Minggu, April 5, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaDaerahGerak Nyata Ny. Putri Koster di Badung, 85 Persen Program Desa Diyakini...

Gerak Nyata Ny. Putri Koster di Badung, 85 Persen Program Desa Diyakini Tercapai

Badung, PancarPOS | Komitmen membangun kualitas hidup masyarakat Bali kembali ditegaskan Ni Putu Putri Suastini Koster saat menggencarkan aksi sosial bertajuk Membina dan Berbagi di Desa Pangsan dan Desa Sulangai, Kabupaten Badung, Selasa 31 Maret 2026. Dalam gerakan yang menyentuh langsung masyarakat akar rumput ini, ia menekankan bahwa kunci keberhasilan pembangunan desa terletak pada keseriusan dan ketajaman kerja para kader.

Di hadapan masyarakat dan jajaran perangkat desa, Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali tersebut menegaskan bahwa sebesar 85 persen program desa dapat terealisasi jika kader bekerja serius, adaptif, dan mampu menjawab persoalan riil di lapangan.

“Jika kader mampu menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyelesaikan persoalan yang ada, maka 85 persen program desa akan berjalan dengan baik. Di sinilah pentingnya pelayanan yang optimal dan koordinasi yang kuat dengan instansi terkait,” tegasnya dengan nada penuh keyakinan.

Langkah konkret yang dilakukan tidak sekadar seremoni. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi besar dalam membangun masyarakat sehat, cerdas, dan berkualitas melalui penguatan peran Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan sosial berbasis komunitas.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti pentingnya implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang kini menjadi fokus layanan Posyandu. Pendekatan ini tidak hanya menyentuh aspek kesehatan, tetapi juga merambah dimensi sosial, lingkungan, dan kesejahteraan keluarga.

Salah satu program yang ditekankan adalah Gerakan Kulkul, sebuah inisiatif berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan. Program ini dinilai strategis dalam membangun budaya hidup bersih sekaligus memperkuat solidaritas sosial warga desa.

Sebagai bentuk keseriusan, ia bahkan memastikan akan turun langsung mengikuti kegiatan gotong royong bersama kader PKK dan Posyandu di Desa Sulangai pada 5 April mendatang. Kehadiran langsung ini menjadi simbol bahwa perubahan tidak bisa hanya digerakkan dari atas, tetapi harus hidup dari partisipasi bersama.

Lebih jauh, Posyandu didorong tidak hanya sebagai tempat layanan kesehatan, tetapi sebagai pusat integrasi sosial yang mampu menyerap berbagai persoalan masyarakat. Dari persoalan kesehatan ibu dan anak hingga isu lingkungan dan kesejahteraan, semuanya diharapkan dapat ditangani secara kolaboratif.

Pengarah Posyandu yang juga Kepala Dinas PMD dan Dukcapil Provinsi Bali, I Made Dwi Dewata, menegaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai perpanjangan tangan pemerintah. Kader di lapangan menjadi ujung tombak dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah.

“Tim Pembina Posyandu bertugas memberikan arahan, melakukan pembinaan, serta evaluasi berkelanjutan agar program benar-benar berdampak bagi masyarakat,” jelasnya.

Dalam rangkaian kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau langsung TPS3R Sunara Giri Lestari di Desa Sulangai. Program pengelolaan sampah berbasis sumber yang diterapkan desa ini mendapat apresiasi tinggi karena telah diikuti hampir seluruh warga.

Model pengelolaan sampah di desa ini dinilai progresif. Sampah organik diolah langsung di rumah tangga, sampah daur ulang dikumpulkan untuk dijual kembali, sementara sampah residu diproses menggunakan mesin insinerator dan dimanfaatkan menjadi paving block bernilai ekonomis.

Langkah ini menunjukkan bahwa desa tidak lagi menjadi objek pembangunan, melainkan subjek yang mampu menciptakan solusi mandiri berbasis potensi lokal. Pendekatan ini juga sejalan dengan visi besar Bali dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Gerakan Membina dan Berbagi yang digelorakan Putri Koster bukan sekadar agenda rutin, tetapi menjadi representasi dari model pembangunan partisipatif yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama. Dengan kader yang kuat, sistem yang terintegrasi, dan komitmen yang konsisten, desa diyakini mampu menjadi fondasi kokoh bagi masa depan Bali yang berkelanjutan. mas/ama/*

RELATED ARTICLES

Most Popular

Recent Comments