuan yang disalurkan langsung oleh Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, diterima secara simbolis oleh 12 kelompok ternak ungas masing-masing sebanyak 500 ekor yang tersebar di seluruh Bali, yakni 1 kelompok di Selemadeg Timur, Tabanan, 4 kelompok di Tuban, Mengwi, dan Petang, Badung, 1 kelompok di Sukawati, Gianyar, 2 kelompok di Kubu, Karangasem, serta 4 kelompok di Seririt dan Singaraja, Buleleng.

Sumber bantuan yang diperjuangkan dari Ditjen Peternakan, Kementerian Pertanian RI itu, disambut antusias oleh para kelompok ternak di Bali. Sebagai salah satu penerima bantuan, Ketua Kelompok Ternak Ayam Buras Munduk Sari, Desa Jinengdalem, Buleleng, Made Vendy Partawan menyebutkan bantuan aspirasi yang diperjuangkan oleh Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, memang sudah sangat dinantikan. “Kami memohon agar bisa dibantu oleh Bapak Made Urip, karena selama ini bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk menata ekonomi rumah tangga di masa pandemi. Apalagi bantuan yang diberikan sangat luar biasa, dan benar-benar produktif,” ungkapnya, seraya ditambahkan, Ketua Kelompok Ternak Kelan Sejahtera Bersama, Desa Kelan, Tuban, I Made Degentara mengakui bantuan yang diberikan oleh Made Urip akan terus dipelihara dengan baik dan berkesinambungan. ”Bantuan yang telah diberikan akan kami kelola secara baik, sehingga manfaatnya dapat dirasakan untuk mensejahterakan semua anggota,” imbuhnya.
M-U telah berhasil memperjuangkan dan melakukan penyaluran bibit ternak ayam KUB. Kepada awak media ia menjelaskan bantuan ternak unggas ini, sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Menurutnya, daerah di Bali juga merupakan kawasan yang sangat potensial untuk pengembangan subsektor peternakan, sehingga perlu penambahan kapasitas ternak khususnya ungas. Apalagi potensi ini belum dapat dimanfaatkan secara optimal, sehingga dapat dijadikan peluang memenuhi kebutuhan dalam daerah maupun sumber bibit. Seperti jenis dari Ayam KUB yang merupakan hasil seleksi genetik dari riset Badan Litbang Pertanian di Bogor selama 6 generasi, kemudian di publikasikan pada tahun 2012. ”Ayam ini awalnya dikembangkan untuk dijadikan sebagai ayam petelur, namun jika dirasakan dagingnya ternyata cukup enak untuk dikonsumsi sebagaimana daging ayam kampung asli,” beber M-U.

Bantuan melalui APBN tahun 2022 ini, juga sebagai program untuk mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan melalui bibit ayam yang langsung di berikan kepada kelompok ternak di Bali. ”Kita berharap bantuan itu bisa berkembang, dan nanti bukan hanya bantuan ayam saja, namun semua bantuan ternak yang telah diberikan pemerintah itu agar dikembangkan sebaik mungkin, sehingga ke depan kita siap menyangga pangan dari segi penyediaan daging,” kata politisi senior asal Desa Tua, Marga Tabanan ini, seraya mengatakan tujuan bantuan ini untuk menggiring ekonomi masyatakat bisa tumbuh menjadi mandiri, bagaimana mengelola dan menghasilkan produksi ternak yang unggul dengan mutu berkualiatas. Apalagi ayam ini memiliki keunggulan antara lain, pertumbuhanya cepat, lebih tahan terhadap penyakit, dan juga berproduksi telur pertahunya bisa mencapai 180 butir/ ekor. Karena itu, budidaya Ayam KUB merupakan prospek usaha yang menjanjikan, sehingga bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik mungkin, agar dapat terus berkembang dan maju menjadi peternak yang berjiwa usaha tangguh serta dapat meningkatkan pendapatan usaha.
“Tahun ini kita alokasikan program ini untuk 12 kelompok ternak ungas di Bali. Semoga nanti program kegiatan ini akan semakin luas jangkauannya, sehingga akan mendorong terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat. Termasuk program dan aspirasi bantuan lainnya yang bisa diakses dari Pemerintah Pusat. Karena itu, jalinan komunikasi ini ke depan harua kita terus jaga dengan baik,” pungkas M-U. ama/tim/ksm









