Politik dan Sosial Budaya

Spontan Turun Tangan, Ngurah Aryawan Kawal Pemugaran Pura Panti Hyang Selat Padangsambian Kaja


Denpasar, PancarPOS | Pemugaran Pura Panti Pasek Bendesa Hyang Selat yang berlokasi di Banjar Robokan, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Barat resmi dimulai bertepatan dengan Hari Pagerwesi, Rabu 8 April 2026. Pura yang diempon oleh sekitar 75 kepala keluarga tersebut dipugar secara total setelah puluhan tahun berdiri dalam kondisi terbatas dan sempat mengalami kebakaran akibat musibah merecon beberapa waktu lalu.

Kegiatan pemugaran ini dihadiri oleh penglingsir pura, pemangku, pengempon, serta tokoh masyarakat setempat. Turut hadir anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Ngurah Aryawan, S.H. yang datang secara langsung untuk melihat kondisi pura sekaligus memberikan dukungan kepada masyarakat.

Ketua panitia pembangunan pura I Made Suratna Putra menjelaskan bahwa tahap awal pemugaran difokuskan pada pelinggih utama dengan total anggaran mencapai Rp700 juta. Ia menegaskan bahwa pembangunan ini dilakukan secara swadaya oleh masyarakat pengempon pura.

Ia mengatakan bahwa pemugaran ini merupakan keinginan lama masyarakat yang baru bisa direalisasikan saat ini. Menurutnya keterbatasan anggaran menjadi kendala utama selama ini sehingga proses pemugaran harus menunggu kesiapan bersama.

Selain pemugaran pelinggih, areal pura juga ditinggikan sekitar 75 sentimeter. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur bangunan sekaligus mengantisipasi kondisi lingkungan ke depan.

Ngurah Aryawan saat kegiatan pemugaran Pura Panti Hyang Selat di Banjar Robokan Desa Padangsambian Kaja Denpasar Barat Rabu 8 April 2026 sekaligus menyerahkan punia dan menyerap aspirasi masyarakat setempat (foto: ama)

Kelian Pura I Made Adiartha menyampaikan bahwa dimulainya pemugaran ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Banjar Robokan. Ia mengapresiasi dukungan berbagai pihak termasuk kehadiran anggota DPRD Kota Denpasar I Ketut Ngurah Aryawan yang dinilai aktif memperjuangkan aspirasi masyarakat.

Ia menyebut bahwa keberadaan wakil rakyat di wilayah Padangsambian Kaja sangat membantu dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan pemerintah. Ia juga berharap ke depan akan terus ada perwakilan yang mampu memperjuangkan aspirasi warga secara berkelanjutan.

Pemangku Pura Mangku Made Sujana menyampaikan rasa hormat dan apresiasi terhadap Ngurah Aryawan yang dinilai memiliki rekam jejak panjang dalam pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai sejak menjadi Ketua Karang Taruna hingga menjabat sebagai anggota DPRD, kiprah Ngurah Aryawan tetap konsisten.

Ia juga menjelaskan bahwa kondisi pura sebelumnya memang sudah lama membutuhkan pemugaran. Namun keterbatasan dana membuat rencana tersebut tertunda. Musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi salah satu faktor pendorong masyarakat untuk segera melakukan pemugaran.

Kelian Adat Banjar Robokan I Ketut Alit Sudarsana menyampaikan bahwa kehadiran anggota DPRD sangat penting sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah. Ia menilai Ngurah Aryawan mampu menjalankan fungsi tersebut dengan baik.

Ia mengatakan bahwa masyarakat mengapresiasi kehadiran langsung Ngurah Aryawan di tengah masyarakat. Menurutnya hal tersebut menunjukkan komitmen dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi warga.

Sementara itu I Ketut Ngurah Aryawan dalam keterangannya menyampaikan bahwa kehadirannya di lokasi pemugaran merupakan bentuk tanggung jawab sosial sebagai wakil rakyat. Ia mengaku mengetahui kondisi pura yang mengalami kebakaran melalui media sosial dan memutuskan untuk datang tanpa undangan.

Ia menegaskan bahwa tidak ada unsur politik dalam kehadirannya melainkan semata untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman masyarakat terhadap akses perlindungan sosial yang telah disediakan oleh pemerintah.

Menurutnya banyak masyarakat yang belum mengetahui bahwa pura yang terkena musibah kebakaran dapat memperoleh bantuan dari pemerintah dengan nominal antara Rp50 juta hingga Rp100 juta. Ia menilai informasi tersebut perlu disampaikan secara luas agar masyarakat dapat memanfaatkan haknya.

Ia juga menyinggung pentingnya program jaminan kesehatan melalui BPJS sebagai bagian dari perlindungan dasar masyarakat. Selain itu sektor pendidikan juga menjadi prioritas yang harus diperjuangkan.

Ngurah Aryawan saat menyerahkan punia kegiatan pemugaran Pura Panti Hyang Selat di Banjar Robokan Desa Padangsambian Kaja Denpasar Barat Rabu 8 April 2026 sekaligus menyerahkan punia dan menyerap aspirasi masyarakat setempat (foto: ama)

Ngurah Aryawan juga mengungkapkan bahwa pada tahun 2027 direncanakan akan ada dukungan anggaran dari pemerintah sebesar Rp150 juta untuk membantu kelanjutan pemugaran pura. Bantuan tersebut melengkapi bantuan sebelumnya sebesar Rp50 juta dari Pemerintah Kota Denpasar pasca musibah kebakaran.

Dalam kesempatan tersebut ia juga menyerahkan punia sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pemugaran pura. Selain itu ia menyerap berbagai aspirasi masyarakat yang disampaikan secara langsung.

Beberapa aspirasi yang disampaikan antara lain terkait kebutuhan jaminan kesehatan BPJS bagi masyarakat, penerangan jalan umum, akses pendidikan bagi anak anak, serta pembangunan infrastruktur seperti got untuk mencegah banjir dan trotoar di wilayah Padangsambian Kaja.

Ia menyatakan bahwa seluruh aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang ada dan diperjuangkan melalui jalur legislatif.

Pemugaran Pura Panti Hyang Selat ini diharapkan dapat meningkatkan fungsi pura sebagai tempat ibadah sekaligus memperkuat kehidupan sosial dan budaya masyarakat setempat. Masyarakat pengempon berharap proses pembangunan dapat berjalan lancar hingga tahap selesai. ama/ksm


Back to top button