Ketua DPRD Tabanan Soroti Krisis Guru
Kekurangan 800 Tenaga Pengajar Dinilai Ancam Kualitas Pendidikan

Tabanan, PancarPOS | Ketua DPRD Tabanan, I Nyoman Arnawa, menyoroti serius persoalan kekurangan tenaga guru di Kabupaten Tabanan yang kini mencapai sekitar 800 orang mulai dari jenjang TK hingga SMP. Kondisi tersebut dinilai berpotensi mengganggu kualitas pendidikan apabila tidak segera ditangani secara serius dan terukur oleh pemerintah daerah.
Menurut Arnawa, kekurangan tenaga pendidik saat ini menjadi tantangan besar dunia pendidikan di Tabanan, terlebih banyak guru yang memasuki masa pensiun sementara rekrutmen belum mampu menutupi kebutuhan di lapangan.
“Kondisi ini tentu harus menjadi perhatian serius bersama. Pendidikan adalah sektor fundamental dalam membangun sumber daya manusia. Kalau kekurangan guru terus terjadi, tentu akan berdampak terhadap kualitas pembelajaran di sekolah,” tegas Arnawa, saat awak media menghubungi pada Rabu (20/5/2026).
Ia mengatakan DPRD Tabanan mendorong pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis, baik melalui pengajuan formasi ASN maupun optimalisasi skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar kebutuhan tenaga guru bisa segera terpenuhi.
Selain itu, Arnawa menilai distribusi guru juga harus diperhatikan agar tidak terjadi ketimpangan antara sekolah di perkotaan dan wilayah pelosok desa.
“Jangan sampai ada sekolah yang gurunya berlebih, sementara sekolah lain kekurangan. Pemerataan tenaga pendidik juga sangat penting agar kualitas pendidikan bisa merata di seluruh wilayah Tabanan,” ujarnya.
Politisi PDIP itu juga meminta pemerintah pusat memberikan perhatian lebih terhadap kebutuhan guru di daerah, khususnya di Tabanan yang memiliki jumlah sekolah cukup besar mulai dari tingkat TK hingga SMP.
Menurutnya, dunia pendidikan tidak boleh dibiarkan menghadapi kekurangan SDM dalam jangka panjang karena akan berdampak langsung terhadap kualitas generasi muda ke depan.
“Kita tidak ingin proses belajar mengajar terganggu karena keterbatasan guru. Ini menyangkut masa depan anak-anak kita dan kualitas SDM Tabanan ke depan,” katanya.
Arnawa juga mengapresiasi para guru honorer yang selama ini tetap menjalankan tugas di tengah keterbatasan jumlah tenaga pendidik. Ia berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kesejahteraan serta kepastian status bagi guru honorer yang selama ini membantu menopang dunia pendidikan di Tabanan.
DPRD Tabanan, lanjut Arnawa, siap mendukung langkah-langkah strategis pemerintah daerah untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan guru demi menjaga kualitas pendidikan tetap berjalan optimal. mas/ama/*









