Nasional

Gubernur Wayan Koster Perintahkan Perbaikan Total Jalan dan Lampu


Karangasem, PancarPOS | Menjelang puncak Karya Ida Bhatara Turun Kabeh (IBTK) 2026 di Pura Agung Besakih, Pemerintah Provinsi Bali bergerak cepat melakukan pembenahan infrastruktur secara menyeluruh. Fokus utama diarahkan pada perbaikan jalan rusak dan optimalisasi penerangan guna menjamin kenyamanan serta keselamatan para pemedek yang akan tangkil.

Langkah tegas ini dipimpin langsung oleh Wayan Koster dalam rapat persiapan akhir yang digelar di Gedung Wyata Graha, kawasan parkir Manik Mas, Besakih, Karangasem, Rabu (1/4/2026).

Dalam arahannya, Koster menegaskan tidak boleh ada lagi praktik saling lempar tanggung jawab antarinstansi. Ia meminta seluruh jajaran bergerak cepat tanpa terjebak prosedur birokrasi yang berlarut.

“Tidak usah saling tunjuk kewenangan, tidak usah tunggu prosedur panjang. Besok langsung kerjakan. Ini acara besar, tidak boleh ada jalan rusak dan lampu mati,” tegasnya dengan nada keras.

Gubernur menyoroti sejumlah persoalan krusial di lapangan, mulai dari jalan berlubang di beberapa titik, lampu penerangan yang tidak berfungsi, hingga jalur gelap tanpa rambu yang berpotensi membahayakan keselamatan pemedek.

Beberapa titik rawan seperti wilayah Kunyit dan jalur-jalur utama menuju Besakih menjadi prioritas penanganan cepat. Kondisi tersebut dinilai tidak sejalan dengan skala IBTK sebagai upacara keagamaan terbesar di Bali yang setiap tahunnya menyedot ribuan bahkan jutaan umat Hindu.

Sebagai bentuk keseriusan, Pemprov Bali tidak hanya mengandalkan anggaran APBD, tetapi juga membuka kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah menggandeng PLN untuk memastikan ketersediaan penerangan yang memadai.

Langkah konkret yang akan dilakukan meliputi pemasangan lampu darurat di titik-titik gelap, penambahan jaringan penerangan jalan, hingga penyediaan sambungan listrik tambahan di jalur utama.

“Kita tidak boleh lagi menemukan titik gelap. Semua jalur harus terang, aman, dan nyaman dilalui,” ujarnya.

Selain itu, berbagai peralatan berat dan tim teknis juga telah disiagakan untuk mempercepat proses perbaikan di lapangan. Ekskavator dan bulldozer diturunkan untuk menangani kerusakan berat, sementara truk crane serta peralatan tambal jalan disiapkan untuk perbaikan cepat.

Personel teknis dari berbagai instansi pun ditempatkan dalam kondisi siaga penuh guna memastikan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sebelum puncak karya berlangsung.

Koster juga menekankan pentingnya manajemen arus pemedek agar tidak terjadi antrean panjang yang dapat mengganggu kekhusyukan umat dalam melaksanakan persembahyangan.

“Pemedek jangan terlalu lama antre. Harus nyaman dan aman saat tangkil. Kita targetkan semua bisa berjalan lancar dalam waktu yang wajar,” katanya.

Dalam suasana rapat yang berlangsung serius namun tetap mengedepankan semangat gotong royong, Koster mengingatkan bahwa keberhasilan IBTK bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen masyarakat Bali.

“Ini adalah upacara keagamaan terbesar di Bali. Tanggung jawab kita bersama, baik secara institusi maupun personal. Tidak bisa diserahkan ke satu pihak saja. Semua harus bergerak,” pungkasnya.

Dengan langkah cepat dan terkoordinasi ini, Pemerintah Provinsi Bali berupaya memastikan pelaksanaan IBTK 2026 berjalan lancar, aman, dan tetap menjaga kesakralan Pura Agung Besakih sebagai pusat spiritual umat Hindu di Pulau Dewata. mas/ama/*


Back to top button