Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Sosialisasi Wawasan 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Payangan


Tabanan, PancarPOS | Wakil rakyat asal Bali sebagai salah satu Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., terus proaktif menggelar sosialisasi wawasan 4 Pilar Kebangsaan yang kali ini dipusatkan di Desa Adat Payangan, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Jumat malam, 28 Juni 2024. Sosialisasi juga dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari, bersama kelian adat dan dinas, bendesa adat, beserta ratusan krama adat lanang isteri, serta para Ibu-Ibu PKK, Pakis, anggota Sekehe Teruna Teruni (STT) dan tokoh masyarakat setempat.

1bl#ik-028.16/6/2024

Mereka mengakui hanya Made Urip yang konsisten sebagai Wakil Rakyat Bali yang terus menggemakan sosialisasi wawasan 4 Pilar Kebangsaan. Selain itu program yang digencarkan oleh Anggota DPR RI 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu sangat bermamfaat, karena masyarakat grass root bisa paham kondisi berbangsa dan bernegara. Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan yang dilakukan oleh Made Urip juga sangat positif, karena bisa langsung diimplementasikan di masyarakat, sehingga perlu terus disosialisasikan sampai ke akar rumput.

Selain itu sosialisasi yang dilakukan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga sejalan dengan harapkan Mantan Ketua MPR RI, Taufik Kiemas (Alm). Kegiatan sosialisasi ini sangat diapresiasi masyarakat dan justru terus didukung sebagai pemikiran yang adi luhung yang harus terus tebarkan. Oleh karena itu, krama Desa Adat Payangan sangat bangga memiliki Wakil Rakyat, seperti Made Urip yang bisa terus mengawal 4 Pilar Kebangsaan agar terus melekat di hati masyarakat.

Anggota MPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., didampingi Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari, saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di Desa Adat Payangan, Desa Payangan, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Jumat malam, 28 Juni 2024. (foto: ist)

Kegiatan sosialisasi yang terus digencarkan Made Urip bersama petugas partai dari PDI Perjuangan lainnya, juga sangat bermamfaat bagi masyarakat untuk memahami 4 Pilar Kebangsaan. Apalagi situasi politik di Tabanan menjelang perhelatan Pilkada serentak tahun 2024, juga sangat penting di sosialisasi di masyarakat agar masyarakat paham untuk menentukan sikap politik untuk lima tahun mendatang. Di sadari selama ini, Made Urip sangat rajin dan terus turun ke masyarakat. Oleh karena itu, diharapkan sebagai Wakil Rakyat rutin melakukan sosialisasi, agar pembangunan masyarakat bisa berjalan dengan baik.

Di sisi lain, Made Urip pada kesempatan itu, menjelaskan sosialisasi wawasan Empat Pilar Kebangsaan ini, sebagai salah satunya tugas menjadi Anggota MPR RI. Dijelaskan empat pilar itu terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dipaparkan soal Pancasila sebagai sumber hukum dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang digali oleh Bung Karno dari bumi Indonesia melalui penelusuran sejarah yang patut terus ditanamkan di masyarakat. Sedangkan UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang telah mengalami beberapa kali amandemen.

Sementara itu, NKRI sebagai kesepakatan seluruh elemen bangsa yang tidak boleh terpecah belah, meskipun berbeda ras, suku dan agama agar tidak terlepas dari Kebhinekaan dalam 4 Pilar Kebangsaan. “Setelah 70 tahun merdeka bangsa dan negara terus menghadapi berbagai tantangan baik dari dalam maupun dari luar, sehingga perlu kembali diterapkan ajaran Tri Saksi Bung Karno. Jadinya bangsa bisa berdaulat dibidang politik, berdikari dibidang ekonomi dan berkepribadian dalam bidang budaya. Salah satunya bagaimana berdaulat dibidang pangan agar tidak terus menerus mengandalkan impor sehingga jokowi terus melakukan intensifikasi pangan, perluasan lahan dengan program nawacitanya sesuai dengan harapan bangsa,” tegas Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

1th#ik-072.21/8/2023

Made Urip juga menerangkan selama ini berbagai tuntutan reformasi juga mengakibatkan terjadi perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara. Seperti terjadinya perubahan Undang-Undang Dasar, sehingga Presiden dipilih secara langsung oleh rakyat yang diusung oleh partai politik atau gabungan partai politik. Termasuk Anggota DPR Pusat dan Daerah beserta Gubernur dan Bupati sampai Perbekel juga dipilih langsung masyarakat. “Jika dulu kan seperti membeli kucing dalam karung tapi sekarang sudah dikenal secara langsung calonnya. Jadi rakyat yang memilih pemimpinnya secara langsung,” ungkapnya.

Apalagi untuk melawan tantangan terhadap negara harus terus dilakukan, sehingga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinekal Tunggal ika perlu dipahamai dan dihayati serta diamalkan di masyarakat. “Kita juga perlu waspadai tantangan dari luar yang akan menghadapi persaingan dari negara luar, sehingga ketahanan ekonomi masyarakat harus terus diperkuat. Salah satunya dengan memperkuat infrastuktur untuk membangun perekonomian yang makin kuat,” tutup M-U. ama/ksm/kel


Back to top button