Atasi Timbunan Sampah TPA Tabanan, Inovasi Anak Bali Made Hiroki Tawarkan Teknologi Pirolisis “Solusi Aksara”

Tabanan, PancarPOS | Persoalan sampah yang kian menggunung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tabanan mulai menemukan titik terang. PT Aksara Cristy Legal hadir membawa tawaran solusi berbasis teknologi pirolisis tertutup yang diklaim mampu menekan timbunan sampah sekaligus mengubahnya menjadi produk bernilai ekonomi.
Paparan tersebut disampaikan langsung di hadapan Wakil Bupati Tabanan yang didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan, Minggu (3/5/2026). Pertemuan ini tidak sekadar diskusi formal, tetapi menjadi ruang strategis membedah persoalan klasik pengelolaan sampah yang selama ini belum tertangani secara optimal.
Dalam forum tersebut, pembahasan difokuskan pada tiga hal utama, yakni percepatan pengurangan timbunan sampah, penguatan sistem pemilahan dari sumber, serta pemanfaatan hasil olahan agar memiliki nilai tambah bagi daerah. Ketiga aspek ini dinilai sebagai kunci untuk mengubah wajah pengelolaan sampah dari sekadar buang menjadi produktif dan berkelanjutan.
PT Aksara Cristy Legal memaparkan pendekatan yang tidak hanya teknis, tetapi juga manajerial. Mulai dari optimalisasi proses pemilahan, peningkatan kapasitas pengolahan, hingga penerapan konsep ekonomi sirkular yang memungkinkan sampah kembali masuk ke rantai ekonomi sebagai bahan baku baru.

Teknologi Pirolisis Karya Anak Bali
Di balik tawaran tersebut, terdapat inovasi bernama Solusi Aksara, sebuah teknologi pirolisis tertutup yang dikembangkan oleh Direktur PT Aksara Cristy Legal, Made Hiroki, putra asli Bali. Inovasi ini lahir dari kegelisahan melihat tumpukan sampah yang mencemari kawasan pesisir Bali.
Diperkenalkan pertama kali pada 28 April 2026 di Denpasar, Solusi Aksara dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Mesin ini mampu mengolah 50 hingga 100 ton sampah hanya dalam waktu enam jam. Prosesnya tidak menggunakan pembakaran terbuka, melainkan pemanasan pada suhu 400 hingga 700 derajat Celsius tanpa oksigen, dengan bantuan gas CO₂ dan nitrogen (N₂).
Pendekatan ini membuat proses pengolahan lebih aman bagi lingkungan karena tidak menghasilkan asap hitam maupun dioksin, dua unsur yang selama ini menjadi kekhawatiran utama dalam pengolahan sampah berbasis pembakaran.
Hasil akhir dari proses ini bukan limbah berbahaya, melainkan abu keramik yang justru dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan baku paving block. Sementara itu, emisi yang dilepaskan telah melalui tahapan penyaringan berlapis menggunakan cyclone, scrubber, dan carbon filter, sehingga yang tersisa hanya uap air.
Teknologi ini diklaim selaras dengan prinsip zero pollution serta kebijakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang melarang praktik pembakaran terbuka. Bahkan, unit demo mesin telah dirakit pada 29 April 2026 di Denpasar sebagai langkah awal uji coba implementasi.

“Fokus kami adalah menghadirkan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan dan dapat langsung diaplikasikan untuk menjawab persoalan sampah di daerah,” tegas Hiroki.
Pemkab Tabanan Beri Sinyal Positif
Gayung pun bersambut. Pemerintah Kabupaten Tabanan menyatakan terbuka untuk menjajaki kerja sama lebih lanjut. Wakil Bupati menilai pendekatan yang ditawarkan memiliki potensi untuk memperkuat sistem pengelolaan sampah yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Peluang kolaborasi ini menjadi penting, mengingat TPA Tabanan merupakan salah satu titik kritis dalam rantai pengelolaan sampah di Bali. Volume sampah yang terus meningkat setiap tahun menuntut adanya terobosan nyata, bukan sekadar wacana.
Perwakilan PT Aksara Cristy Legal menegaskan komitmennya untuk terlibat dalam solusi jangka panjang. “Kami siap mendukung langkah konkret untuk mengatasi persoalan sampah secara sistematis dan berkelanjutan,” ujarnya.
Jika terealisasi, teknologi Solusi Aksara bukan hanya berpotensi mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Di tengah krisis sampah yang semakin kompleks, inovasi karya anak Bali ini bisa menjadi titik balik menuju sistem pengelolaan yang lebih modern, bersih, dan berdaya guna. ama/ksm/kel









