Olahraga dan Pendidikan

Ketua DPRD Tabanan Tegaskan Jatiluwih Fun Run Harus Jadi Magnet Pariwisata Global

Denpasar, PancarPOS | Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa alias Komet, mengambil posisi tegas dalam mendorong penguatan sektor pariwisata Bali melalui event strategis Jatiluwih Fun Run 2026. Dalam dinamika persiapan yang dipimpin Gubernur Bali di Gedung Kertasabha, Denpasar, Arnawa menilai ajang ini tidak boleh dipandang sebagai kegiatan biasa, melainkan momentum besar untuk mengangkat daya saing Bali di kancah internasional.

Menurut Arnawa, Jatiluwih bukan sekadar lanskap alam, tetapi simbol kekuatan budaya dan keberlanjutan Bali yang sudah diakui dunia. Karena itu, event yang dirancang pada 20 Juni 2026 tersebut harus dikemas secara serius, profesional, dan berorientasi global.

Ia menegaskan, DPRD Tabanan memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan event ini, namun dengan catatan bahwa dampaknya harus nyata bagi masyarakat lokal. “Jangan hanya ramai saat acara. Harus ada efek ekonomi langsung bagi masyarakat, pelaku UMKM, dan sektor pendukung lainnya,” tegasnya.

Arnawa juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah provinsi, kabupaten, pelaku pariwisata, hingga travel agent internasional. Menurutnya, tanpa sinergi kuat, potensi besar Jatiluwih sebagai destinasi sport tourism tidak akan maksimal.

Lebih jauh, ia mendorong agar target peserta tidak setengah-setengah. Dengan positioning yang tepat, Jatiluwih Fun Run diyakini mampu menarik ribuan pelari dari berbagai negara. “Kalau dikelola serius, ini bisa tembus 10 ribu peserta. Itu bukan angka yang mustahil,” ujarnya.

Tak hanya soal jumlah peserta, Arnawa juga menekankan pentingnya kualitas penyelenggaraan. Ia mengingatkan bahwa standar internasional harus menjadi acuan, mulai dari kesiapan lintasan, keamanan peserta, layanan medis, hingga kenyamanan wisatawan.

Baginya, event ini adalah wajah Bali di mata dunia. Jika berhasil, maka Jatiluwih akan semakin kuat sebagai destinasi unggulan yang memadukan olahraga, budaya, dan keindahan alam. Sebaliknya, jika dikelola seadanya, maka peluang besar justru akan terlewatkan.

Arnawa juga melihat event ini sebagai bagian dari langkah strategis menuju peringatan 100 tahun pariwisata Bali pada 2027. Momentum ini, kata dia, harus dimanfaatkan untuk melakukan lompatan besar dalam promosi pariwisata berbasis kualitas, bukan sekadar kuantitas.

Dengan nada tegas, ia mengingatkan semua pihak agar tidak bekerja setengah hati. “Ini bukan sekadar event. Ini tentang masa depan pariwisata Bali dan Tabanan. Harus digarap total,” pungkasnya. mas/ama/*

Back to top button