Politik dan Sosial Budaya

Beli Beras Saja Tidak Mampu Saat Covid-19, Made Urip Ajak Kaum Milenial Jangan Malu Jadi Petani

Lanjutkan Buka Bimtek Hortikultura  Putaran Ketiga di Baturiti


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali melanjutkan turun ke bawah (Turba) untuk membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura, Kementerian Pertanian di Villa Gajah Mas, Baturiti, Tabanan, pada Selasa (22/8/2023). Kegiatan Bimtek Ditjen Hortikultura yang mengambil tema “Pemberdayaan Lahan Pekarangan sebagai Pangan dan Obat Keluarga” putaran ketiga ini, kembali berlangsung di Tabanan, usai dengan KWT (kelompok wanita tani) di Kabupaten Bangli dan Gianyar yang digelar secara maraton selama lima kali di seluruh Bali. Kali ini, kedatangan Ketua DPP Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga didampingi bakal calon Anggota DPRD Bali nomor urut 3 dari PDI Perjuangan di Dapil Tabanan, Ni Made Usmantari alias “M-U, bersama Ditjen Hortikultra, Kementerian Pertanian yang diwakili Fungsional Madya, Indra Husni, STP., MM., beserta Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM.

1th#ik-067.11/8/2023

Bimtek yang sengaja menyasar petani muda milenial di Tabanan ini, kembali mendatangkan dua narasumber dari BSIP Bali, Meilanie Ary Sandi) dan praktisi pertanian, I Ketut Punia. Salah satu peserta Bimtek yang juga petani milenial, Ni Putu Meilanie Ary Sandi mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang selalu turun mendukung para generasi muda milenial untuk ikut terjun langsung ke dunia pertanian. Seperti kegiatan Bimtek yang telah memberi berbagai ilmu dan pengetahuan yang dapat menarik minat kaum muda milenial agar mau ikut menjadi petani. “Karena itu, kami sangat berterima kasih kepada Bapak Made Urip yang selalu mendukung dan memperhatikan para petani muda milenial,” beber penekun pertanian organik itu. Di sisi lain, Kadis Pertanian Kabupaten Tabanan, I Made Subagia, selaku tuan rumah menyampaikan Bimtek ini sebagai salah satu aksi nyata untuk meningkatan kapasitas SDM pertanian menuju Tabanan Era Baru yang diinisiasi langsung oleh Made Urip yang sangat luar biasa membantu pembangunan sektor pertanian di Tabanan.

“Kalau tidak ada Pak Made Urip, maka kita tidak akan bisa melaksanakan kegiatan Bimtek untuk meningkatkan kapasitas petani di Tabanan,” bebernya, seraya menegaskan Bimtek ini akan memberikan pengetahuan praktis untuk mengurangi pupuk kimia dengan memanfaatkan pupuk organik, khususnya Pajale (padi, jagung dan kedelai). Selain itu, juga di bidang hortikultura untuk sayur-sayuran juga harus mulai berbudidaya dengan pupuk organik. Oleh karena itu, ia berharap selain petani dan ibu KWT, juga ada generasi muda milenial yang ikut bergerak untuk mengembangkan pertanian dengan produk lokal, termasuk bunga lokal seperti Bunga Gumitir Sudamala. Pihaknya juga akan mengundang pelaku pertanian untuk mengoptimalkan program penguatan dan ketahanan pangan di Tabanan untuk menghasilkan produk pangan yang lebih aman dan bermutu. Apalagi juga disediakan permodalan lewat KUR Bank BPD Bali yang siap mendukung membangun sektor pertanian di Tabanan. “Seperti program P2L (Pekarangan Pangan Lestari, red) yang juga terus didukung oleh Pak Made Urip bisa terus dikembangkan oleh Ibu-ibu PKK di Tabanan,” tandasnya.

1th#ik-072.21/8/2023

Sementara itu, Fungsional Madya, Ditjen Hortikultura, Kementerian Pertanian, Indra Husni, mengakui Bimtek sebagai kegiatan rutin di sektor pertanian dari Ditjen Hortilkultura, khususnya menyasar kaum milenial dan para KWT untuk meningkatan pendapatan keluarga. Meskipun lahan pekarangan dalam skalanya kecil, namun lewat KWT hasil produktififasnya bisa digabungkan agar memenuhi kebutuhan ekonomi. Selain itu, juga perlu input teknologi yang disesuaikan dengan sistem pertanian yang dikembangkan oleh generasi milenial. Terutama berkaitan dengan perubahan iklim yang menyebabkan musim selalu berubah sehingga dibutuhkan teknologi untuk manajemen pola tanam dan pengaturan kebutuhan air. Dikatakan, selain bantuan saprodi dari perjuangan Made Urip, juga ada program untuk meminimalkan resiko gagal panen dengan disiapkan asuransi pertanian, agar petani bisa kembali menanam. “Oleh karena itu, kami ucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip yang selalu mendukung program di sektor pertanian,” paparnya.

Di sisi lain, Mede Urip mengungkapkan kegiatan Bimtek tersebut berjalan berkat kerja sama dengan Kementerian Pertanian yang bergerak dari hulu ke hilir guna mengurus perut rakyat dan wong cilik atau kaum marhaen. Kerja sama inilah yang melahirkan Bimtek untuk meningkatkan kapasitas dan menyiapkan SDM pertanian, khususnya tentang hortikultura seperti sayur-sayuran, tanaman obat dan tananam hias. Ke depan akan terus didorong dan dikerjar, agar bisa terwujud one village one produk di Bali, khususnya di hortikultura. Oleh karena itu, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U itu, akan terus mendorong para KWT dan petani muda milenial, agar bisa terus mengelola dengan baik produk hortikultura lokal sebagai usaha ekonomi di pedesaan. Pihaknya juga mengaku selama 5 periode terpilih sebagai Anggota DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ke-7 di seluruh Indonesia ini, juga terus mendorong Pemerintah pusat agar segera meregenerasi penyuluh pertanian. Apalagi seharusnya minimal 1 desa sudah ada 1 penyuluh sebagai ujung tombak untuk memberikan informasi untuk memajukan sektor pertanian sampai di pelosok desa.

1bl#ik-016.4/4/2023

Selain itu, juga mendorong subsidi pupuk yang saat ini sudah sampai dianggarkan hingga Rp70 triliun, karena belum siap sepenuhnya menggunakan pupuk organik dan masih bergantung dengan pupuk kimia. Padahal seperti di Bali sudah dicanangkan Bali sebagai Pulau Organik, namun sangat disayangkan sumber produksi pupuk organik masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan petani. “Kalau kita bisa pakai pupuk organik ini, maka akan muncul biota-biota tanah yang sudah hampir punah,” ungkap M-U, sembari mengaku akan terus membantu dan memfasilitas berbagai program dan bantuan dari APBN untuk mendukung sumber produksi pupuk organik di Bali, misalnya melalui program UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik), maupun bantuan bibit sapi betina produktif. Disadari selama ini, hanya sektor pertanian yang bisa tumbuh positif yang sudah terbukti saat dampak pandemi Covid-19. “Makanya sektor pertanian ini harus diperkuat, dan jangan malu menjadi petani. Coba saat Covid-19, beli beras saja tidak mampu. Makanya sebagai petani khususnya anak muda geluti pertanian ini dengan tekun untuk ketahanan pangan kita. Mari kita jaga lahan pertanian dengan baik,” tegas kader banteng senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan tersebut. ama/ksm/yar


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button