Ekonomi dan Bisnis

ITDC dan BRI Sulap Peninsula Island Jadi Pusat UMKM Berkelanjutan, BRI Nusa Dua Eco Market 2026 Perkuat Pariwisata Berkualitas


Badung, PancarPOS | PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendorong pariwisata berkelanjutan melalui penyelenggaraan BRI Nusa Dua Eco Market 2026 di Sidewalk Peninsula Island, kawasan The Nusa Dua, Badung, pada 8-9 Agustus 2026.

Mengusung tema “Connecting Culture, Community, and Sustainable Living”, ajang tersebut menghadirkan lebih dari 50 tenant yang terdiri atas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), komunitas kreatif, hingga penyedia produk ramah lingkungan. Selama dua hari, Peninsula Island disulap menjadi ruang kolaborasi yang memadukan budaya, ekonomi kreatif, gaya hidup sehat, serta semangat keberlanjutan dalam satu destinasi wisata kelas dunia.

Pengunjung disuguhkan beragam produk UMKM unggulan, kuliner Nusantara, produk ramah lingkungan, pertunjukan seni budaya, live music, wellness activities, yoga, zumba, fashion show, lokakarya interaktif, hingga berbagai aktivitas komunitas yang dapat diikuti secara gratis.

Lebih dari sekadar festival akhir pekan, BRI Nusa Dua Eco Market dirancang sebagai platform pemberdayaan yang membuka akses pasar lebih luas bagi UMKM, memperkuat jejaring komunitas kreatif, sekaligus memperkenalkan produk lokal kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direktur Komersial dan Marketing ITDC, Febrina Mediana, mengatakan penyelenggaraan BRI Nusa Dua Eco Market merupakan bagian dari strategi jangka panjang ITDC dalam mengembangkan kawasan melalui aktivasi destinasi yang mampu menghadirkan nilai tambah bagi wisatawan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“BRI Nusa Dua Eco Market 2026 bukan sekadar sebuah event, melainkan bagian dari strategi ITDC dalam memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai living destination yang menghadirkan manfaat nyata bagi pariwisata, ekonomi lokal, dan lingkungan,” ujar Febrina.

Menurutnya, melalui kolaborasi dengan BRI, ITDC ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang memberikan peluang lebih luas bagi UMKM, komunitas, dan pelaku ekonomi kreatif untuk berkembang sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Bali kepada wisatawan dari berbagai negara.

Febrina menegaskan, destinasi berkelas dunia tidak hanya diukur dari kualitas infrastruktur dan layanan, tetapi juga dari kemampuannya menciptakan shared value atau nilai bersama bagi masyarakat.

Karena itu, BRI Nusa Dua Eco Market diharapkan menjadi platform yang menghubungkan wisatawan, pelaku usaha, komunitas, dan industri dalam satu ekosistem yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, pelestarian budaya, serta implementasi pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen terhadap keberlanjutan juga diwujudkan melalui kerja sama dengan Waste4Change sebagai mitra pengelolaan sampah. Selama kegiatan berlangsung diterapkan sistem pengelolaan sampah secara terintegrasi mulai dari proses pemilahan hingga pengelolaan pascakegiatan sebagai implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Langkah tersebut tidak hanya mendukung pengelolaan sampah yang bertanggung jawab selama penyelenggaraan acara, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah, ekonomi sirkular, serta penerapan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

Melalui kolaborasi bersama BRI, Pemerintah Kabupaten Badung, Waste4Change, komunitas lokal, dan para pelaku UMKM, ITDC berharap BRI Nusa Dua Eco Market mampu memperkuat posisi The Nusa Dua sebagai Bali’s Finest Family-Friendly Resort Haven yang menghadirkan pengalaman wisata berkualitas sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Gubernur Bali Wayan Koster yang membuka kegiatan tersebut memberikan apresiasi terhadap inisiatif ITDC dan BRI dalam menghidupkan kawasan pariwisata melalui pemberdayaan UMKM dan komunitas lokal.

Menurut Gubernur Koster, konsep seperti Eco Market mampu menciptakan ruang interaksi antara wisatawan dengan masyarakat sehingga kawasan wisata tidak hanya menjadi tempat menginap, tetapi juga menjadi living destination yang hidup dan memberi manfaat ekonomi.

Ia bahkan meminta agar seluruh produk UMKM yang dipasarkan selama kegiatan dapat terserap pasar.

“Kalau tutup masih ada barang sisa, jangan sampai dibawa pulang. Saya minta ITDC dan BRI bertanggung jawab membeli semuanya. Tidak boleh ada yang dibawa pulang,” tegas Gubernur Koster yang disambut tepuk tangan para peserta.

Direktur Operasi ITDC Troy Reza Waroka menambahkan, BRI Nusa Dua Eco Market merupakan bagian dari program destination activation yang terus dikembangkan ITDC untuk memperkaya pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat ekonomi lokal.

Melalui berbagai atraksi budaya, olahraga, hiburan, hingga pemberdayaan UMKM, ITDC ingin menjadikan The Nusa Dua sebagai living destination yang aktif sepanjang tahun, bukan sekadar kawasan akomodasi, tetapi destinasi yang menghadirkan pengalaman lengkap bagi wisatawan. mas/ama


Back to top button