Olahraga dan Pendidikan

Pendampingan Total Universitas Warmadewa, Bikin UMKM Keripik Belut Naik Kelas

Dari Keuangan Digital Hingga Limbah Disulap Jadi Cuan


Badung, PancarPOS | Universitas Warmadewa kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui program pengabdian kepada masyarakat yang menyasar Kelompok Usaha UD Indra Dwi Ananda, produsen keripik belut di Desa Mengwitani, Kabupaten Badung. Pendampingan yang mengusung tema “Pendampingan Penguatan UMKM Keripik Belut melalui Tertib Keuangan, Strategi Pemasaran Terarah, dan Peningkatan Gizi Produk” ini menjadi bagian dari program Dukungan Pendanaan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Universitas Warmadewa.

Kegiatan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 itu menghadirkan pendekatan lintas disiplin dengan melibatkan dosen dari Fakultas Ekonomi dan Fakultas Kedokteran, serta mahasiswa Universitas Warmadewa. Kolaborasi tersebut bertujuan menghadirkan solusi menyeluruh terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelaku UMKM, mulai dari aspek manajemen usaha, pemasaran, kesehatan pangan hingga pengelolaan lingkungan.

Tim pengabdian terdiri atas dua dosen Fakultas Ekonomi, Gede Sanjaya Adi Putra dan Ida Bagus Manuaba, serta dua dosen bidang kedokteran, Kartika Sari dan Calista. Mereka didukung empat mahasiswa yang turut aktif mendampingi pelaku usaha selama proses pelatihan dan praktik di lapangan.

Berdasarkan hasil identifikasi awal, tim menemukan sejumlah persoalan yang menghambat perkembangan usaha. Pencatatan keuangan masih dilakukan secara sederhana sehingga menyulitkan pemilik usaha memantau arus kas maupun keuntungan. Di sisi lain, strategi pemasaran masih mengandalkan cara konvensional, sementara kualitas gizi produk belum mendapat perhatian maksimal. Pengelolaan limbah minyak jelantah juga belum dilakukan secara optimal sehingga berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan.

Tim pengabdian Universitas Warmadewa bersama pelaku UMKM UD Indra Dwi Ananda di Desa Mengwitani, Badung, saat memberikan pendampingan pengelolaan keuangan digital, strategi pemasaran, peningkatan kualitas gizi produk, serta inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomis. (foto: tim)

Melalui program pendampingan tersebut, Universitas Warmadewa memberikan pelatihan penggunaan aplikasi Akuntansi UKM (APIK) berbasis Android agar pelaku usaha mampu melakukan pencatatan transaksi secara sistematis, mengelola arus kas, hingga menyusun laporan keuangan sederhana secara lebih tertib, akurat, dan transparan.

Pada aspek pemasaran, pelaku UMKM dibekali strategi memperkuat daya saing produk melalui perbaikan desain kemasan, peningkatan nilai jual produk, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi untuk memperluas jangkauan pasar.

Sementara dari sisi kesehatan, tim memberikan edukasi mengenai peningkatan kualitas gizi keripik belut, mulai dari pemilihan bahan baku yang higienis hingga teknik pengolahan yang lebih sehat agar kandungan nutrisi tetap terjaga tanpa mengurangi cita rasa produk.

Tidak berhenti pada peningkatan kualitas produk, tim juga memperkenalkan inovasi pengolahan limbah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi bernilai ekonomis. Melalui praktik langsung, pelaku usaha diajarkan mengubah limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung konsep usaha ramah lingkungan.

Pendampingan tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Pelaku usaha kini mulai menerapkan pencatatan keuangan digital menggunakan aplikasi APIK, tampilan kemasan produk menjadi lebih menarik, serta strategi pemasaran yang lebih terarah mampu meningkatkan minat konsumen dan mendorong kenaikan penjualan.

Selain peningkatan dari sisi bisnis, pemilik usaha juga semakin memahami pentingnya menjaga kualitas gizi produk dan menerapkan pengelolaan limbah secara berkelanjutan. Dengan demikian, usaha yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Universitas Warmadewa menilai model pendampingan berbasis kolaborasi lintas disiplin ini dapat menjadi contoh pemberdayaan UMKM yang efektif. Sinergi antara bidang ekonomi dan kesehatan diyakini mampu menciptakan pelaku usaha yang lebih adaptif, inovatif, serta memiliki daya saing tinggi di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif.

Melalui program ini, Universitas Warmadewa kembali menegaskan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya berhenti pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga diwujudkan melalui kontribusi nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Pendampingan berkelanjutan diharapkan mampu melahirkan UMKM lokal yang tangguh, berkelanjutan, serta menjadi motor penggerak perekonomian daerah. ama/ksm


Back to top button