Daerah

Bali Siaga Krisis Lahan Pertanian, Distanpangan Perkuat Kolaborasi dengan Penyuluh Swadaya


Denpasar, PancarPOS | Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanpangan) Provinsi Bali memperkuat kolaborasi bersama penyuluh pertanian swadaya sebagai langkah strategis menjaga ketahanan pangan dan keberlanjutan sektor pertanian Bali di tengah tantangan alih fungsi lahan, perubahan iklim, hingga keterbatasan jumlah penyuluh pertanian lapangan (PPL).

Keberadaan penyuluh swadaya dinilai menjadi kekuatan penting dalam mendampingi petani di tingkat akar rumput. Penyuluh swadaya merupakan pelaku utama pertanian yang telah berhasil dan secara sukarela berbagi pengalaman, pengetahuan, hingga keterampilan kepada petani lainnya. Peran mereka bahkan telah diakui dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan, dan Kehutanan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada menegaskan bahwa penyuluh swadaya memiliki kontribusi besar dalam menjaga keberlanjutan pertanian Bali sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Menurutnya, penyuluh swadaya tidak hanya menjadi penghubung transfer pengetahuan kepada petani, tetapi juga tampil sebagai contoh nyata keberhasilan usaha tani di masyarakat. “Penyuluh swadaya adalah penggerak di lapangan yang lahir dari pengalaman langsung. Mereka memahami kondisi wilayah, budaya bertani masyarakat, serta mampu membangun komunikasi yang lebih dekat dengan petani,” ujar Wayan Sunada pada Rabu (20/5/2026).

Ia menambahkan, sinergi antara penyuluh ASN bersama Kementerian Pertanian, penyuluh swadaya, akademisi, dan pelaku usaha menjadi salah satu kunci penting dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga eksistensi pertanian Bali di tengah derasnya perkembangan sektor pariwisata dan pembangunan.

Momentum penguatan kolaborasi tersebut terlihat dalam audiensi antara Persatuan Penyuluh Pertanian Swadaya Indonesia (P3SI) Provinsi Bali bersama Distanpangan Bali. Pertemuan yang dihadiri para koordinator P3SI kabupaten/kota se-Bali itu menjadi ruang strategis memperkuat sinergi pemerintah daerah dengan penyuluh pertanian swadaya dalam mendukung pembangunan pertanian Bali yang berkelanjutan.

Ketua P3SI Bali, I Ketut Kardana menyampaikan harapan agar berbagai kegiatan penyuluh pertanian swadaya memperoleh dukungan dan fasilitasi dari Distanpangan Bali.

Menurutnya, penyuluh swadaya merupakan ujung tombak pendampingan petani di lapangan sehingga perlu mendapat perhatian serius, baik dalam penguatan kapasitas maupun kelembagaan.

Dalam audiensi tersebut, P3SI menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya pembaruan data penyuluh pertanian swadaya di seluruh Bali, dukungan program untuk kegiatan penyuluh swadaya, pelaksanaan sarasehan atau temu penyuluh secara rutin setiap tahun, hingga penyelenggaraan lomba penyuluh pertanian swadaya guna meningkatkan motivasi serta mendorong lahirnya inovasi pertanian di daerah.

Menanggapi hal itu, Wayan Sunada menyatakan pihaknya menyambut baik berbagai masukan dan aspirasi yang disampaikan P3SI. Ia menegaskan Distanpangan Bali terus mendorong penguatan sistem penyuluhan pertanian sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Bali.

Tidak hanya itu, keberadaan penyuluh swadaya juga dinilai mampu mendorong regenerasi petani muda melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis praktik langsung di lapangan. Berbagai inovasi mulai dari pertanian organik, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern, hingga pengembangan produk olahan pangan lokal kini mulai diperkenalkan kepada generasi muda melalui pendampingan komunitas tani.

Peran tersebut menjadi semakin penting mengingat Bali menghadapi ancaman serius berupa tingginya alih fungsi lahan pertanian dalam beberapa tahun terakhir. Penyuluh swadaya dinilai ikut menjaga semangat petani agar tetap bertahan dan produktif di tengah tekanan pembangunan.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pertanian membutuhkan gotong royong dan kolaborasi semua pihak. Penyuluh swadaya menjadi bagian penting dalam menjaga semangat petani agar tetap produktif, inovatif, dan mampu menjaga ketahanan pangan Bali,” tegas Wayan Sunada. ama/ksm/*


Back to top button