Rektor Unmas Tempa Semangat Kebangsaan di Lemhannas, Siap Bawa Energi Merah Putih ke Kampus

Jakarta, PancarPOS | Di tengah derasnya perubahan zaman dan tantangan terhadap persatuan bangsa, penguatan nilai-nilai kebangsaan menjadi sebuah kebutuhan yang tak bisa ditawar. Komitmen itulah yang dibawa Rektor Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar, Prof. Dr. I Ketut Sukewati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum., saat mengikuti Pelatihan untuk Pelatih atau Training of Trainers (ToT) Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Lemhannas RI Angkatan ke-40 di Jakarta.
Pelatihan yang berlangsung mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026 tersebut digelar di Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI), Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.
Bagi Prof. Lanang Perbawa, keikutsertaan dalam pelatihan tersebut memiliki makna penting, terutama bagi dunia pendidikan. Kampus, menurutnya, tidak hanya memiliki tanggung jawab mencetak lulusan yang cerdas secara akademik, tetapi juga generasi yang memiliki karakter kuat, cinta tanah air dan memahami jati diri bangsanya.
“Nilai-nilai kebangsaan harus terus diperkuat, terutama kepada generasi muda. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki karakter, integritas dan komitmen terhadap bangsa dan negara,” ujar Prof. Lanang Perbawa.
Pelatihan ToT Pemantapan Nilai-Nilai Kebangsaan Angkatan ke-40 merupakan program Lemhannas RI yang ditujukan bagi kalangan pendidik, termasuk dosen, guru dan widyaiswara. Para peserta dibekali pemahaman dan kemampuan untuk menjadi agen yang mampu menularkan serta memperkuat nilai-nilai kebangsaan di lingkungan masing-masing.
Menurut Prof. Lanang Perbawa, pendidikan nilai kebangsaan harus terus disampaikan dengan pendekatan yang relevan dengan perkembangan zaman. Generasi muda saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari derasnya arus informasi hingga perubahan sosial yang sangat cepat.
Karena itu, semangat persatuan, gotong royong dan cinta tanah air harus tetap menjadi fondasi yang kuat.
“Kebangsaan bukan hanya menjadi materi yang dipelajari, tetapi harus menjadi nilai yang hidup dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Inilah yang harus terus kita bangun bersama, termasuk melalui dunia pendidikan,” tegasnya.
Rektor Unmas Denpasar ini menilai Lemhannas RI memiliki peran strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan ketahanan nasional. Pelatihan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk memperdalam pemahaman sekaligus membangun jejaring dan bertukar gagasan dengan para peserta dari berbagai latar belakang.
Pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan, lanjutnya, diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas setelah kembali ke Bali, khususnya dalam memperkuat pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan di lingkungan akademik maupun masyarakat.
Sebagai Rektor Unmas Denpasar, Prof. Lanang Perbawa berkomitmen untuk terus mendorong kampus menjadi ruang tumbuh bagi generasi yang memiliki kompetensi global tanpa kehilangan akar kebangsaan dan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.
“Generasi muda boleh dan harus berpikiran global, tetapi jangan sampai kehilangan jati diri. Kemajuan bangsa sangat ditentukan oleh kualitas manusianya, dan karakter kebangsaan adalah salah satu fondasi terpentingnya,” katanya. ama/ksm









