Pariwisata dan Hiburan

BBTF 2026 Dibuka Meriah, 407 Buyer dari 44 Negara Siap Borong Paket Wisata Indonesia


Badung, PancarPOS | Bali kembali membuktikan diri sebagai etalase pariwisata Indonesia di mata dunia. Sebanyak 407 buyer dari 44 negara berkumpul dalam ajang The 12th Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 yang resmi dibuka di Heritage Garden, The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Kamis (28/5/2026).

Pembukaan BBTF berlangsung meriah dengan sentuhan budaya Bali yang kental. Suara kulkul berpadu dengan dentingan lesung dan alu menyambut para pelaku industri pariwisata dunia yang datang untuk menjajaki peluang bisnis wisata Indonesia. Tidak hanya menjadi ajang promosi destinasi, BBTF telah berkembang menjadi pasar wisata internasional yang mempertemukan penjual dan pembeli produk wisata dari berbagai negara.

Pada kesempatan ini, Menteri Pariwisata Republik Indonesia Widiyanti Putri Wardhana mengatakan BBTF merupakan salah satu sarana strategis untuk memperkuat daya saing pariwisata Indonesia di pasar global. Menurutnya, keindahan alam dan kekayaan budaya harus mampu diterjemahkan menjadi produk wisata yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“BBTF adalah tempat Indonesia mengubah keindahan menjadi bisnis, budaya menjadi pengalaman, dan promosi menjadi peluang pasar yang nyata,” ujar Widiyanti usai pembukaan acara yang juga dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa, serta Ketua ASITA Bali I Putu Winastra.

Ia menjelaskan bahwa persaingan pariwisata dunia saat ini tidak lagi hanya mengandalkan keindahan destinasi. Wisatawan mancanegara kini mencari pengalaman yang autentik, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan mereka. Karena itu, promosi pariwisata harus lebih terarah dan didukung produk yang siap dijual ke pasar internasional.

Salah satu fokus BBTF 2026 adalah pengembangan wisata gastronomi atau wisata berbasis kuliner. Mengusung tema “Redefining Indonesia’s Gastronomy Journey: A Celebration of Taste, Culture, and Sustainable Heritage”, Indonesia ingin memperkenalkan kekayaan cita rasa nusantara sebagai bagian penting dari pengalaman wisata.

Kementerian Pariwisata saat ini mendorong berbagai program wisata gastronomi seperti jalur rempah, wisata kopi, konsep farm-to-table hingga wisata kuliner berbasis budaya lokal. Langkah ini diyakini mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja mereka selama berlibur di Indonesia.

Selain mempromosikan Bali, BBTF 2026 juga menjadi panggung untuk memperkenalkan berbagai destinasi unggulan di luar Bali kepada pasar internasional. Bali tetap menjadi gerbang utama pariwisata Indonesia, namun daerah-daerah lain didorong untuk tampil dengan produk wisata yang matang, pelayanan berkualitas, dan cerita lokal yang kuat.

Sementara itu, Chairman BBTF 2026 sekaligus Ketua ASITA Bali, I Putu Winastra, menegaskan bahwa BBTF bukan sekadar tempat bertemunya buyer dan seller. Menurutnya, forum ini telah menjadi ruang membangun kepercayaan antara industri pariwisata Indonesia dengan pasar global.

“Setiap buyer yang hadir memiliki jaringan distribusi wisata yang luas. Mereka berpotensi membawa ribuan wisatawan ke Indonesia setiap tahun. Karena itu dampak ekonomi BBTF sangat besar, mulai dari hotel, restoran, transportasi, UMKM hingga pelaku seni dan budaya,” jelasnya.

Nuansa budaya Bali juga menjadi daya tarik utama pada malam pembukaan. Konsep Megibung dari Karangasem dihadirkan sebagai simbol kebersamaan dan persaudaraan. Tradisi makan bersama ini memberikan pengalaman budaya yang autentik bagi para tamu internasional yang hadir.

BBTF 2026 berlangsung pada 28 hingga 30 Mei 2026 di Bali International Convention Centre, The Westin Resort Nusa Dua. Selama tiga hari, para peserta akan mengikuti agenda business matching, networking, promosi destinasi hingga kunjungan langsung ke sejumlah destinasi wisata unggulan di Indonesia.

Melalui BBTF 2026, Indonesia ingin menunjukkan kepada dunia bahwa pariwisata nasional tidak hanya mengejar jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga kualitas pengalaman, kekuatan budaya, serta manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Dengan Bali sebagai pintu gerbang utama, Indonesia semakin memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata dunia yang profesional, berkelas, dan berkelanjutan. tim/ama/kel


Back to top button