Senin, April 13, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaPolitik dan Sosial BudayaAdi Wiryatama Sidak Bulog dan Pasar Kediri, Pastikan Stok Pangan Bali Aman...

Adi Wiryatama Sidak Bulog dan Pasar Kediri, Pastikan Stok Pangan Bali Aman Jelang Nyepi dan Lebaran

Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Nyoman Adi Wiryatama, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Gudang Bulog Kediri dan Pasar Tradisional Kediri, Kabupaten Tabanan, pada Rabu, 4 Maret 2026. Sidak tersebut dilakukan di tengah masa reses DPR RI dengan tujuan memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat Bali menjelang dua momentum besar keagamaan yang berlangsung hampir berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idulfitri.

Kunjungan ini menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPR RI terhadap sektor pangan nasional, khususnya dalam memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar dan stok pangan tetap aman di tingkat daerah. Dalam kegiatan tersebut, Adi Wiryatama didampingi oleh Kepala Perum Bulog Provinsi Bali, jajaran Satgas Pangan Polda Bali, serta Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan.

Kehadiran mantan Bupati Tabanan dua periode sekaligus mantan Ketua DPRD Provinsi Bali ini langsung menyedot perhatian para pedagang dan masyarakat di Pasar Kediri. Banyak pedagang yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan kondisi harga bahan pokok yang mereka rasakan dalam beberapa pekan terakhir.

Adi Wiryatama mengatakan, sidak ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan pokok menjelang hari raya. Menurutnya, dua momentum keagamaan besar yang datang hampir bersamaan berpotensi meningkatkan permintaan pangan secara signifikan.

Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Nyoman Adi Wiryatama saat melakukan sidak harga dan ketersediaan bahan pokok di Pasar Tradisional Kediri, Kabupaten Tabanan, Rabu (4/3/2026). Sidak yang dilakukan dalam masa reses tersebut untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan masyarakat menjelang Hari Raya Nyepi dan Idulfitri. (foto: wir)

Ia menegaskan bahwa pemerintah harus hadir memastikan distribusi pangan berjalan normal sehingga tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang tidak terkendali. “Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi pertanian, pangan, dan kelautan, saya ingin memastikan langsung kondisi di lapangan. Apalagi kita akan menghadapi dua hari raya besar, Nyepi dan Lebaran. Biasanya permintaan kebutuhan pokok meningkat tajam,” ujarnya di sela-sela sidak.

Saat meninjau langsung aktivitas perdagangan di Pasar Kediri, Adi Wiryatama mendapati bahwa sebagian besar harga bahan pokok relatif stabil. Harga beras di tingkat pedagang masih berada pada kisaran yang wajar dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan. Begitu pula dengan harga minyak goreng yang masih terpantau stabil di pasaran. Para pedagang mengaku pasokan minyak goreng masih lancar dan tidak mengalami kendala distribusi.

Namun demikian, satu komoditas yang mengalami lonjakan cukup signifikan adalah cabai keriting. Di sejumlah lapak pedagang sayur, harga cabai keriting tercatat mencapai Rp105 ribu per kilogram. Lonjakan harga cabai tersebut disinyalir terjadi akibat berkurangnya pasokan dari daerah sentra produksi, sementara permintaan pasar meningkat menjelang hari raya. Adi Wiryatama mengaku cukup mencermati kenaikan harga cabai tersebut. Ia meminta instansi terkait untuk melakukan langkah stabilisasi agar harga tidak semakin melonjak.

Menurutnya, komoditas hortikultura seperti cabai memang kerap mengalami fluktuasi harga karena sangat dipengaruhi oleh faktor produksi, cuaca, serta distribusi. Meski demikian, ia menilai lonjakan harga cabai masih dalam batas yang bisa dipantau, selama pasokan tetap tersedia dan tidak terjadi kelangkaan di pasar. “Kita melihat sebagian besar harga kebutuhan pokok relatif stabil. Beras aman, minyak goreng stabil. Memang ada kenaikan pada cabai keriting sampai Rp105 ribu per kilogram, tetapi ini harus segera diantisipasi agar tidak terus melonjak,” katanya.

Selain berdialog dengan para pedagang, Adi Wiryatama juga menyempatkan berbincang langsung dengan sejumlah pembeli yang sedang berbelanja kebutuhan rumah tangga. Ia ingin mengetahui secara langsung bagaimana kondisi harga bahan pokok dirasakan oleh masyarakat. Beberapa warga mengaku harga bahan pokok secara umum masih bisa dijangkau, meskipun ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Setelah melakukan peninjauan di Pasar Kediri, rombongan kemudian melanjutkan sidak ke Gudang Bulog Kediri di Kabupaten Tabanan.

Di lokasi tersebut, Adi Wiryatama meninjau langsung kondisi penyimpanan beras serta mendengarkan laporan dari kepala gudang mengenai stok yang tersedia. Berdasarkan laporan yang disampaikan pihak Bulog, stok beras di gudang tersebut masih dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Nyepi dan Lebaran. Kepala gudang melaporkan bahwa cadangan beras pemerintah yang tersimpan di Gudang Bulog Kediri cukup untuk menjaga stabilitas pasokan di wilayah Bali.

Namun dalam peninjauan tersebut, Adi Wiryatama juga menemukan bahwa masih terdapat sejumlah stok beras yang memiliki label luar negeri. Beberapa karung beras tercatat berasal dari negara Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Meski demikian, komposisi stok beras di gudang tersebut saat ini sudah didominasi oleh beras produksi dalam negeri. Berdasarkan laporan Bulog, sekitar 70 persen stok beras yang tersedia merupakan hasil produksi dalam negeri, sementara sekitar 30 persen lainnya merupakan beras impor.

Adi Wiryatama menilai kondisi tersebut masih wajar dalam konteks pengelolaan cadangan pangan nasional. Ia menjelaskan bahwa kebijakan impor beras biasanya dilakukan pemerintah untuk menjaga stabilitas harga serta memastikan ketersediaan stok nasional ketika produksi dalam negeri belum mencukupi. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pemerintah tetap harus mengutamakan hasil produksi petani dalam negeri.

Menurutnya, keberpihakan terhadap petani lokal menjadi hal penting dalam menjaga kedaulatan pangan nasional. “Kita melihat memang masih ada beras impor dari Thailand, Vietnam, dan Pakistan. Tetapi komposisinya sudah lebih banyak beras produksi dalam negeri, sekitar 70 persen. Ini menunjukkan bahwa produksi dalam negeri tetap menjadi prioritas,” jelasnya.

Ia juga menekankan pentingnya penguatan sektor pertanian dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor dapat terus dikurangi. Menurut Adi Wiryatama, Indonesia sebagai negara agraris sebenarnya memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. Namun berbagai tantangan seperti alih fungsi lahan, perubahan iklim, serta distribusi hasil panen masih menjadi persoalan yang harus diselesaikan secara serius.

Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Bali, ia menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada petani dan sektor pertanian. Ia juga berharap pemerintah pusat dan daerah dapat terus bersinergi dalam menjaga stabilitas pangan. Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tabanan yang turut mendampingi sidak tersebut menyatakan bahwa secara umum kondisi ketersediaan pangan di wilayah Tabanan masih aman.

Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan terhadap distribusi bahan pokok di pasar-pasar tradisional untuk memastikan tidak terjadi kelangkaan. Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan Bulog serta Satgas Pangan untuk menjaga stabilitas harga. Satgas Pangan Polda Bali yang ikut dalam kegiatan tersebut juga menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pengawasan terhadap potensi penimbunan maupun praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.

Pengawasan terhadap distribusi pangan akan terus diperketat terutama menjelang hari raya ketika permintaan pasar meningkat. Adi Wiryatama mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah, Bulog, dan aparat kepolisian dalam menjaga stabilitas pangan di Bali. Ia berharap kerja sama tersebut dapat terus diperkuat sehingga masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan harga atau kelangkaan bahan pokok menjelang hari raya. “Kita ingin memastikan masyarakat Bali bisa menjalani Hari Raya Nyepi dan Lebaran dengan tenang tanpa khawatir soal kebutuhan pangan,” ujarnya. Ia juga mengingatkan bahwa stabilitas pangan merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat. ama/ksm/kel

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img