I Ketut Budiyana Resmi Daftar Calon Ketua IMI Bali, Bawa Semangat Bersatu dan Berprestasi

Denpasar, PancarPOS | Tokoh otomotif Bali, I Ketut Budiyana, SE., SH, yang akrab disapa Usrox, resmi menyatakan kesiapannya mengikuti bursa calon Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Pengprov Bali periode 2026–2030.
Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan menyerahkan berkas pendaftaran ke Sekretariat IMI Bali, Denpasar, .pada 31 Agustus 2026. Dalam proses pendaftaran tersebut, Usrox turut didampingi sejumlah perwakilan komunitas motor yang datang memberikan dukungan.
Keikutsertaan dalam bursa calon Ketua IMI Bali ini, menurut Usrox, merupakan bagian dari keinginannya untuk ikut berkontribusi dalam membangun dunia otomotif Bali secara bersama-sama.
Ia membawa visi “IMI Bali yang Bersatu, Berprestasi, dan Berdampak untuk Bali dan Indonesia”.
Visi tersebut diterjemahkan dalam gagasan untuk menjadikan IMI Bali sebagai rumah besar otomotif Bali yang mengutamakan keselamatan, prestasi olahraga, serta kolaborasi dengan sektor pariwisata demi kemajuan komunitas dan daerah.
“Saya datang dengan niat untuk ikut berkontribusi dan bekerja bersama. Bali memiliki potensi otomotif yang besar, baik dari sisi atlet, klub, komunitas maupun industri pendukungnya. Mudah-mudahan potensi tersebut bisa kita kembangkan bersama sehingga memberikan manfaat yang lebih luas,” ujar Usrox usai menyerahkan berkas pendaftaran.
Dalam gagasannya, terdapat enam misi utama yang ingin didorong apabila mendapat kepercayaan memimpin IMI Bali.
Pertama, SATUKAN, dengan menempatkan persatuan dan profesionalisme komunitas sebagai dasar organisasi. Gagasan yang dibawa adalah “Satu Data, Satu Komunitas, Satu Tujuan”.
Melalui misi tersebut, ia mendorong pengelolaan data anggota secara lebih terintegrasi melalui platform digital seperti MyIMI. Selain itu, seluruh klub motor, klub mobil, komunitas touring, hingga UMKM otomotif di sembilan kabupaten/kota di Bali diharapkan dapat memiliki ruang yang sama dalam keluarga besar IMI.
“IMI Bali harus menjadi rumah yang nyaman dan adil untuk semua. Baik komunitas balap, touring, modifikasi maupun kendaraan klasik, semuanya memiliki tempat dan kontribusi masing-masing,” katanya.
Misi kedua adalah PRESTASI, yakni mendorong lahirnya atlet dan event otomotif yang berkelas. Pembinaan diharapkan dimulai sejak usia dini hingga tingkat profesional sehingga atlet-atlet Bali memiliki kesempatan untuk berkembang dan berkompetisi di tingkat nasional maupun internasional.
Selain pembinaan atlet, penyelenggaraan berbagai kegiatan otomotif yang aman dan sesuai ketentuan juga menjadi perhatian, seperti drag race, slalom, grasstrack hingga touring wisata.
Bali juga diharapkan dapat semakin banyak menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan otomotif nasional maupun ASEAN.
Misi ketiga adalah AMAN. Usrox ingin mendorong IMI Bali menjadi bagian dari upaya membangun budaya keselamatan dan ketertiban berkendara.
Edukasi keselamatan berkendara diharapkan tidak hanya menyasar masyarakat Bali, tetapi juga wisatawan yang menggunakan kendaraan selama berada di Pulau Dewata.
Untuk mendukung hal tersebut, ia membuka gagasan kolaborasi dengan Polda Bali, Dinas Perhubungan, desa adat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya dalam kampanye tertib berlalu lintas.
Persoalan knalpot tidak sesuai ketentuan dan balap liar juga menjadi perhatian. Menurutnya, minat dan hobi otomotif perlu diarahkan ke kegiatan serta lokasi yang resmi dan aman.
“Semangatnya bukan melarang orang mencintai otomotif, tetapi bagaimana hobi dan energi anak-anak muda bisa disalurkan dengan baik, aman, dan tetap memberikan prestasi,” ujarnya.
Misi keempat adalah DAMPAK, yaitu menjadikan otomotif sebagai salah satu bagian dari penggerak ekonomi dan pariwisata Bali.
Menurut Usrox, kegiatan otomotif memiliki potensi untuk mendatangkan wisatawan sekaligus memberikan dampak kepada hotel, restoran, UMKM, kuliner dan berbagai sektor usaha lainnya.
Touring komunitas juga dapat diarahkan untuk memperkenalkan destinasi-destinasi baru di Bali, sementara industri kreatif seperti modifikasi dan aftermarket di Bali diharapkan mampu berkembang dan memiliki pasar yang lebih luas hingga tingkat nasional.
Misi kelima adalah HIJAU atau mendorong otomotif yang lebih berkelanjutan.
Perkembangan kendaraan listrik dan energi alternatif dinilai perlu mendapat ruang dalam ekosistem otomotif Bali. Kegiatan otomotif juga diharapkan semakin memperhatikan lingkungan, salah satunya melalui kegiatan penanaman pohon dalam pelaksanaan event.
Selain itu, edukasi mengenai modifikasi yang lebih ramah lingkungan juga menjadi bagian dari gagasan tersebut.
Sementara misi keenam adalah PEDULI, yang menempatkan kepedulian sosial dan solidaritas sebagai bagian dari kehidupan organisasi.
Melalui semangat “Standing & Growing Together”, Usrox membawa gagasan IMI Peduli yang dapat diarahkan untuk kegiatan sosial, santunan, bantuan ketika terjadi bencana hingga donor darah.
Ia juga menggagas perlindungan bagi anggota aktif melalui KTA digital yang dapat dikembangkan bersama program asuransi maupun perlindungan anggota.
Di sisi lain, UMKM otomotif, termasuk bengkel dan pelaku usaha apparel otomotif, juga diharapkan dapat memperoleh ruang pembinaan agar mampu berkembang bersama ekosistem otomotif Bali.
Seluruh gagasan tersebut kemudian dirangkum dalam tiga nilai utama yang ingin dibawa, yakni Bersatu, Berprestasi dan Bermanfaat.
Bersatu berarti tidak membedakan senior maupun junior karena seluruh anggota merupakan bagian dari keluarga besar otomotif.
Berprestasi berarti mendorong perkembangan otomotif Bali, baik dari sisi olahraga dan sirkuit maupun kegiatan yang terhubung dengan pariwisata.
Sedangkan Bermanfaat berarti setiap kegiatan dan keberadaan IMI diharapkan memberikan manfaat bagi anggota, masyarakat, Bali dan Indonesia.
Untuk semangat kampanye, Usrox membawa pilihan tagline “Bali Gas Pol! Bersatu, Berprestasi, Bermartabat” atau “IMI Bali: Rumah Kita, Prestasi Kita, Aman Kita”.
Namun, ia menegaskan bahwa pencalonan tersebut tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan satu pihak dengan pihak lainnya.
Menurutnya, proses pemilihan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan harus dijalani dengan suasana yang sehat, kekeluargaan serta tetap menghormati seluruh pihak yang terlibat.
“Saya menghormati semua pihak yang ada di IMI Bali. Ini bukan tentang siapa yang paling baik, tetapi bagaimana kita bersama-sama memikirkan apa yang bisa dilakukan untuk otomotif Bali ke depan. Saya sendiri siap mengikuti seluruh proses dan mekanisme yang berlaku,” katanya.
Dukungan dari sejumlah komunitas yang hadir saat pendaftaran juga disebutnya sebagai sebuah bentuk kebersamaan. Ia berharap dukungan tersebut dapat menjadi energi untuk mengikuti seluruh tahapan Musprov IMI Bali dengan baik.
Penyerahan berkas pada 31 Agustus 2026 sekaligus menandai dimulainya proses bagi Usrox untuk mengikuti tahapan verifikasi dan mekanisme pencalonan yang telah ditetapkan organisasi.
Musyawarah Provinsi (Musprov) IMI Bali sendiri dijadwalkan berlangsung pada 19 September 2026. Seluruh proses selanjutnya akan diserahkan kepada mekanisme organisasi dan peserta Musprov.
“Yang paling penting bagi saya adalah menjaga suasana tetap baik. Kita semua sama-sama mencintai otomotif. Apa pun hasilnya nanti, semoga persaudaraan dan kebersamaan keluarga besar otomotif Bali tetap terjaga,” ujar Usrox.
Dengan semangat “Bersatu, Berprestasi, dan Bermanfaat”, I Ketut Budiyana berharap pencalonannya dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk membawa dunia otomotif Bali terus berkembang, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi olahraga, keselamatan, pariwisata, ekonomi dan masyarakat Bali. ama/ksm









