Bupati Adi Arnawa Bicara di BRIN, Badung Sabet Apresiasi IDSD 2025 dengan Skor 4,21

Jakarta, PancarPOS | Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, tampil sebagai pembicara dalam acara Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Tahun 2025 yang diselenggarakan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Selasa (24/2/2026), di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Lantai 3 Gedung B.J. Habibie, Jalan MH Thamrin No. 8, Jakarta Pusat.
Kehadiran Adi Arnawa bukan sekadar memenuhi undangan seremoni. Ia menjadi representasi pemerintah kabupaten dalam forum nasional yang membedah peta daya saing daerah Indonesia dengan tema “Pengembangan Sumber Daya Manusia sebagai Penggerak Produktivitas dan Daya Saing Daerah”.
Acara tersebut dihadiri Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto, serta Kepala BRIN RI Arif Satria.
Dalam sambutannya, Arif Satria menegaskan bahwa penguatan daya saing nasional sangat ditentukan oleh daya saing daerah. Menurutnya, IDSD bukan sekadar angka atau ajang peringkat, melainkan instrumen kebijakan.
“Ini bukan sekadar indeks atau ajang juara. Yang paling penting adalah bagaimana indikator-indikator ini dipahami dan digunakan untuk memperkuat daya saing daerah. Pengukuran yang berhasil menjadi titik prioritas kebijakan dan arah pembangunan,” tegasnya.
Pada forum tersebut, Adi Arnawa membawakan materi berjudul “Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai Penggerak Produktivitas dan Daya Saing Daerah”. Ia memaparkan strategi Kabupaten Badung dalam memperkuat fondasi daya saing melalui investasi serius di bidang kesehatan dan pendidikan.
Di tengah kompetisi industri pariwisata global yang semakin ketat, Badung menempatkan kualitas SDM, infrastruktur, dan lingkungan hidup sebagai tiga pilar utama pengungkit produktivitas. Industri pariwisata, tegasnya, masih menjadi tulang punggung perekonomian daerah, sehingga keberlanjutannya harus dijaga melalui pendekatan yang terukur dan berbasis kualitas.
“Dengan visi Mewujudkan Pariwisata Badung yang Berkualitas Berlandaskan Nilai Nangun Sat Kerthi Loka Bali, kami merancang dan melaksanakan program strategis daerah untuk memperkuat produktivitas dan daya saing. Seluruhnya terangkum dalam Sapta Kriya Adi Cipta,” jelas Adi Arnawa.
Program tersebut diarahkan untuk memastikan pariwisata tetap menjadi mesin pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.
Atas capaian kinerja tersebut, Pemerintah Kabupaten Badung menerima sertifikat apresiasi dari BRIN RI atas skor IDSD 2025 sebesar 4,21. Capaian ini menempatkan Badung sebagai salah satu kabupaten dengan performa daya saing yang kuat di tingkat nasional.
Penghargaan ini sekaligus menjadi pengakuan bahwa strategi pembangunan berbasis kualitas SDM dan keberlanjutan sektor pariwisata mampu diterjemahkan dalam indikator yang terukur.
Forum nasional ini menegaskan satu hal: daya saing tidak lahir dari retorika, tetapi dari konsistensi kebijakan, ketepatan prioritas, dan keberanian berinovasi. Dari Jakarta, pesan itu dibawa pulang ke Badung — bahwa kompetisi antar daerah semakin nyata, dan hanya daerah dengan SDM unggul yang mampu bertahan dan melesat. mas/ama/*














