Ngayah Sebagai Mangku Dalem Pejeng Aji, Dauh Wijana Tetap Berkarya Layani Masyarakat

Gianyar, PancarPOS | Lama tak bertemu sosok politisi senior Partai Golkar, Dr.Ir. I Made Dauh Wijana, MM., ternyata tidak pernah lepas dari kesibukan mengurus kepentingan masyarakat. Ketika disambangi langsung ke tanah kelahirannya di Desa Pejeng Aji, Kecamatan Tegalalang, Gianyar belum lama ini, Bendahara DPD I Partai Golkar Provinsi Bali tersebut malah lebih sibuk dari biasanya, padahal sebelumnya sempat duduk sebagai Anggota DPRD Bali. Apalagi saat ini, sudah di ekajati mengemban ayahan Pemangku Kahyangan Tiga, sebagai suatu anugrah yang orang lain belum bisa dapatkan. Bahkan Jro Mangku Dalem Pejeng Aji ini, tidak mematahkan semangatnya untuk tetap berkarya melayani masyarakat.

Mantan Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Gianyar itu, menjelaskan dirinya semenjak terakhir tidak lagi menjabat menjadi Anggota Komisi III DPRD Bali dari Fraksi Partai Golkar, masih sangat banyak kegiatan yang dihadirinya, meskipun sekarang sedang menyandang sebagai pemangku. Hal ini terlihat ketika ditemui, Dauh Wijana usai mengajar di Universitas Mahasaraswati Denpasar di Program Magister Managemen. Dipercaya menjadi dosen, diakui Dauh Wijana sudah sejak tahun 2018. Bahkan di sela-sela menjadi mengajar dirinya tetap melayani masyarakat baik itu menerima keluhan dan aspirasi, maupun menghadiri acara kegiatan masyarakat Gianyar, khususnya di daerah Tegallalang.

“Usai menjabat jadi anggota dewan, saya menjadi dosen dan ngayah di desa menjadi pemangku. Saya tetap komit melayani masyarakat, meskipun sudah tidak lagi menjadi dewan. Sebab suara rakyat harus kita tanggapi dan jangan kita tinggalkan karena itu juga bagian dari Tri Hita Karana,” jelas pengusaha kontraktor dan pengembang perumahan itu, seraya ketika ditanyakan tentang karir politiknya, Dauh Wijana mengatakan akan tetap mengalir seperti air, tanpa melupakan tugas dan kewajiban dirinya sebagai pemangku, baik di desa, organisasi, kampus. Dauh Wijana, juga mengaku akan mempertimbangkan kembali, seandainya ditugaskan kembali untuk maju berpolitik.

Bahkan ketika para kader Golkar dan simpatisan yang mendorong dan menginginkan dirinya kembali berpolitik, sebab maju politik harus ada dukungan dari segala penjuru. Diakuinya kursi di Dapil Gianyar paling termahal dari seluruh Kabupaten di Bali, karena dengan jumlah penduduk sekitar 500 ribu hanya memperebutkan 6 kursi DPRD Provinsi Bali sudah jelas daya tempurnya tidak main-main. “Kalau disuruh berpolitik lagi, saya jalani saja dan pasti akan nunas ica, apa yang terbaik pasti, dan pasti akan saya lakukan tetap mengalir pokoknya,” ungkapnya, sembari nengakui, walaupun menjalankan kewajiban sebagai pemangku, namun dirinya tetap tidak pernah menolak undangan masyarakat, bahkan beberapa hari lalu juga sempat mengadiri undangan di Desa Kelusa, Payangan, Gianyar.

“Kalau saya diundang untuk kepentingan orang banyak, saya pasti hadir dan susah saya menolaknya,” pungkas penggemar Ikan Koi itu. saputra/ama









