Politik dan Sosial Budaya

Baru Saja Dilantik, Posisi Giri-Asa Sudah Jadi Target Incaran

Badung, PancarPOS | Baru saja dilantik, posisi Bupati dan Wakil Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta dan I Ketut Suisa (Giri-Asa) sudah jadi target incaran. Kursi empuk Giri-Asa sebagai pasangan kandidat besutan PDIP yang baru saja terpilih periode kedua (2021-2024) ini, sepertinya sudah menjadi barang rebutan, meskipun Pilkada serentak berikutnya masih sangat jauh di tahun 2024. Bahkan, salah satu kader senior PDIP Badung, tanpa disebutkan namanya, tidak malu lagi sudah berani mengikrakran dirinya maju menjadi bakal calon Bupati Badung di Pilkada Badung tahun 2024. Padahal di sisi lain, kondisi ekonomi Badung saat ini sedang sangat terpuruk, karena mengalami krisis keuangan akibat pandemi Covid-19 yang berkepanjangan.

Insert foto: Politisi senior asal Kuta Utara, I Made Sudiana, SH., MH. (Ist/Dok)

“Artinya sungguh miris ada kader partai yang terlalu dini dan berani mengikrarkan dirinya sebagai calon bupati di tahun 2024. Padahal bupati dan wakil bupati (Giri-Asa) saat ini baru saja dilantik. Seharusnya sekarang semuanya bisa bersinergi dulu untuk pemulihan ekonomi di Badung,” papar salah satu politisi senior, I Made Sudiana, SH., MH., saat dihubungi di Desa Canggu, Kuta Utara, Badung, Minggu (7/3/2021). Sosok visioner ini mengatakan, tindak tanduk politisi seperti itu, sangat terlalu dini dalam mengambil ancang-ancang politik. Padahal seharusnya turut andil dulu memajukan perekonomian Badung dengan mencari solusi terbaik untuk peningkatan PAD Badung yang sedang dalam kesulitan.

“Ini kan bupati baru dilantik, masa mau memikirkan calon bupati 2024, ya sabar dong! Kita harus lihat dulu kinerja bupati yang sekarang, terlalu dini sudah berpikir untuk calon bupati 2024,” tegas mantan Anggota DPRD Badung yang sempat menjabat Wakil Bupati Badung ini. Lebih lanjut Sudiana memaparkan, permasalahan Kabupaten Badung di masa pandemi sudah sangat komplek, terutama di bidang keuangan daerah, sehingga seharusnya semua kader banteng harus bekerja untuk membantu pemerintah memecahkan permasalahan yang ada saat ini. “Tunjukan dulu prestasi kalau memang ingin menduduki jabatan strategis, baru berbicara Bupati Badung tahun 2024. Kalau bagus pasti masyarakat akan meminta, tanpa perlu berwacana. Makanya sekarang lakukan gerakan langsung ke masyarakat,” bebernya.

1bl#ik-5/3/2021

Selain itu Sudiana menjelaskan, untuk menjadi calon Bupati Badung tidaklah mudah. Sebab di internal PDIP Badung sendiri masih banyak kader yang berpotensi, ditambah lagi dari kalangan birokrasi yang punya talenta dan potensi pemimpin. Pihaknya menyarankan, lebih baik membantu memecahkan krisis keuangan dulu di Badung, daripada sekarang sudah mulai berebut jabatan. “Tugas Kader yang paling utama saat ini adalah memecahkan permasalahan Badung. Setelah masalah terpecahkan, barulah berwacana menjadi Bupati Badung 2024. Sekarang kan sudah jelas, Bupati Badung baru saja dilantik beberapa hari lalu, kok sudah melontarkan wacana jadi calon Bupati Badung tahun 2024. Kan lucu ya jadinya, kayak anak kecil,” sentil pengusaha dan pendiri Raditya Holding ini.

Sudiana berharap, ketika bicara Bupati Badung di tahun 2024 haruslah sosok dan figur ideal yang mampu membawa Badung Gemah Ripah Wibawa Bukti yang artinya tanah subur rakyat makmur. Karena itu, kandidat Bupati Badung tidak memerlukan sosok pemimpin yang kekanak-kanakan. Apalagi masih banyak kader di Badung yang berpotensi, seperti I Ketut Suiasa (Wakil Bupati Badung), I Putu Parwata (Ketua DPRD Badung), I Nyoman Satria (peraih suara terbanyak sebagai Anggota DPRD Badung), Gusti Anom Gumanti (Anggota DPRD Badung), Alit Yandinata (Anggota DPRD Badung) maupun I Bagus Alit Sucipta atau Gus Bota (peraih suara terbanyak sebagai Anggota DPRD Bali), termasuk dari birokrat I Wayan Adi Arnawa (Sekda Kabupaten Badung).

1th#ik-11/10/2020

Menurutnya, sekarang tinggal pengelolaan potensi masing-masing bakal calon yang harus dilakukan. Apalagi peta kekuatan PDIP di 2024 masih diatas angin, ditambah lagi kekuatan PDIP di legislatif Badung posisinya mencapai lebih dari 70 persen sebagai modal kemenangan, sehingga untuk meraih kemenangan masih sangat mudah tanpa perlu susah payah lagi berkoalisi dengan partai lainnya. “Sekarang yang perlu dilakukan untuk persiapan Pilkada tahun 2024, bagaimana cara mengelola modal ini sebagai potensi kemenangan, dan pastinya ada figur. Apakah figur ini layak dijual, dan terus personal brandingnya seperti apa? Karena modal kemenangan PDIP ini, bisa saja berkurang atau bertambah, tergantung personal branding yang muncul sebagai pasangan calon nanti,” pungkasnya. tra/ama

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button