Politik dan Sosial Budaya

Bantu Bioflok Rp400 Juta, Made Urip Turba Panen Perdana 2 Ton Lele di Gianyar

Gianyar, PancarPOS | Agenda kunjungan kegiatan Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., langsung Turba menemui Kelompok Mina Tegal di Desa Sanding, Tampak Siring, Gianyar, Sabtu (27/8/2022). Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, melakukan panen lele Sistem Bioflok didampingi Ketua DPRD Gianyar, Drs. I Wayan Tagel Winarta bersama Kadis Ketahanan Pangan Gianyar, Ir. Gusti Ayu Dewi Ariani, M.Si., dan Sub Koordinator Unit Subtansi Perikanan Budidaya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, I Made Gede Soken. Kunjungan kerja Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, disambut Kepala Desa Pejeng Kangin, Kepada Desa Sanding, Babinsa serta Bhabinkamtibmas.

1bl#ik-14/8/2022

Berkat bantuan aspirasi Made Urip tahun 2022 di Kabupaten Gianyar mendapatkan 2 program Bioflok dengan nilai total Rp400 juta. Salah satunya Kelompok Mina Tegal di Desa Sanding, sebagai penerima bantuan sangat sumbringah sekali menyambut panen perdana kali ini, karena sudah ada yang siap tampung lele dengan harga Rp20 ribu per Kg. Dari hasil panen per kolam minimal sekitar 250 kg, sehingga peternak lele akan mendapat paling rendah omset Rp5 juta untuk 1 kolam Bioflok. Karena bantuan M-U ini terdiri dari 6 kolam berarti hasil panen dikantongi sekitar Rp30 juta dalam sekali panen, dari masa tebar hanya sekitar 105 hari sampai panen. “Oleh karenanya, para kelompok hanya perlu semangat dan kemauan yang tinggi untuk maju dan satu lagi harus pintar memilih wakil rakyat yang tepat dan yang betul betul pro rakyat,” ungkap Ketua Pokdakan Mina Tegal, I Gusti Putu Yadnya.

Bahkan, ia mengaku hasil panen bisa mencapai 2 ton dari 6 kolam lele dengan Sistem Bioflok selama 28 hari sudah berkembang dengan ukuran rata-rata 7 Cm. Hasil kerja keras tersebut, berkat bantuan Made Urip, sehingga kehidupan kelompok tani juga di-Urip. Karena itu ekonomi masyarakat akan semakin membaik kehidupannya, karena ada Made Urip. Wajar saja, Made Urip disebut petani sebagai Anggota Dewan yang sangat aspiratif, sehingga berharap ke depan tidak pernah berhenti turun membantu petani di Bali. “Jika tidak ada dukungan dari Pak Made Urip, maka petani di Bali tidak akan maju. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Made Urip atas bantuannya selama ini,” bebernya. Hal senada diungkapkan, Kadis Ketahanan Pangan Gianyar, Gusti Ayu Dewi Ariani, menyebutkan panen ikan lele dengan Sistem Bioflok ini, sebagai salah satu wujud perhatian dan sumbangsih Made Urip di Kabupaten Gianyar yang sangat komitmen terhadap petani.

1th#ik-16/8/2022

Pihaknya bersama petani di Gianyar merasa sangat bersyukur punya wakil rakyat dari Bali di Komisi IV DPR RI yang selalu getol turun membantu petani. “Semoga Pak Made Urip tetap di Komisi IV ke depan. Kalau kita tidak punya, maka kita tidak akan ada bantuan ke petani. Kami sangat mengapresiasi Bapak Made Urip, karena tetap di Komisi yang mengurus pertanian sebagai kebutuhan pokok dan utama. Tanpa pertanian kita tidak akan bisa hidup,” tutupnya. Di sisi lain, Ketua DPRD Gianyar, Wayan Tagel Winarta menyampaikan panen lele perdana ini berkat bantuan Made Urip, karena sangat konsisten memperhatikan dan membantu petani di Bali, termasuk di daerah gianyar. Karena itu, jika ada urusan pertanian di Bali, maka Made Urip sebagai tokohnya sektor pertanian, karena di mana-mana selalu diterima masyarakat, khususnya petani dan krama subak seluruh Bali. Tidak saja di Tabanan, termasuk di Gianyar nama Made Urip sudah sangat terkenal dan membumi membantu dan memperjuangkan sektor pertanian.

“Saya tidak menyanjung, karena Pak Made Urip sudah 5 periode terpilih dengan suara terbanyak. Ini wujud komitmennya membantu masyarakat Bali, agar makin maju dengan berbagai bantuan, seperti budidaya lele dengan Sistem Bioflok ini. Jika ada usulan petani selalu dibantu dan diwujudkan, sehingga semua bantuan Pak Urip sangat dirasakan manfaatnya selama ini,,” paparnya. Pada kesempatan itu, Made Urip merasa sangat berbangga bisa bertatap muka untuk kegiatan panen perdana lele Sistem Bioflok sebagai salah satu program unggulan di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Perlu diketahui ikan lele gizinya hampir sama dengan ikan Salmon, kerena nilai proteinnya yang sangat luar biasa. Apalagi dengan Sistem Bioflok ini, ikan lele sangat mudah hidup.

12th#ik-1/8/2022.

M-U berharap budidaya lele dengan Sistem Bioflok dari bantuan pusat ini, bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani ikan dengan baik, sehingga bisa memberi multiplier effect atau imbas ekonomi bagi masyarakat. Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional itu, menyadari selama ini dampak akibat pandemi Covid-19 telah memberikan pelajaran yang berharga, karena terbukti pertumbuhan ekonomi Bali tidak bisa hanya bergantung di sektor pariwisata saja, namun juga harus bisa memperkuat sektor pertanian yang telah menjadi kultur dan budaya di Bali dengan subak abian dan subak basah minimal untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga. “Inilah yang menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat terutama kita di Bali. Untungnya sekarang recovery Bali bisa berjalan lebih cepat dengan banyaknya penerbangan dari luar negeri,” pungkas M-U. ama/ksm

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button