Tabanan, PancarPOS | Kepedulian terhadap warga yang tertimpa musibah kembali ditunjukkan jajaran legislatif di Kabupaten Tabanan. Ketua DPRD Tabanan I Nyoman Arnawa turun langsung meninjau rumah warga yang roboh di Banjar Segayak, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, pada Senin (26/4/2026).
Dalam kunjungan respon cepatnya itu, Arnawa mendapati kondisi rumah warga yang sudah tidak layak huni setelah roboh beberapa waktu lalu. Bangunan tersebut kini tidak bisa ditempati sama sekali, sehingga pemilik rumah harus menghadapi situasi sulit tanpa tempat tinggal yang memadai.
“Saudara ini saya kunjungi langsung. Rumahnya baru-baru ini roboh dan sudah tidak bisa ditempati. Ini tentu kondisi yang sangat memprihatinkan,” ujar Arnawa di lokasi. Melihat kondisi tersebut, pihaknya bersama perbekel dan tokoh masyarakat setempat langsung bergerak cepat. Mereka berinisiatif mengusulkan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Bali agar penanganan bisa segera dilakukan.
Upaya tersebut membuahkan hasil. Pemerintah Provinsi Bali melalui Gubernur Bali telah merealisasikan bantuan sebesar Rp51 juta untuk pembangunan rumah warga terdampak. “Pak Gubernur sudah siap membantu dan bantuannya sudah nyata, sebesar Rp51 juta. Ini kira-kira cukup untuk membangun struktur awal rumah, meskipun mungkin belum sampai tahap finishing,” jelas Arnawa.
Menurutnya, bantuan tersebut menjadi langkah awal penting agar rumah warga bisa segera dibangun kembali dan setidaknya dapat ditempati dalam waktu dekat. Namun demikian, ia menegaskan bahwa proses penyelesaian rumah tersebut tidak boleh berhenti hanya pada tahap pembangunan awal.
Arnawa secara tegas meminta Pemerintah Kabupaten Tabanan, khususnya instansi terkait, untuk ikut bertanggung jawab dalam menuntaskan pembangunan hingga layak huni. “Harapan kami, untuk tahap finishing nanti Dinas Perkim Kabupaten Tabanan bisa turun tangan. Pemerintah Kabupaten Tabanan wajib memikirkan ini, dan wajib agar rumah ini benar-benar bisa diselesaikan,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa kehadiran pemerintah daerah sangat penting agar warga yang terdampak tidak dibiarkan berjuang sendiri. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan masyarakat dinilai menjadi kunci dalam percepatan penanganan. Selain mendorong bantuan dari pemerintah, Arnawa juga menunjukkan solidaritas secara pribadi. Ia mengaku turut memberikan dukungan moril maupun materiil kepada warga yang terdampak.
“Saya secara pribadi ikut bersolidaritas, ikut membantu, mendoakan, dan sebisanya meringankan beban warga,” ungkapnya. Lebih jauh, ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Tabanan untuk turut bergotong royong membantu penyelesaian rumah tersebut melalui swadaya. “Kami berharap seluruh elemen masyarakat Tabanan juga bisa ikut bergerak, bergotong royong membantu, agar rumah ini cepat selesai dan bisa segera ditempati kembali,” tambahnya. ama/ksm/*






