APJI Bali Siap Perkuat Kuliner Lokal dan Ketahanan Pangan Bali
Rakerda I APJI Bali 2026 Jadi Momentum Kebangkitan Industri Jasaboga Bali

Denpasar, PancarPOS | Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) Provinsi Bali bersiap menggelar Rapat Kerja Daerah I DPD APJI Provinsi Bali 2026 pada Senin, 25 Mei 2026 di Inna Bali Heritage Veteran, Denpasar. Agenda besar ini menjadi momentum penting konsolidasi organisasi sekaligus penegasan posisi strategis pelaku jasa boga dalam mendukung ketahanan pangan, pariwisata berkualitas, sustainability, digitalisasi, hingga penguatan ekonomi daerah Bali.
Rakerda I APJI Bali 2026 tidak hanya difokuskan pada pembahasan internal organisasi, namun juga diarahkan untuk memperkuat kontribusi nyata pelaku jasa boga terhadap pembangunan Bali di tengah tantangan industri kuliner dan pariwisata yang terus berkembang.
Ketua DPD APJI Provinsi Bali, I G.A. Agung Inda Trimafo Yudha, menegaskan APJI Bali ingin hadir lebih kuat sebagai organisasi yang profesional, aktif, dan relevan dengan kebutuhan zaman. “APJI Bali memiliki tanggung jawab untuk memastikan pelaku jasa boga di Bali semakin profesional, berstandar, dan mampu menjawab kebutuhan zaman. Jasa boga bukan hanya tentang menyediakan makanan, tetapi tentang kualitas, higienitas, pelayanan, keberlanjutan, serta kontribusi terhadap ekonomi daerah. Melalui Rakerda ini, kami ingin membangun APJI Bali yang lebih solid, lebih aktif, dan lebih bermakna bagi anggota serta masyarakat,” ujar Inda Yudha di Denpasar, pada Jumat (22/5/2026).
Rangkaian kegiatan Rakerda APJI Bali 2026 disusun secara komprehensif mulai dari pembukaan resmi, laporan panitia, sambutan organisasi dan pemangku kepentingan, keynote speech, penandatanganan nota kesepahaman (MoU), pelantikan pengurus DPC APJI Kabupaten Kota, Sustainable Market, talkshow edukatif, hingga sidang pleno dan pembahasan komisi.
Salah satu agenda penting adalah penandatanganan MoU antara GAPEMBI Bali atau Gabungan Pengusaha Makan Bergizi Indonesia Provinsi Bali dengan DPD APJI Bali. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi dalam bidang makan bergizi, peningkatan kualitas layanan jasa boga, serta mendukung program program pemerintah yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Isu makan bergizi dan ketahanan pangan memang menjadi perhatian utama dalam Rakerda kali ini. APJI Bali menilai jasa boga memiliki peran vital dalam menciptakan kualitas pangan yang aman, sehat, higienis, dan berkelanjutan, terutama di daerah pariwisata seperti Bali yang sangat bergantung pada kualitas layanan makanan dan minuman.
Selain itu, pelantikan pengurus DPC APJI Kabupaten Kota se Bali menjadi bagian penting dalam penguatan struktur organisasi hingga tingkat daerah. Dengan terbentuknya kepengurusan yang aktif di masing masing wilayah, APJI Bali berharap koordinasi, pembinaan anggota, pendataan usaha, serta pelaksanaan program kerja dapat berjalan lebih efektif dan dekat dengan kebutuhan pelaku usaha jasa boga di lapangan.
Tak hanya fokus pada organisasi, APJI Bali juga menghadirkan Sustainable Market sebagai ruang promosi, edukasi, dan apresiasi bagi pelaku usaha kuliner, jasa boga, serta produk pendukung yang memiliki perhatian terhadap kualitas, keberlanjutan, dan pemanfaatan potensi lokal Bali.
Sustainable Market diharapkan menjadi ruang pertemuan antara anggota, mitra usaha, masyarakat, dan pelaku industri yang ingin mengembangkan praktik usaha lebih bertanggung jawab, ramah lingkungan, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Sementara itu, sesi talkshow dalam Rakerda dirancang sebagai ruang edukasi dan peningkatan kapasitas anggota APJI Bali. Para peserta akan mendapatkan wawasan terkait ketahanan pangan, makanan bergizi, pengelolaan food waste, sustainability, inovasi jasa boga, hingga peningkatan standar layanan agar pelaku usaha semakin profesional, kompetitif, dan memberi dampak positif bagi ekonomi daerah.
Dalam sidang pleno dan pembahasan komisi, Rakerda APJI Bali 2026 akan membahas tiga fokus utama yakni Komisi A tentang Organisasi dan AD ART, Komisi B tentang Program Kerja DPD Tahun 2026 2027, serta Komisi C tentang Keuangan Organisasi. Pembahasan ini diarahkan untuk menghasilkan keputusan dan rekomendasi yang realistis, terukur, dan dapat ditindaklanjuti secara konkret oleh pengurus DPD maupun DPC APJI Bali.
“Ke depan, APJI Bali perlu hadir lebih kuat sebagai mitra strategis pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kami ingin anggota APJI tidak hanya bertahan, tetapi naik kelas melalui pembinaan, pelatihan, digitalisasi, penguatan standar, dan kolaborasi yang membuka peluang lebih luas bagi pelaku jasa boga di Bali,” tambah Inda Yudha.
Melalui Rakerda I DPD APJI Provinsi Bali 2026, APJI Bali juga menegaskan komitmennya mendukung pelestarian kuliner Bali, pengurangan food waste, pemanfaatan bahan pangan lokal, serta penguatan industri kuliner sebagai bagian dari daya saing pariwisata Bali di tingkat nasional maupun internasional. Rakerda ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya konsolidasi organisasi yang lebih kuat sekaligus menghasilkan program kerja yang memberi manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, dan pembangunan ekonomi Bali secara berkelanjutan. ama/ksm









