Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Bekali 250 Ibu PKK dan Pakis di Desa Adat Cau Wawasan 4 Pilar Kebangsaan


Tabanan, PancarPOS | Di sela-sela kesibukannya turun langsung ke tengah masyarakat, tidak pernah menyurutkan semangat Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., untuk terus bertatap muka langsung menemui kaum wong cilik di pelosok desa. kali ini, selaku Anggota MPR RI kembali membekali wawasan 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti dengan sangat antusias oleh 250 peserta dari ibu-ibu PKK dan Pakis di Desa Adat Cau, Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan, pada Jumat sore (17/5/2024). Sosialisasi yang terus digalakan oleh Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan itu, juga tetap setia didampingi calon Anggota DPRD Provinsi Bali Dapil Tabanan terpilih, Ni Made Usmantari, SE., yang dihadiri oleh para Prajuru Desa Adat Cau.

Anggota Komisi IV DPR RI, Drs. I Made Urip, M.Si., selaku Anggota MPR RI kembali membekali wawasan 4 Pilar Kebangsaan yang diikuti 250 peserta dari ibu-ibu PKK dan Pakis di Desa Adat Cau, pada Jumat sore (17/5/2024). (foto: ist)

Sosialisasi kali ini, kembali mendatangkan narasumber I Wayan Gunadi, I Gede Suamba dan I Nyoman Kartika yang mengawal pertemuan dengan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, untuk membahas terkait 4 Pilar Kebangsaan. Kunjungan kerja Made Urip ini, sekaligus bisa menambah wawasan kebangsaan yang wajib dipahami dan diamalkan oleh seluruh lapisan masyarakat. Kehadiran M-U kembali mengingatkan tentang nilai-nilai kebangsaan melalui sosialisasi yang akan terus berlanjut, karena juga sangat penting bagi para ibu-ibu meskipun berada di desa. Mereka tampak sangat bersyukur bisa bertemu langsung dengan tokoh yang diidolakan oleh para petani dan krama subak selama ini, termasuk para generasi muda di Tabanan. Apalagi mereka kembali menerima pemahaman tentang 4 Pilar Kebangsaan dari Made Urip yang wajib dilakukan dan diterapakan di tengah masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, mereka sangat salut dan bangga dengan Made Urip sudah mau hadir menemui para ibu-ibu PKK dan Pakis di Desa Adat Cau. Kehadiran Made Urip sekaligus memberi dukungan dan motivasi, agar semua masyarakat dari lintas generasi tetap bisa hidup rukun dan terus menjaga keamanan maupun rasa persatuan dan kesatuan di tengah masyarakat. Di samping itu, juga merasa sangat berterima kasih kepada Made Urip atas perhatian dan bantuan yang diberikan selama ini kepada masyarakat, khususnya di Tabanan. Oleh karena itu, mereka menyambut baik kedatangan Made Urip yang memberikan pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, karena sangat penting bagi masyarakat. Apalagi sosialisasi ini membahas nilai-nilai kebangsaan sebagai pilar negara, seperti Pancasila sebagai dasar negara, UUD 1945 sebagai konstitusi negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

1th#ik-072.21/8/2023

Pada kesempatan ifu, Made Urip yang terpilih selama 5 periode sebagai Anggota DPR RI dengan suara 255.130 terbanyak di Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, membekali pemahaman nilai-nilai kebangsaan sebagai agenda kerja tahunan Anggota MPR RI di daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Bali. Tidak hanya itu, pemahaman 4 Pilar Kebangsaan ini, juga wajib disosialisasi ke seluruh Indonesia, bahkan sampai ke luar negeri. “Kali ini, kita alokasi kegiatan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan kali ini bersama 250 peserta dari ibu-ibu PKK dan Pakis. Saya harap semua masyarakat bisa menjaga tolerasi, terutama menjaga keamanan dan ketertibkan di tengah masyarakat,” tegas M-U, sekaligus memberikan pemaparan berkaitan 4 Pilar Kebangsaan yang penjelasannya sudah lengkap dengan dibagikan sejumlah buku, agar bisa dibaca langsung oleh setiap masyarakat. “Sebagai warga desa dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, juga wajib meskipun di desa harus paham betul 4 Pilar Kebangsaan itu,” tegasnya.

Mantan Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, kembali menjelaskan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, pertama kalinya dicetuskan oleh mantan Ketua MPR RI Taufik Kiemas (alm), karena merasakan kehidupan berbangsa dan bernegara sedang menghadapi tantangan dari internal dan eksternal. “Apalagi justru yang lebih berat dari dalam bangsa kita sendiri. Seperti kata Bung Karno akan jauh lebih berat melawan kaum bangsa sendiri daripada penjajah,” ungkap Made Urip. Untuk itulah muncul konsensus menjaga keutuhan bangsa dari Sabang dari Merauke, karena ada kelompok yang radikal dan hanya mementingkan kelompoknya sendiri. Untuk itulah, seluruh Anggota MPR RI diwajibkan melaksanakan Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yakni pilar pertama Pancasila menjadi ideologi, dasar negara, pandangan hidup, maupun bintang penuntun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

1th#ik-014.25/2/2024

“Jadi Pancasila tidak hanya diucapkan dan diomongkan saja, tapi harus bisa diwujudkan. Misalnya nilai keadilan harus diwujudkan, salah satunya dengan membangun infrastruktur secara merata dari Sabang sampai Merauke. Bahkan, tanggal 1 Juni sudah ditetapkan sebagai Hari Lahir Pancasila yang akan kita rayakan bulan Juni mendatang,” papar M-U. Pilar kedua dijelaskan, UUD 1945 sebagai konstitusi negara yang sudah mengalami 4 kali amandemen, misalnya pemilihan presiden yang cukup hanya dua periode, sekaligus menyebutkan pilar ketiga, yakni NKRI sebagai bentuk negara yang meliputi dari Sabang sampai Merauke. Dan terakhir pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara yang artinya semua warga negara hidup dan sejak lahir sudah berbeda-beda. “Negara kita punya 17 ribu lebih pulau, dan beragam suku bangsa. Karena itu, kita semua harus taat mengamalkan 4 Pilar Kebangsaan ini,” pungkas Made Urip. ama/ksm

Baca Juga :


Back to top button