Semarak HUT ke-81 RI di Banjar Tegallinggah, Ngurah Aryawan Bagikan Gas Melon Gratis, LPD Padangsambian Sumbang Bale Serbaguna

Denpasar, PancarPOS | Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Banjar Tegallinggah, Desa Padangsambian Kaja, Denpasar Selatan, terus berlanjut dengan beragam kegiatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Setelah diawali jalan santai yang diikuti ribuan warga, rangkaian perayaan dilanjutkan dengan berbagai lomba tradisional, senam bersama, pembagian hadiah undian, hingga aksi sosial pembagian tabung gas elpiji 3 kilogram (gas melon) secara gratis oleh Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Partai Gerindra, Ketut Ngurah Aryawan.
Kegiatan yang dipusatkan di lingkungan Banjar Tegallinggah tersebut berlangsung meriah sejak pagi hingga siang hari. Masyarakat dari berbagai usia memadati lokasi acara untuk mengikuti maupun menyaksikan seluruh rangkaian kegiatan yang diprakarsai Sekaa Teruna (ST) Budi Utama.
Berbagai perlombaan khas Agustusan digelar sebagai bentuk pelestarian tradisi sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat. Salah satu yang paling menyita perhatian adalah lomba membuat pejati yang diikuti para ibu rumah tangga dan krama banjar. Dengan penuh ketelitian, para peserta merangkai berbagai sarana upacara sesuai pakem adat Bali. Kreativitas, kerapian, hingga kesesuaian dengan nilai-nilai tradisi menjadi penilaian utama dewan juri.
Selain itu, gelak tawa warga pecah saat lomba makan kerupuk digelar. Anak-anak hingga orang dewasa tampak antusias mengikuti perlombaan yang menjadi ciri khas perayaan Hari Kemerdekaan. Sorak sorai penonton menambah semarak suasana ketika para peserta berusaha menghabiskan kerupuk tanpa menggunakan tangan.
Tidak hanya itu, panitia juga mengajak seluruh masyarakat mengikuti senam bersama. Ratusan peserta memadati arena kegiatan dengan penuh semangat mengikuti setiap gerakan instruktur. Senam bersama menjadi salah satu kegiatan favorit karena selain menyehatkan, juga mempererat hubungan antarmasyarakat.

Puncak kemeriahan semakin terasa saat panitia membagikan hadiah undian jalan santai. Berbagai hadiah menarik disiapkan untuk peserta yang beruntung. Nomor undian yang dipanggil satu per satu disambut riuh tepuk tangan warga. Suasana penuh kegembiraan terlihat ketika para pemenang menerima hadiah yang telah disiapkan panitia.
Di sela-sela kegiatan, Anggota DPRD Kota Denpasar Fraksi Partai Gerindra Ketut Ngurah Aryawan kembali menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat dengan membagikan tabung gas elpiji 3 kilogram secara gratis.
Pembagian gas melon tersebut langsung diserbu masyarakat. Warga yang telah mengantre sejak pagi tampak tertib menunggu giliran untuk menerima bantuan. Ngurah Aryawan secara langsung menyerahkan tabung gas kepada masyarakat didampingi panitia dan tokoh masyarakat setempat. Bantuan tersebut disambut antusias karena dinilai sangat membantu kebutuhan rumah tangga, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan ekonomi masyarakat.
Ngurah Aryawan mengatakan kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk kepedulian kepada masyarakat sekaligus bagian dari semangat berbagi dalam momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kehadiran wakil rakyat, katanya, tidak hanya saat menyerap aspirasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi sosial yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Ia berharap bantuan yang diberikan dapat meringankan beban warga dan semakin mempererat hubungan antara masyarakat dengan para wakil rakyat. Warga yang menerima bantuan mengaku senang dan menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan sosial seperti pembagian gas elpiji dapat terus dilakukan karena sangat membantu kebutuhan keluarga.
Di sisi lain, dukungan terhadap kegiatan masyarakat juga datang dari Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Padangsambian. Ketua LPD Desa Adat Padangsambian, I Made Astra Wijaya, yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan apresiasi atas tingginya antusiasme masyarakat dalam memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.
Ia mengaku sebelumnya menghadiri dua undangan kegiatan yang sama-sama berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan sebelum akhirnya datang ke Banjar Tegallinggah. “Kebetulan juga hari ini ada dua undangan. Tadi saya sempat menghadiri kegiatan di kantor desa, kemudian melanjutkan ke Banjar Tegallinggah untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan. Saya sangat mengapresiasi karena semangat dan kebersamaan warga di sini luar biasa. Antusiasmenya sangat tinggi,” ujarnya.

Menurut Astra Wijaya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa semangat gotong royong masih terpelihara dengan baik di tengah kehidupan masyarakat Padangsambian. Karena itu, LPD Desa Adat Padangsambian berkomitmen untuk terus memberikan dukungan terhadap berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan masyarakat. “LPD tentu akan terus memberikan support terhadap kegiatan-kegiatan positif seperti ini karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Astra Wijaya juga memberikan apresiasi kepada Ketut Ngurah Aryawan yang dinilainya sebagai tokoh masyarakat sekaligus wakil rakyat yang mewakili wilayah Padangsambian di DPRD Kota Denpasar. Ia berharap Ngurah Aryawan terus memperjuangkan berbagai program pembangunan, kegiatan sosial, dan aspirasi masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas.
“Beliau adalah tokoh DPRD Kota Denpasar yang mewakili Padangsambian. Saya berharap beliau terus menyuarakan aspirasi masyarakat, memperjuangkan pembangunan serta kegiatan sosial yang bermanfaat, khususnya bagi warga Banjar Tegallinggah dan masyarakat Desa Adat Padangsambian secara keseluruhan,” katanya.
Menurut Astra Wijaya, pembangunan tidak bisa dilakukan sendiri. Diperlukan kolaborasi antara pemerintah, wakil rakyat, desa adat, tokoh masyarakat, dan seluruh komponen masyarakat. Ia berharap seluruh anggota DPRD yang berasal dari wilayah Padangsambian dapat bersinergi membangun desa sehingga manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Yang saya harapkan ke depan adalah adanya sinergi antara para tokoh masyarakat, tokoh adat, dan para anggota DPRD asal Padangsambian agar bersama-sama membangun desa ini menjadi lebih baik,” ujarnya. Ia juga memberikan apresiasi atas peran Ngurah Aryawan yang selain sebagai anggota DPRD juga aktif dalam kegiatan adat di lingkungan setempat.
Menurutnya, kolaborasi antara lembaga adat dan pemerintah menjadi salah satu kunci keberhasilan pembangunan masyarakat berbasis kearifan lokal. Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pembangunan fasilitas adat, LPD Desa Adat Padangsambian juga sebelumnya telah memberikan bantuan untuk pembangunan Bale Serbaguna Pitra Yadnya yang berada di Setra Tegallinggah.
Keberadaan bale serbaguna tersebut nantinya akan dimanfaatkan oleh Desa Adat Padangsambian sebagai fasilitas pendukung berbagai kegiatan adat, khususnya pelaksanaan upacara Pitra Yadnya serta kegiatan kemasyarakatan lainnya.

Astra Wijaya berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan menjadi bagian dari komitmen LPD dalam mendukung pelestarian adat, budaya, serta pelayanan kepada krama desa adat. Menurutnya, keberadaan fasilitas umum yang memadai akan mempermudah masyarakat dalam melaksanakan berbagai kegiatan adat secara bersama-sama.
Rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Banjar Tegallinggah pun berlangsung penuh keakraban. Mulai dari jalan santai, senam bersama, lomba membuat pejati, lomba makan kerupuk, pembagian hadiah undian, hingga aksi sosial pembagian gas melon gratis menjadi bukti bahwa semangat kemerdekaan dapat diwujudkan melalui kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama.
Melalui tema “Guyub Rukun, Merdeka Bersama”, masyarakat Banjar Tegallinggah kembali menunjukkan bahwa nilai-nilai persatuan, solidaritas, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan yang harmonis. Semangat inilah yang diharapkan terus tumbuh, tidak hanya saat peringatan Hari Kemerdekaan, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari demi mewujudkan masyarakat yang semakin maju, sejahtera, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat dan budaya Bali. ama/ksm









