Olahraga dan Pendidikan

Unmas Denpasar Hadirkan “Hangat Sehat” di Pejeng Kawan, Lansia Belajar Membuat Minyak Gosok Herbal Berbasis VCO


Gianyar, PancarPOS | Menjaga kesehatan di usia lanjut tidak selalu harus dimulai dari hal yang rumit. Pengetahuan sederhana, keterampilan praktis, dan pemanfaatan bahan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat menjadi bekal berharga untuk menjalani hari dengan lebih nyaman.

Semangat itulah yang dibawa Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “HANGAT SEHAT: Pemberdayaan Lansia melalui Edukasi dan Pelatihan Pembuatan Minyak Gosok Herbal Berbasis VCO di Desa Pejeng Kawan”.

Kegiatan yang dilaksanakan di Sekolah Lansia Desa Pejeng Kawan pada Kamis, 20 Agustus 2026, tersebut diikuti 21 anggota Sekolah Lansia Desa Pejeng Kawan.

Program ini mengangkat persoalan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari para lansia, salah satunya keluhan pegal setelah melakukan aktivitas fisik, termasuk kegiatan senam lansia.

Tidak hanya memberikan edukasi kesehatan, tim Unmas Denpasar juga membekali peserta dengan keterampilan praktis membuat minyak gosok herbal berbasis Virgin Coconut Oil atau VCO.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diketuai dr. I Nyoman Gede Semarajana, M.A.R.S., bersama 33 mahasiswa Unmas Denpasar.

Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, para peserta mendapatkan pemahaman mengenai keluhan pegal yang kerap dialami lansia serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

Tim juga memberikan pemahaman mengenai penggunaan minyak gosok secara tepat. Ditekankan bahwa minyak gosok tidak menggantikan obat maupun pengobatan dari dokter, melainkan dapat digunakan sebagai upaya komplementer untuk membantu memberikan rasa nyaman pada keluhan pegal.

Selain menerima materi, peserta juga diajak langsung mengenal bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan minyak gosok herbal.

Bahan yang diperkenalkan antara lain VCO, jahe, serai, dan cengkeh. Tim menjelaskan fungsi masing-masing bahan sekaligus memperagakan tahapan preparasi hingga proses pembuatan minyak gosok secara bertahap.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan dan aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari jenis bahan yang digunakan, fungsi bahan, hingga proses pembuatannya.

Demonstrasi dilakukan secara perlahan agar mudah diikuti peserta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.

Sejumlah peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai pemanfaatan bahan herbal yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar. Bahkan, ada peserta yang menyampaikan keinginan untuk mencoba kembali membuat minyak gosok tersebut secara mandiri di rumah.

Bagi Unmas Denpasar, kegiatan HANGAT SEHAT tidak sekadar menjadi ruang untuk menyampaikan materi kesehatan. Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat melalui pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pendekatan tersebut juga selaras dengan visi Unmas Denpasar sebagai perguruan tinggi yang bermutu dan berbudaya.

Aspek mutu diwujudkan melalui penyampaian edukasi kesehatan secara sistematis, materi yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta, serta evaluasi terhadap pemahaman yang diperoleh selama kegiatan.

Sementara nilai budaya tercermin dalam pendekatan yang menghargai masyarakat, memberdayakan potensi lokal, dan mengenalkan pemanfaatan bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar lingkungan masyarakat.

Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta. Keaktifan lansia dalam berdiskusi, kemampuan menjawab pertanyaan, serta ketertarikan untuk kembali mempraktikkan pembuatan minyak gosok menjadi gambaran bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman dan keterampilan yang relevan bagi mereka.

Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, Unmas Denpasar ingin terus hadir tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang ikut memberikan kontribusi dan solusi sesuai kebutuhan komunitas.

HANGAT SEHAT pun menjadi langkah sederhana yang membawa makna lebih luas, yakni menghadirkan edukasi kesehatan, mendorong kemandirian masyarakat, sekaligus menjaga nilai budaya dan kearifan lokal dalam kehidupan sehari-hari. ama/ksm


Back to top button