Politik dan Sosial Budaya

Bernilai Jual Tinggi di Pasar Ekspor, Made Urip Genjot Bimtek Pengolahan Porang


Tabanan, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali membuka secara resmi Bimbingan Teknis (Bimtek) Tananam Pangan Teknologi Pengolahan Porang sebagai Sumber Pangan Alternatif bekerjasama dengan Kementerian Pertanian. Pesertanya para petani dan krama subak dari Kabupaten Tabanan dan Jembrana dengan mengikuti protokol kesehatan yang berlangsung di Desa Bedha, Tabanan, Jumat (24/9/2021). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang akrab disapa M-U ini, terus menggenjot peningkatan kapasitas petani dan penyuluh di Bali yang usianya semakin “over seks” alias lebih banyak berusia lansia, karena belum banyak generasi muda atau milenial yang tertarik bertani. Pembukaan Bimtek kali ini, dihadiri Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang diwakili Kasubag Tata Usaha Perbenihan, Nur Agung Wasana, SE., bersama Fungsional Penyuluh Utama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali Ir. I Made Oka Parwata, dan Kadis Pertanian Tabanan Ir. I Nyoman Budana, beserta para narasuber dari pakar porang Ibnu Tanjung dan Petani Muda Keren.

1bl#ik-21/8/2021

Salah satu peserta, Ni Wayan Sri Astini yang juga Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sari Kencana mengaku sangat berterimakasih kapada Made Urip yang telah memberikan kesempatan bagi petani untuk mengikuti BImtek tentang cara pengolahan porang, sehingga memberikan pengetahuan dan wawasan baru bertani porang. Selain itu, juga memberikan motivasi kepada generasi muda ke depan, agar lebih tertarik terjun ke dunia pertanian. “Kami sangat berharap kepada Pak Made Urip, agar juga bisa memberikan bantuan bibit porang kepada para petani untuk mengembangkan komoditas porang ini,” katanya dengan penuh semangat. Di sisi lain, mewakili Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Made Oka Parwata menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Made Urip yang terus gencar menggelar pelatihan maupun Bimtek kepada petani dan penyuluh sebagai bentuk motivasi membangkitkan sektor pertanian di tengah pandemi Covid-19. Apalagi hanya sektor pertanian yang tetap bisa tumbuh positif dibandingkan dengan sektor lainya terutama pariwisata yang sudah kolap. Menyadari kondisi tersebut di masa pandemi menjadi titik balik di sektor pertanian, sehingga Pemprov Bali juga melakukan transformasi di sektor pertanian sebagai pundamental perekonomian yang bersinergi dengan pariwisata. Seperti Bimtek ini, sebagai salah satu kontribusi dari Made Urip yang sejalan untuk membangun kebangkitan sektor pertanian di Bali. “Kami atas nama dinas pertanian kembali mengucapkan terimakasih atas perhatian dan dukungan Pak Urip selama ini, sehingga ke depan petani tidak lagi over seks atau umur di atas seket (petani diatas 50 tahun, red),” sentilnya.

1bl#il-10/9/2021

Di saat yang sama, Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang diwakili Kasubag Tata Usaha Perbenihan, Nur Agung Wasana, juga mengucapkan terimakasih atas kerjasama dan inisiatif Made Urip melaksanakan Bimtek untuk mendukung pengolaan porang sebagai pangan alternatif, sekaligus menjadi komoditas baru yang mulai berkembang pesat. Karena dari umbi porang bisa sebagai makanan sehat di masa depan, karena mempunyai karbohidrat atau kadar gula yang rendah, sehngga bisa menjadi pangan pengganti beras. Selain itu, juga sebagai komoditas ekspor yang biasa dipakai untuk bahan lem, dan kosmetik, sehingga mempunyai nilai strategis dan ekonomis untuk dikembangkan. Bahkan, sesuai catatan ekspor tahuh 2018 sebanyak 215 ton porang dikirim ke Jepang, Tiongkok dan Australia yang memiliki nilai jual yang tinggi, sehingga Made Urip sengaja mengangkat pengolahan porang sebagai tema Bimtek kali ini. “Kita juga mendatangkan langsung pakar budidaya porang Bapak Ibnu Tanjung sebagai narasumber. Kami berharap peserta bisa mengikuti dengan baik Bimtek ini,” tutupnya. Sementara itu, Made Urip mengakui kegiatan Bimtek ini sebagai hasil recofusing dari anggaran Covid-19 di seluruh Indonesia yang digunakan sebagai dana pemulihan ekonomi nasional (PEN). Apalagi kebetulan dilaksanakan bertepatan dengan Hari Tani Nasional, sehingga tetap bersyukur pertanian di Bali masih tetap tangguh dan masih bisa bertahan di masa pandemi Covid-19. Di samping itu, Petani Muda Keren juga terus bergerak mengajak generasi muda milenial untuk menekuni sektor pertanian di Bali, sehingga perekonimian bisa tumbuh karena selama ini hampir 70 persen masyarakat hanya bergantung di sektor pariwisata.

1bl#ik-21/7/2021

Terbukti dari pergerakan pariwisata sangat lesu, namun untungnya di Bali masih punya aset berharga bernama subak yang harus terus dipelihara dan dilestarikan. “Karena itu, Hari Tani Nasional pada 24 September ini, kita harus bisa menerung, salah satunya agar bisa menggenjot sektor pertanian karena tidak ada jalan lain lagi. Saya bangga peserta sangat antusias mengikuti Bimtek yang disajikan langsung pakar porang, sehingga diharapkan bisa terus dilakukan dan dikembangkan di Tabanan dan Jembrana. Saya akan membantu mencari akses program ke depan, seperti P2L (Pekarangan Pangan Lestari) senilai Rp50 juta untuk gerakan menanam. Supaya, betul-betul paling tidak, bisa memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga di musim pandemi Covid-19 seperti ini,” tegas Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu, seraya mengajak memperkuat dan satukan barisan petani dengan terus menjalin komunikasi seperti ini, agar bisa mendapat akses dan bantuan aspirasi sektor pertanian di masa mendatang. “Termasuk bantuan pengembangan komuditas porang, saya akan berusaha untuk mencari program-program bantuan di pusat lainnya,” ucap Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu. ama/ksm

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close