Gaya Hidup dan Kuliner

Cuma Rp29 Ribu! Ayam Taliwang Khas Lombok di Pura Demak Ini Bikin Ketagihan


Denpasar, PancarPOS | Di balik lezatnya sajian Ayam Taliwang yang kini mulai menjadi perbincangan para pecinta kuliner di Kota Denpasar, tersimpan kisah perjuangan seorang pelaku UMKM yang tidak pernah menyerah menghadapi kerasnya kehidupan. Berawal dari dapur rumah sederhana saat pandemi Covid-19, kini Ucok Wijayanto berhasil menghadirkan Rumah Makan Ayam Bakar Taliwang Danil Furqon 2 di Jalan Pura Demak Barat Nomor 236, Denpasar Barat. Dengan mengusung slogan “Pedasnya Nampol, Rasanya Juara”, rumah makan ini menawarkan cita rasa asli Lombok yang tetap mempertahankan resep turun-temurun dengan harga yang ramah di kantong.

Keseriusan Ucok membangun usaha kuliner terlihat dari konsep yang dihadirkannya. Tidak sekadar menjual ayam bakar, ia ingin menghadirkan pengalaman menikmati masakan khas Lombok yang autentik. Mulai dari pemilihan bahan baku, penggunaan rempah-rempah pilihan, hingga pelayanan kepada pelanggan, semuanya dikerjakan dengan penuh perhatian. Bahkan seluruh menu yang disajikan dijamin 100 persen halal dengan pilihan ayam dibakar maupun digoreng sesuai selera pelanggan.

Ucok mengisahkan, perjalanan usahanya bukanlah sesuatu yang direncanakan sejak lama. Pandemi Covid-19 justru menjadi titik awal dirinya memasuki dunia bisnis kuliner. Saat banyak usaha mengalami penurunan, ia bersama sang istri mencoba memanfaatkan kemampuan memasak yang dimiliki keluarga dengan menjual Ayam Taliwang secara daring melalui berbagai aplikasi pesan antar. Berkat cita rasa yang khas, pesanan terus berdatangan dari berbagai wilayah di Denpasar.

“Bisnis saya berawal dari pandemi Covid. Awalnya hanya melayani pesanan online. Ternyata banyak pelanggan yang menyukai masakan kami. Lama-kelamaan mereka meminta agar bisa makan langsung di tempat. Dari situlah saya memberanikan diri membuka rumah makan pada awal Juli 2026 di Jalan Pura Demak Barat Nomor 236,” ungkap Ucok kepada PancarPOS, Senin (20/7/2026).

Menurutnya, keberanian membuka rumah makan merupakan jawaban atas permintaan pelanggan yang terus bertambah. Ia ingin para pelanggan dapat menikmati Ayam Taliwang dalam kondisi baru matang dengan aroma bakaran yang masih mengepul sehingga sensasi rasanya jauh lebih nikmat dibanding dibawa pulang.

Keistimewaan rumah makan ini bukan hanya terletak pada rasa pedasnya yang menggugah selera, tetapi juga pada resep yang benar-benar berasal dari kampung halaman sang istri di Mataram, Nusa Tenggara Barat. Resep tersebut diwariskan secara turun-temurun sehingga cita rasa khas Taliwang tetap terjaga tanpa banyak modifikasi.

“Kalau resep ini sebenarnya sepenuhnya masakan istri saya. Karena istri berasal dari Mataram, resepnya memang asli dari keluarga dan diwariskan turun-temurun. Selama ini masakan di rumah ternyata banyak disukai orang sehingga kami yakin bisa dikembangkan menjadi usaha,” katanya.

Setiap ayam dimasak menggunakan bumbu rempah pilihan khas Lombok yang meresap hingga ke dalam daging. Pelanggan dapat memilih ayam dibakar maupun digoreng. Seluruh ayam menggunakan ayam pejantan pilihan sehingga tekstur daging lebih padat, gurih, namun tetap empuk ketika disantap. Inilah yang membuat Ayam Bakar Taliwang Danil Furqon 2 memiliki ciri khas tersendiri dibandingkan rumah makan sejenis.

Bukan hanya mengandalkan Ayam Taliwang Original, rumah makan ini juga menghadirkan beragam varian menu. Tersedia Ayam Taliwang Madu dengan rasa manis gurih yang berpadu sempurna dengan rempah khas Lombok, serta Ayam Taliwang Plecingan yang disajikan bersama sambal plecing segar. Ketiganya dibanderol dengan harga Rp65 ribu untuk menu satuan.

Bagi pelanggan yang ingin menikmati menu hemat, tersedia paket mulai dari Rp29 ribu berupa ayam dengan sambal. Sementara paket lainnya terdiri atas Ayam plus nasi dan plecing seharga Rp41 ribu, Ayam plus nasi dan beberuk Rp41 ribu, serta Ayam plus nasi dan terong bakar Rp41 ribu. Ada pula paket setengah ekor Ayam Taliwang lengkap dengan nasi dan sayuran seharga Rp45 ribu, baik untuk varian Ayam Taliwang Biasa, Ayam Taliwang Madu maupun Ayam Taliwang Plecingan.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat melengkapi hidangan dengan berbagai menu khas Lombok lainnya seperti Plecing Kangkung seharga Rp15 ribu, Beberuk Rp15 ribu, Terong Bakar Rp15 ribu, Tahu Lombok Rp10 ribu, Tempe Goreng Rp10 ribu, Nasi Putih Rp8 ribu, hingga Sate Rembiga khas Lombok seharga Rp30 ribu.

Menu lain yang tak kalah menarik adalah Bebalung Daging Sapi seharga Rp33 ribu. Hidangan khas Lombok ini berupa sup iga sapi dengan kuah gurih kaya rempah pilihan. Potongan iga yang empuk, daging yang melimpah, serta kuah hangat berpadu dengan tahu dan taburan bawang goreng menjadikannya pilihan favorit bagi pecinta kuliner berkuah.

Untuk minuman, pelanggan juga tidak perlu khawatir menguras kantong. Rumah makan ini menyediakan Es Teh Rp5 ribu, Teh Hangat Rp5 ribu, Es Jeruk Rp7 ribu, Jeruk Hangat Rp7 ribu, Teh Kotak Rp6 ribu, Air Mineral Rp5 ribu, hingga Kopi Hitam Rp10 ribu.

Meski menawarkan cita rasa autentik dengan bahan berkualitas, Ucok tetap mempertahankan harga yang terjangkau. Baginya, pelanggan harus mendapatkan kualitas terbaik tanpa harus membayar mahal.

“Kalau harga kami tidak terlalu mahal, juga tidak terlalu murah. Bawa uang Rp50 ribu saja masih ada kembaliannya. Yang penting kami menjamin kualitas ayam, kualitas sayuran, kebersihan makanan, dan tentu saja rasa yang konsisten,” ujarnya.

Komitmen terhadap kualitas itulah yang membuat seluruh bumbu diracik setiap hari menggunakan rempah pilihan. Tidak ada bumbu instan. Semua diolah secara tradisional agar menghasilkan cita rasa khas Lombok yang autentik.

Selain mengutamakan rasa, Ucok juga memperhatikan kenyamanan pelanggan. Rumah makan yang baru dibuka ini memiliki area parkir yang luas dan gratis sehingga pengunjung tidak perlu repot mencari tempat parkir. Suasana tempat makan juga dibuat nyaman sehingga cocok dinikmati bersama keluarga maupun rekan kerja.

Bahkan, bagi pelanggan yang ingin mengadakan rapat kecil atau pertemuan komunitas, tersedia ruang meeting berkapasitas sekitar 15 orang. Fasilitas tersebut dapat digunakan dengan melakukan reservasi sekitar satu jam sebelum kedatangan.

“Ditempat usaha saya, saya ingin menjamin kenyamanan dan keamanan para pengunjung. Jadi mereka bisa menikmati makanan dengan tenang. Kami juga menyediakan ruang meeting untuk yang ingin rapat atau gathering,” jelasnya.

Tidak hanya melayani makan di tempat, Ayam Bakar Taliwang Danil Furqon 2 juga menerima berbagai pesanan dalam jumlah besar, mulai dari katering kantor, arisan, ulang tahun, gathering hingga berbagai acara keluarga. Pelanggan yang tidak sempat datang langsung juga dapat melakukan pemesanan melalui GoFood, GrabFood maupun ShopeeFood.

Dengan menggabungkan cita rasa autentik khas Lombok, harga yang bersahabat, pelayanan yang ramah, fasilitas lengkap, serta lokasi yang mudah dijangkau di Jalan Pura Demak Barat Nomor 236, Denpasar Barat, Ayam Bakar Taliwang Danil Furqon 2 perlahan mulai menjadi salah satu destinasi kuliner baru yang patut dicoba di Kota Denpasar.

Ucok berharap rumah makan yang dirintis dari perjuangan di masa pandemi itu dapat terus berkembang dan menjadi pilihan masyarakat Bali maupun wisatawan yang ingin menikmati kelezatan Ayam Taliwang asli Lombok tanpa harus menyeberang ke Pulau Lombok.

“Harapan saya sederhana. Semoga pelanggan puas, datang kembali bersama keluarga dan teman-temannya. Kami akan terus menjaga kualitas rasa, pelayanan, serta kenyamanan agar Ayam Taliwang khas Lombok semakin dikenal masyarakat Bali,” pungkasnya.

Rumah Makan Ayam Bakar Taliwang Danil Furqon 2 beralamat di Jalan Pura Demak Barat Nomor 236, Denpasar Barat. Selain melayani makan di tempat dan dibawa pulang, rumah makan ini juga menerima pesanan katering, arisan, gathering, menyediakan ruang meeting berkapasitas sekitar 15 orang, area parkir luas dan gratis, serta dapat dipesan melalui GoFood, GrabFood, dan ShopeeFood. Dengan harga mulai Rp29 ribu, pelanggan sudah bisa menikmati sensasi “Pedasnya Nampol, Rasanya Juara” khas Lombok yang autentik. tra/ama/ksm


Back to top button