Politik dan Sosial Budaya

Dr. Togar Situmorang: Idealisme Mahasiswa Jangan Jadi Topeng Penistaan Presiden


Denpasar, PancarPOS | Praktisi hukum Dr. Togar Situmorang menilai pernyataan mantan Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto yang menyebut pemilihan Soeharto, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto sebagai “kesalahan fatal dan puncak kebodohan” telah melampaui batas kritik.

Bagi Dr. Togar Situmorang, ucapan itu bukan bentuk idealisme atau kritik , melainkan penipuan intelektual yang dibungkus retorika dan Ego. Dr. Togar Situmorang menyayangkan pernyataan keji tersebut disampaikan di ruang publik oleh eks Ketua BEM yang aktivis mahasiswa dimana seharusnya menjadi teladan etika berpikir.

“Memilih pemimpin bodoh adalah kesalahan, tapi membiarkan mereka terus berkuasa adalah kebodohan,” kata Tiyo dalam videonya. Ajakan _kapan kita hentikan Prabowo Gibran_ dinilai Dr. Togar Situmorang ini sangat parah konteks ini karena masuk ke ranah hasutan, bukan koreksi kebijakan.

“Negara bukan panggung ego. Diskusi publik, apalagi di forum akademis, wajib menjaga etika. Mahasiswa itu corong moral bangsa, bukan corong kebencian,” kata Dr. Togar Situmorang, Jumat 29/5/2026.

*Soal karakter mahasiswa beridealisme*, Dr. Togar Situmorang menegaskan idealisme sejati bukan merendahkan pemimpin, tapi menawarkan solusi.

“Mahasiswa beridealisme itu kritis tapi konstruktif. Mengoreksi kebijakan dengan data, bukan menghina orang dengan emosi. Soeharto, Jokowi, Prabowo adalah orang pilihan Tuhan untuk bangsa ini. Kalau tidak setuju, lawan dengan gagasan dan karya nyata untuk kesejahteraan, bukan dengan narasi penjatuhan,” tegasnya.

Ia mendorong mahasiswa kembali ke jati diri: membaca, meneliti, lalu memberi alternatif. Bukan terjebak dalam panggung konflik yang memecah belah. gar/ama/ksm/kel


Back to top button