Alumni Cipta Dharma Tembus Tujuh Kampus Dunia, Bryan Pilih University of Toronto dan Raih Beasiswa Garuda

Denpasar, PancarPOS | Mimpi kuliah di kampus kelas dunia bukan lagi sekadar angan bagi Bryan Junov Scofield Ramadhan. Alumni Cipta Dharma ini sukses membuat bangga dengan prestasi yang tak biasa, karena diterima di tujuh universitas ternama dunia, mulai dari Inggris, Australia hingga Kanada. Yang lebih membanggakan, Bryan juga berhasil meraih Beasiswa Garuda untuk mendukung perjalanan pendidikannya di luar negeri.
Kabar gembira itu semakin terasa istimewa ketika Bryan kembali mengunjungi Cipta Dharma Denpasar pada Rabu (26/8/2026). Kepulangannya bukan sekadar bernostalgia dengan guru dan siswa lainnya, tetapi membawa cerita tentang seorang anak muda yang kini bersiap menembus dunia melalui pendidikan.
Secara terpisah, Ketua Yayasan Pendidikan Nasional Umum Cipta Dharma, dr. Gede Bagus Darmayasa, M.M., M.Repro., mengaku tak bisa menyembunyikan rasa bangganya. Menurutnya, pencapaian Bryan menjadi kabar yang menggembirakan sekaligus suntikan semangat bagi para siswa lainnya untuk berani memasang mimpi setinggi mungkin.

“Bryan adalah bukti bahwa anak-anak kita mampu bersaing di tingkat internasional. Yang terpenting adalah memiliki kemauan, terus belajar dan berani mengambil kesempatan,” ujar dr. Bagus sapaan akrabnya. Dikatakan perjalanan Bryan menuju kampus impian memang tidak main-main. Ia berhasil mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan di tujuh universitas bergengsi dunia.
Dua kampus berada di Inggris, yakni University of Edinburgh dan University of Bristol. Dua lainnya berada di Kanada, yaitu University of Toronto St. George dan University of Toronto Mississauga. Sementara tiga kampus lainnya berada di Australia, yakni Monash University, University of Sydney, dan University of Western Australia. “Tujuh kampus menerima, namun satu pilihan harus ditentukan,” imbuhnya.
Setelah mempertimbangkan berbagai peluang dan masa depannya, Bryan akhirnya menjatuhkan pilihan pada University of Toronto St. George, Kanada. Pilihan itu sekaligus menjadi awal perjalanan baru Bryan untuk menimba ilmu dan pengalaman di lingkungan internasional.
Sebagai keluarga besar Cipta Dharma, keberhasilan Bryan bukan hanya soal daftar kampus yang berhasil ditembus. Ada pesan yang jauh lebih besar di baliknya: anak muda Indonesia, termasuk dari Bali, memiliki peluang yang sama untuk berdiri sejajar dengan generasi dari berbagai negara.

dr. Bagus yang juga dikenal sebagai Direktur Utama RS Puri Raharja, sekaligus seniman pelukis Bali ini, berharap kisah Bryan dapat menjadi pemantik semangat bagi generasi muda untuk tidak membatasi cita-citanya. “Jangan pernah merasa bahwa dunia itu terlalu jauh. Kalau kita mempersiapkan diri dengan baik, bekerja keras dan terus belajar, kesempatan itu bisa datang,” katanya. ama/ksm









