Olahraga dan Pendidikan

UNMAS Denpasar Kebanjiran Peminat, Gelombang II Tembus 1.014 Pendaftar

Rektor UNMAS Tegaskan Pesaingan Kedokteran Sangat Ketat, Seleksi Berdasarkan Kualitas dan Integritas


Denpasar, PancarPOS | Universitas Mahasaraswati (UNMAS) Denpasar kembali membuktikan kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap institusi pendidikan tersebut. Pada pelaksanaan Tes Gelombang II Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 yang berlangsung di Kampus UNMAS Denpasar, Jalan Kamboja Nomor 11A Denpasar, Minggu (7/6/2026), jumlah pendaftar tercatat mencapai 1.014 orang.

Berdasarkan data Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB) UNMAS Denpasar, jumlah tersebut terdiri dari 849 pendaftar jalur Reguler, 113 pendaftar Jalur Prestasi Akademik (JPA), 16 peserta Program Profesi (GP), 34 peserta Program Magister, dan dua peserta Program Doktoral. Tes dilaksanakan dalam dua sesi, yakni pukul 09.00–11.00 WITA dan pukul 11.00–13.00 WITA, dengan diikuti ratusan calon mahasiswa dari berbagai daerah di Bali maupun luar Bali.

Rektor UNMAS Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., saat didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya: Dr. I Gede Cahyadi Putra, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRA., mengatakan tingginya jumlah pendaftar menjadi bukti bahwa masyarakat masih menaruh kepercayaan besar kepada UNMAS sebagai salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Bali. Khususnya di Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi persaingannya sangat ketat karena sangat banyak jumlah peserta yang mendaftar.

Menurutnya, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan peningkatan kualitas pendidikan secara berkelanjutan. Karena itu, UNMAS terus melakukan penguatan kompetensi akademik, pengembangan teknologi pembelajaran, peningkatan kualitas dosen, hingga pembentukan karakter mahasiswa. Apalagi kampus ini menjadi perguruan tinggi swasta terbaik di Bali, NTB dan NTT.

Rektor UNMAS Denpasar Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., (kanan) didampingi Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya: Dr. I Gede Cahyadi Putra, S.E., M.Si., Ak., CA., CSRA., saat bertatap muka dengan orang tua peserta Tes Gelombang II Penerimaan Mahasiswa Baru Tahun Akademik 2026/2027 di Kampus UNMAS Denpasar, Minggu (7/6/2026). (foto: ama)

“Persaingan perguruan tinggi sekarang sangat ketat. Karena itu kami terus melakukan pembenahan dan peningkatan kualitas. Tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter mahasiswa, teknologi pembelajaran, fasilitas kampus, dan kualitas lulusan. Terutama kita sudah bangun untuk kedokteran lab yang baru dan dilengkapi dengan teknologi tinggi. Karena kita swasta lebih cepat bisa membeli peralatan kedokteran yang lebih canggih, termasuk kedokteran gigi bisa lebih cepat dibandingkan dengan dengan kampus negeri,” ujarnya.

Rektor juga menjelaskan bahwa pengembangan kampus terus dilakukan pada seluruh program studi dan fakultas, termasuk program-program unggulan seperti Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), program profesi, program magister, maupun program doktoral. Menurutnya, bidang pendidikan kesehatan memerlukan investasi yang sangat besar karena harus didukung laboratorium modern, fasilitas praktik, sarana pembelajaran mutakhir, serta sumber daya manusia yang kompeten.

Karena itu, universitas menetapkan ketentuan sumbangan pengembangan institusi yang berlaku secara resmi dan transparan. Untuk Fakultas Kedokteran, sumbangan pengembangan ditetapkan minimal Rp300 juta, sedangkan untuk Fakultas Kedokteran Gigi ditetapkan minimal Rp250 juta. Dana tersebut digunakan untuk mendukung pengembangan fasilitas pendidikan, laboratorium, sarana praktik mahasiswa, penguatan teknologi pembelajaran, serta peningkatan mutu pendidikan sesuai standar yang ditetapkan.

“Khusus program-program kesehatan, seperti FK dan FKG, tentu membutuhkan biaya pengembangan yang besar karena fasilitas dan standar yang harus dipenuhi juga sangat tinggi. Karena itu ada ketentuan resmi yang berlaku dan semuanya dilakukan secara terbuka,” jelasnya. Meski demikian, Prof. Sukewati menegaskan masyarakat tidak perlu mempercayai berbagai isu atau informasi yang berkembang di luar mekanisme resmi kampus terkait penerimaan mahasiswa baru.

Ia menekankan bahwa tidak ada praktik jual beli kursi ataupun pembayaran tertentu yang dapat menjamin seseorang diterima sebagai mahasiswa UNMAS. “Jangan percaya omongan di luar yang mengatakan harus membayar sekian agar bisa diterima. Yang menentukan diterima atau tidak adalah hasil seleksi dan kemampuan akademik peserta. Kami menjaga integritas proses penerimaan mahasiswa baru,” tegasnya.

Menurut Rektor, apabila terdapat pihak yang memiliki kemampuan ekonomi lebih dan ingin membantu pengembangan kampus, universitas terbuka menerima kontribusi sukarela sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan. “Kalau ada yang memiliki rezeki lebih dan ingin membantu pengembangan kampus, silakan. Mau membantu Rp50 juta, Rp100 juta, atau jumlah lainnya, tentu kami bersyukur. Tetapi bantuan itu tidak ada hubungannya dengan kelulusan atau penerimaan mahasiswa baru. Seleksi tetap berdasarkan kualitas akademik,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kampus tidak ingin muncul persepsi bahwa faktor finansial dapat menggantikan kemampuan akademik calon mahasiswa. “Kami harus menjaga kualitas pendidikan. Jangan sampai ada anggapan bahwa uang bisa menentukan kelulusan. Itu tidak benar. Yang kami lihat adalah kemampuan, kesiapan belajar, dan potensi akademik peserta,” katanya.

Terkait proses seleksi, Prof. Sukewati menjelaskan bahwa hasil tes akan diumumkan sesegera mungkin setelah seluruh tahapan penilaian selesai dilakukan. Namun pihak kampus tetap mengutamakan ketelitian dalam proses koreksi, skoring, dan verifikasi data peserta. Ia mengakui bahwa terdapat standar akademik tertentu yang harus dipenuhi calon mahasiswa. Standar tersebut diperlukan untuk memastikan mahasiswa yang diterima mampu mengikuti proses pendidikan dengan baik dan menyelesaikan studinya sesuai target yang ditetapkan.

“Kami tidak ingin main-main dengan kualitas. Ada standar yang harus dipenuhi. Karena tujuan kami bukan hanya menerima mahasiswa sebanyak-banyaknya, tetapi juga memastikan mereka mampu menyelesaikan pendidikan dengan kualitas yang baik. Karena tes ini menjadi patokan khususnya di kedokteran sebesar 80 persen, sisanya dari tes psikologi 10 persen dan nilai sumbangan hanya 10 persen,” ujarnya. Menurutnya, hasil tes juga tidak boleh menjadi beban psikologis berlebihan bagi peserta. Namun demikian, seleksi tetap harus dilakukan secara profesional agar mutu pendidikan tetap terjaga.

“Kami ingin memberikan kesempatan pendidikan kepada masyarakat seluas-luasnya, tetapi kualitas tetap harus menjadi prioritas. Karena itu seleksi dilakukan secara objektif, transparan, dan bertanggung jawab,” katanya. Dengan jumlah pendaftar yang telah menembus 1.014 orang pada Gelombang II, UNMAS Denpasar optimistis mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi swasta pilihan masyarakat Bali dan Indonesia. Melalui penguatan kualitas akademik, pengembangan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kedokteran Gigi, peningkatan fasilitas pendidikan, serta komitmen menjaga integritas dalam proses penerimaan mahasiswa baru, UNMAS terus berupaya mencetak lulusan yang unggul, profesional, berkarakter, dan mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. ama/ksm


Back to top button