Hukum dan Kriminal

Ombudsman Minta Rektor Unud Tak Lindungi Oknum Dosen Cabul


Denpasar, PancarPOS | Kepala Ombudsman RI (ORI) Perwakilan Bali, Umar Ibnu Alkhatab meminta Rektor Universitas Udayana (Unud) tidak berupaya untuk melindungi terduga pelaku kekerasan seksual (KS) di lingkungan kampus. “Apalagi pelakunya seorang pengajar yang notabene adalah sosok yang harus menunjukkan contoh etis yang baik,” kata Umar di Denpasar, Kamis (14/1/2021).

1bl#bn-10/1/2021

Hal itu disampaikan ketika menyikapi beredarnya postingan media sosial, dinyatakan kabar duka, Unud melindungi dosen cabul yang menjelaskan pada Selasa, 12 Januari 2021, Ibu CA mendatangi LBH Bali untuk memberikan surat perdamian dan surat pencabutan kuasa atas kasus kekerasan seksual yang dialami CA oleh terduga NW Dosen Unud.

Sebelumnya, CA mendapatkan intimidasi dan tekanan psikis oleh pihak Kampus agar melakukan mediasi dengan terduga pelaku. Proses bimbingan sikripsi akan dilaksanakan jika jalan damai dilakukan puncaknya tanggal 6 Januari 2021 pukul 21.30 Wita, CA memberitahukan pihak Seruni via WA bahwa dia tertekan.

1bl#bn-7/1/2021

Pada tanggal 3 Januari pukul 22.03 Wita di Sekretariat Seruni, CA melakukan konseling via zoom bersama Dr. Sri selaku Psikiater yang diminta LBH Bali mendampingi penyintas. Hasil dioagnosa tersebut menyatakan bahwa CA trauma dan harus melakukan pemulihan. Bahkan, CA dianjurkan mengkonsumsi obat. Bahkan laporan LBH Bali sesuai keterangan ibu penyintas, CA akan berhenti nge-kos dan tinggal dengan saudara. Hal ini bisa menjadi motif pihak kampus agar aliansi yang mengadvokasi tidak bisa bertemu CA.

Oleh karena itu, Ombudsman meminta agar pihak Rektor terus mengupayakan adanya tindakan administratif terhadap terduga pelaku. Mengingat tindakan tegas Rektor akan menjadi warning bagi yang lainnya di masa depan sehingga kejadian tersebut tidak terulang kembali. Sementara itu, Direktur Yayasan Bantuan Lembaga Hukum (YBLH) Bali, Ni Kadek Vany Primaliraning membenarkan Ibu CA mendatangi LBH Bali untuk memberikan surat perdamian dan surat pencabutan kuasa atas kasus kekerasan seksual yang dialami CA oleh terduga NW Dosen Unud pada tanggal 12 Januari 2021.

1th#ik-11/10/2020

Sedangkan, Ketua Dewan Kehormatan Etik Unud Dr. I Gusti Ayu Kartika, SH., M.Hum akan fokus untuk secepatnya menyelesaikan kasus tersebut. “Agenda kita selanjutnya melakukan pemanggilan terhadap dosen bersangkutan untuk mengklarifikasi dugaan tersebut,” ungkapnya. aya/ama

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Back to top button
Website is Protected by WordPress Protection from eDarpan.com.

Close