Viral! Adi Wiryatama Turun ke Selokan, Warga Marga Heboh Ikut Bersihkan Sampah

Tabanan, PancarPOS | Pemandangan berbeda terlihat di Banjar Dinas Lebah, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Jumat (15/5/2026). Di tengah tumpukan lumpur, sampah plastik, dan selokan yang mulai tertutup endapan, sosok politikus senior Bali, Nyoman Adi Wiryatama, tampak turun langsung bersama warga melakukan gotong royong membersihkan saluran air.
Tidak ada sekat antara pejabat dan masyarakat. Mantan Bupati Tabanan dua periode yang juga pernah menjabat Ketua DPRD Bali itu viral, karena terlihat ikut memegang alat kebersihan, menyusuri selokan yang dipenuhi sampah dan sedimentasi. Warga pun tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut karena persoalan saluran air yang tersumbat memang menjadi kekhawatiran serius menjelang datangnya musim hujan.
Kegiatan gotong royong itu dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk mencegah banjir, genangan air, hingga potensi kerusakan lingkungan akibat buruknya sistem drainase yang dipicu tumpukan sampah. Selokan yang dibersihkan diketahui sudah cukup lama mengalami pendangkalan sehingga aliran air tidak berjalan maksimal.

Dalam kegiatan tersebut, Adi Wiryatama menegaskan bahwa persoalan sampah dan kebersihan lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah semata. Menurutnya, kesadaran kolektif masyarakat menjadi faktor utama untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. “Hari ini bersama masyarakat Banjar Dinas Lebah, Marga, kami melaksanakan gotong royong membersihkan selokan yang tertimbun sampah sebagai langkah antisipasi menghadapi musim hujan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia mengatakan budaya gotong royong harus tetap dijaga sebagai kekuatan sosial masyarakat Bali. Menurutnya, semangat kebersamaan seperti inilah yang selama ini menjadi fondasi kuat kehidupan masyarakat desa adat maupun masyarakat pedesaan di Bali. “Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi kunci menjaga kenyamanan serta keselamatan bersama. Semoga budaya gotong royong seperti ini terus tumbuh di tengah masyarakat,” katanya.
Pernyataan itu langsung mendapat sambutan positif dari warga yang ikut terlibat dalam aksi bersih-bersih tersebut. Mereka menilai kehadiran langsung seorang anggota DPR RI di lapangan memberikan motivasi tersendiri bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi lingkungan sekitar. Sejak pagi hari, warga sudah berkumpul membawa berbagai peralatan seperti cangkul, sekop, sabit, dan karung untuk mengangkat sampah dari selokan. Beberapa warga bahkan harus turun ke dalam saluran air yang dipenuhi lumpur hitam dan sampah rumah tangga. Aroma tidak sedap sempat menyengat di beberapa titik karena endapan sampah yang sudah lama tertahan.
Namun suasana gotong royong tetap berlangsung hangat. Warga terlihat saling membantu membersihkan saluran air yang selama ini menjadi jalur utama pembuangan air hujan di kawasan tersebut. Tumpukan sampah plastik, ranting pohon, daun kering, hingga sedimentasi lumpur diangkat secara manual. Bagi masyarakat Banjar Dinas Lebah, persoalan selokan tersumbat bukan hal baru. Ketika hujan deras turun, air sering meluap hingga masuk ke pekarangan rumah warga. Beberapa titik bahkan sempat mengalami genangan yang cukup mengganggu aktivitas masyarakat.
Karena itu, aksi gotong royong yang melibatkan masyarakat dan tokoh politik senior seperti Adi Wiryatama dianggap sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat bawah. Kondisi persoalan sampah memang menjadi tantangan serius di berbagai daerah di Bali, termasuk kawasan pedesaan. Perubahan pola konsumsi masyarakat, meningkatnya penggunaan plastik sekali pakai, serta lemahnya kesadaran sebagian warga membuat persoalan sampah semakin kompleks.
Tak hanya di kawasan perkotaan, desa-desa juga mulai menghadapi ancaman pencemaran lingkungan akibat buruknya pengelolaan sampah rumah tangga. Banyak saluran air yang akhirnya berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah liar. Situasi tersebut diperparah ketika musim hujan datang. Sampah yang menyumbat drainase menyebabkan aliran air tersendat sehingga meningkatkan risiko banjir dan kerusakan lingkungan.
Karena itu, Adi Wiryatama menilai gerakan gotong royong harus terus dihidupkan sebagai solusi nyata yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak cukup hanya mengandalkan petugas kebersihan atau pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa budaya gotong royong merupakan identitas sosial masyarakat Bali yang harus dijaga di tengah perubahan zaman. Jika budaya itu hilang, maka masyarakat akan semakin individualis dan persoalan lingkungan akan semakin sulit dikendalikan.
Sebagai tokoh senior politik Bali, perjalanan karier Adi Wiryatama memang cukup panjang. Ia dikenal luas sebagai figur yang pernah memimpin Kabupaten Tabanan selama dua periode sebagai bupati. Di masa kepemimpinannya, Tabanan dikenal cukup aktif mendorong pembangunan berbasis pertanian dan penguatan desa. Selain pernah menjadi Bupati Tabanan, ia juga sempat menjabat sebagai Ketua DPRD Bali. Pengalaman panjang di dunia pemerintahan dan politik membuat sosoknya cukup dikenal di kalangan masyarakat Bali, khususnya di Tabanan.
Kini sebagai anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Adi Wiryatama masih aktif turun ke masyarakat dan menyerap berbagai persoalan yang dihadapi warga, termasuk persoalan lingkungan dan kebersihan. Komisi IV DPR RI sendiri membidangi sejumlah sektor penting seperti pertanian, kehutanan, kelautan, dan lingkungan hidup. Karena itu, isu lingkungan menjadi salah satu perhatian yang terus ia dorong di tengah meningkatnya ancaman kerusakan alam dan persoalan sampah.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bali menghadapi persoalan lingkungan yang semakin berat. Selain masalah sampah plastik, sejumlah daerah juga mulai mengalami krisis air, pencemaran sungai, hingga kerusakan kawasan hijau akibat tekanan pembangunan. Jika kondisi itu tidak diantisipasi sejak sekarang, maka Bali dikhawatirkan akan menghadapi ancaman lingkungan yang semakin serius di masa depan.
Karena itu, gerakan sederhana seperti gotong royong membersihkan saluran air dinilai tetap memiliki dampak besar jika dilakukan secara konsisten dan melibatkan masyarakat luas. Namun seiring perkembangan zaman, budaya itu perlahan mulai memudar di beberapa tempat. Banyak masyarakat yang mulai menyerahkan seluruh persoalan lingkungan kepada pemerintah. Padahal, jika masyarakat tidak ikut menjaga kebersihan lingkungan, maka persoalan sampah tidak akan pernah selesai.
Dalam kegiatan tersebut, warga juga terlihat berdiskusi mengenai pentingnya menjaga kebersihan saluran air dan tidak membuang sampah sembarangan.
Kondisi seperti itu juga menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat karena genangan air berpotensi memicu penyebaran penyakit. Karena itu, aksi bersih-bersih lingkungan dianggap bukan sekadar kegiatan sosial biasa, tetapi bagian dari upaya menjaga keselamatan masyarakat secara bersama-sama. Adi Wiryatama juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Ia menilai pembangunan yang baik harus tetap memperhatikan keberlanjutan alam dan kualitas hidup masyarakat.
Menurutnya, Bali tidak boleh kehilangan identitas sebagai daerah yang menjunjung tinggi harmoni antara manusia dan lingkungan. Ia menilai semangat gotong royong menjadi salah satu warisan budaya yang harus dipertahankan untuk menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan di masa depan. Kegiatan gotong royong di Banjar Dinas Lebah akhirnya berlangsung hingga siang hari. Setelah saluran air dibersihkan, aliran air terlihat mulai lancar kembali. Tumpukan sampah yang berhasil diangkat kemudian dikumpulkan untuk dibuang ke tempat penampungan. ama/ksm/kel









