Ekonomi dan Bisnis

Nyoman Apriyuda, Perintis Jalan Gojek Jaga Keseimbangan Keluarga dan Kewajiban Adat


Denpasar, PancarPOS | Hampir satu dekade Nyoman Apriyuda (48) menghabiskan waktunya di jalanan Bali. Di atas sepeda motor, ia tidak hanya mencari nafkah untuk keluarga, tetapi juga menjalankan tanggung jawab sosial dan kewajiban adat yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.

Menjadi mitra pengemudi Gojek sejak masa awal kehadiran layanan transportasi berbasis aplikasi di Bali, Nyoman merasakan sendiri perubahan yang terjadi dari waktu ke waktu. Hampir sepuluh tahun bertahan di tengah dinamika pekerjaan dan berbagai tantangan operasional membuatnya kini menyandang predikat sebagai Mitra Perintis Jalan.

Bagi Nyoman, salah satu hal paling berharga dari pekerjaannya adalah fleksibilitas waktu. Ia dapat mengatur sendiri kapan harus bekerja, beristirahat, maupun meluangkan waktu untuk keluarga dan mengikuti kegiatan adat.

“Kalau ada upacara adat, saya bisa mengatur waktu. Setelah kewajiban selesai, saya bisa kembali bekerja,” demikian gambaran Nyoman mengenai arti fleksibilitas dalam pekerjaannya.

Fleksibilitas tersebut membuat pekerjaan sebagai mitra pengemudi tidak sekadar menjadi sumber penghasilan. Dari setiap perjalanan yang dijalani, kebutuhan rumah tangga tetap terpenuhi, sementara kewajiban sebagai bagian dari masyarakat adat juga dapat dilaksanakan.

Perjalanan Nyoman sebagai mitra Gojek bermula ketika layanan transportasi berbasis aplikasi masih tergolong baru bagi masyarakat Bali. Ia menjadi salah satu pengemudi generasi awal yang berani mengambil langkah dan bertahan ketika ekosistem tersebut belum sebesar sekarang.

Kesetiaan dan konsistensinya selama hampir satu dekade akhirnya mendapat apresiasi dari Gojek. Nyoman menjadi salah satu penerima smartphone baru dalam Program Apresiasi Mitra (PAM) yang diperluas Gojek sejak 2026.

Bagi Nyoman, perangkat tersebut bukan sekadar hadiah. Smartphone baru membuat kebutuhan pekerjaan dan urusan personal dapat dikelola dengan lebih nyaman karena sebelumnya ia harus menggunakan satu perangkat untuk berbagai keperluan.

Head of Ops Gojek, Bambang AW, mengatakan keberadaan para mitra pengemudi, terutama mereka yang telah menjadi bagian sejak awal, memiliki arti penting dalam perjalanan Gojek.

“Gojek dapat terus melangkah jauh hingga hari ini berkat kontribusi besar para Mitra Driver, khususnya para Perintis Jalan yang telah percaya dan tumbuh bersama kami sejak awal,” ujar Bambang.

Menurutnya, smartphone tersebut merupakan bentuk apresiasi atas perjalanan panjang para mitra sekaligus diharapkan membantu aktivitas operasional sehari-hari.

“Kami menyadari bagi mitra, ponsel bukan cuma alat komunikasi, melainkan instrumen utama untuk menjemput rezeki,” katanya.

Program Apresiasi Mitra Gojek pada 2026 diperluas dengan menyasar berbagai kebutuhan mitra pengemudi dan keluarganya. Bentuk apresiasi yang diberikan antara lain perlindungan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, BHR, beasiswa pendidikan anak, perlengkapan sekolah, poin Swadaya, kuota internet, paket Umrah, hingga apresiasi khusus bagi mitra driver di berbagai wilayah Indonesia.

Bambang menyebut program tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat bagi sekitar 9.000 mitra penerima beserta keluarganya.

Bagi Nyoman, smartphone baru itu menjadi pengingat bahwa perjalanan panjangnya sebagai mitra Gojek mendapat perhatian. Hampir sepuluh tahun melintasi panas dan hujan di jalanan Bali telah menjadi bagian dari perjalanan hidupnya.

Kini, dengan perangkat baru di tangan dan semangat yang tetap terjaga, Nyoman kembali melanjutkan aktivitasnya. Ia tetap mengayuh roda kehidupannya dengan satu tujuan: mencari nafkah, hadir untuk keluarga, sekaligus tetap menjalankan kewajiban sebagai bagian dari masyarakat adat Bali. ada/ama/ksm


Back to top button