Nasional

Realisasi Investasi Badung 2025 Tembus Rp 22,21 Triliun, Modal Asing Kuasai 72 Persen


Badung, PancarPOS | Realisasi investasi di Kabupaten Badung sepanjang tahun 2025 menunjukkan lonjakan signifikan dengan dominasi kuat penanaman modal asing. Total nilai investasi tercatat mencapai Rp 22,21 triliun, tumbuh sekitar 20,3 persen dibandingkan capaian tahun 2024 yang sebesar Rp 18,45 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Badung, I Made Agus Aryawan, menyampaikan bahwa peningkatan realisasi investasi tersebut menjadi salah satu komponen penting yang berkontribusi langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

“Capaian investasi tahun 2025 ini menunjukkan kepercayaan investor yang semakin kuat terhadap iklim usaha di Kabupaten Badung,” ujar Agus Aryawan di Mangupura, Minggu (2/2/2026).

Berdasarkan komposisi sumber modal, investasi di Badung masih didominasi oleh Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 16,08 triliun atau sekitar 72,4 persen. Sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 6,13 triliun atau 27,6 persen. Data ini menegaskan bahwa arus investasi ke Badung sebagian besar masih bertumpu pada modal asing.

Dari sisi negara asal PMA, Australia menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp 12,83 triliun. Disusul Rusia sebesar Rp 1,98 triliun, Singapura Rp 1,15 triliun, Prancis Rp 982,2 miliar, serta Hongkong sebesar Rp 737,5 miliar.

Sementara itu, sektor usaha yang paling diminati para investor baik PMA maupun PMDN masih berkaitan erat dengan sektor properti dan pariwisata. Lima sektor dengan nilai investasi tertinggi meliputi perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp 7,07 triliun, hotel dan restoran Rp 6,77 triliun, jasa lainnya Rp 4,31 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp 1,91 triliun, serta perdagangan dan reparasi Rp 1,80 triliun.

Dari sisi jumlah proyek, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 44.030 proyek investasi yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Badung. Kecamatan Kuta Utara menjadi wilayah dengan jumlah proyek terbanyak yakni 12.724 proyek, diikuti Kuta Selatan 10.643 proyek, Kuta 9.090 proyek, Mengwi 7.232 proyek, Abiansemal 3.529 proyek, dan Petang sebanyak 812 proyek.

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, realisasi investasi juga berdampak langsung pada penciptaan lapangan kerja. Agus Aryawan mengungkapkan bahwa sepanjang 2025, investasi di Badung mampu menyerap sekitar 34.524 tenaga kerja, meningkat sekitar 25,5 persen dibandingkan tahun 2024 yang menyerap 27.501 tenaga kerja.

“Penciptaan lapangan kerja ini menjadi dampak paling nyata dari masuknya investasi, sekaligus fondasi penting bagi pertumbuhan sektor riil, termasuk UMKM di Kabupaten Badung,” jelasnya.

Melihat tren peningkatan investasi yang cukup tajam tersebut, Agus Aryawan menegaskan bahwa Kabupaten Badung masih menjadi tujuan investasi yang sangat diminati, baik oleh investor asing maupun domestik. Keunggulan komparatif dan kompetitif Badung sebagai destinasi pariwisata dunia, ditambah dengan ekosistem investasi yang sudah terbentuk, menjadi magnet kuat bagi masuknya modal di berbagai sektor.

“Dengan kondisi ini, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Badung tahun 2026 diyakini akan tetap positif sepanjang realisasi investasi dapat terus ditingkatkan,” pungkasnya. mas/ama/ksm


Back to top button