Rutin Gelar Persembahyangan Bersama, RSU Puri Raharja Terapkan Konsep “Tri Hita Karana”
Layani Pasien ke Luar dengan Senyum Tanpa Ada Keluhan

Denpasar, PancarPOS | Rumah Sakit Umum (RSU) Puri Raharja merupakan salah satu rumah sakit Pemerintah Daerah Provinsi Bali yang terletak di tengah Kota Denpasar, atau tepatnya di Jl. W.R Supratman No.14 dan 19, Denpasar, Bali. Melalui tangan dingin dr. Gede Bagus Darmayasa, MM., M.Repro., yang menjabat sebagai Direktur RSU Puri Raharja sejak 10 Agustus 2020, selain terus berupaya mempercantik dan menambah kenyamanan keberadaan RSU Puri Raharja, juga mengoptimalkan jasa pelayanan kepada pasien, pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Apalagi selama ini, RSU Puri Raharja memegang teguh motto “Sahabat Hidup Sehat” dengan terus memberikan pelayanan yang professional, bermutu dan safety.

Seiring perkembangan perumahsakitan dan perubahan peraturan perumahsakitan yang harus diikuti oleh setiap rumah sakit, RSU Puri Raharja telah meraih Akreditasi dengan predikat Paripurna. Predikat ini, mencirikan bahwa RSU Puri Raharja telah memenuhi standarisasi dari pelayanan yang telah diberikan. Disamping itu RSU Puri Raharja telah mendukung program pemerintah dalam menyukseskan Universal Health Coverage (UHC) dengan menjadi salah satu rekanan BPJS Kesehatan dalam melayani perserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Selain melayani pasien peserta JKN, juga melayani pasien umum dan kerja sama. Untuk menjalin hubungan yang harmonis antar seluruh managemen RSU Puri Raharja, juga menerapkan konsep Tri Hita Karana, salah satunya dengan melakukan kegiatan rutin Tirta Yatra untuk persembahyangan bersama.
Hal ini dilakukan sebagai bentuk pelayanan prima kepada pasien, sehingga pasien yang sudah menjalani pengobatan di RSU Puri Raharja ke luar dengan senyum tanpa ada keluhan apapun. Sejatinya kegiatan Tirta Yatra secara spontanitas yang dilakukan secara bergilir oleh managemen RSU Puri Raharja. Tradisi rutinitas ini sebagai wujud implementasi Tri Hita Karana antara direksi dengan staf dan seluruh karyawan RSU Puri Raharja untuk memohon kepada Ida Bhatara, agar semuanya selalu diberikan perlindungan, ketika melaksanakan tugas. “Terus terang saja, bertugas di rumah sakit terkadang menemui kendala, listrik mati misalnya. Jadi dengan kita memakai konsep Tri Hita Karana pekerjaan kita bisa dimudahkan, dan meminimalisir kesalahan-kesalan,” ujarnya ketika ditemui makan bersama di Warung Be Sanur, Matahari Terbit, Denpasar, usai melakukan Tirta Yatra pada Rahina Tilem, Selasa (25/10/2022).

Dikatakan dr. Bagus sapaan akrab Direktur RSUD Bali Mandara (periode 2018-2020) ini, Tirta Yatra sendiri merupakan sebuah perjalanan suci untuk memohon tirta amertha dengan cara nangkil ke pura-pura. Maka dari itu, pihaknya dalam melakukan Tirta Yatra secara bergilir yang kali ini dengan tangkil ke Pura Taman Sari dan Pura Tanah Kilap, Denpasar. “Biasanya kita usai melakukan Tirta Yatra bercengkrama dulu sambil menikmati makan siang, seperti di Warung Be Sanur, Matahari Terbit dengan satu meja yang sama, duduk bersama tanpa ada ikatan jabatan untuk menjalin kedekatan hubungan kekeluargaan. Usai rehat kita langsung kembali kerja melayani pasien-pasien di rumah sakit,” beber Direktur RSJ Provinsi (periode 2014-2017) itu, seraya mengaku melakukan Tirta Yatra dengan sistem bergilir dari seluruh Poli, bagian umum, rawat inap, bahkan sampai petugas kebersihan juga harus ikut serta.
“Dalam Tirta Yatra ini kita tidak membeda-bedakan posisi dan jabatan, untuk menjalin komunikasi, bahkan Tirta Tatra ini juga bagian dari marketing kami,” terang Bendesa Pura Goa Lawah tersebut. tra/ama














