Politik dan Sosial Budaya

Tidak Lagi Sektor Kumuh dan Miskin, Made Urip Sosialisasikan Kebijakan Perikanan Budidaya


Bangli, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., bersama Dirjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali turun langsung memperkuat pengembangan potensi sektor perikanan di Bali. Kali ini, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek), sekaligus Sosialisasi Kebijakan Perikanan Budidaya oleh Koordinator Program Sekretaris Ditjen Perikanan Budaya Dirjen Perikanan Budidaya KKP, Rokhmad Mohamad Rofiq di Resort dan Resto Apung, Desa Kedisan, Kintamani, Bangli, Senin (11/4/2022).

1bl#ik-4/4/2022

Kunjungan kerja Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U tersebut, didampingi Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem, Wendi Tri Prabowo, S.Pi., M.Si., beserta Bupati Bangli yang diwakili Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, ir. I Made Alit Parwata, M.Si., bersama Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Kintamani, I Wayan Artom Krisna Putra. Bimtek yang terus digalakan oleh Anggota Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI itu, diikuti oleh 100 peserta yang berasal dari PPL serta para pembudidaya ikan di sekitar kawasan Danau Batur.

1th#ik-4/4/2022

Salah satu peserta, I Gede Sugianto Agi Kusuma Putra, SH., selaku Ketua Kelompok Mina Segara Rupek, mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang sudah berkali-kali datang dan memberikan bantuan. Bahkan, kembali memberikan sosialisasi Kebijakan Perikanan Budidaya kepada kelompok tani ikan di Danau Batur. Selaku nelayan juga sangat bangga karena mendapat apresiasi dari Made Urip dengan berbagai bantuan, termasuk di sektor perikanan di wilayah Kintamani, khususnya di kaki Gunung Batur. “Kami sangat berharap pemerintah juga bisa ikut membantu, seperti yang direalisasikan oleh Bapak Made Urip,” ucapnya.

1th#ik-18/1/2022

Menyambut kehadiran Made Urip, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan dan Perikanan Bangli, Made Alit Parwata sangat mengapresiasi dukungan Made Urip bersama KKP yang sangat luar biasa selama ini, khususnya sektor perikanan di Bangli. Ke depan berharap Made Urip agar tidak henti-henti membantu dan memperhatikan para petani dan nelayan baik perikanan darat dan danau untuk memaksimalkan pengembangan potensi perikanan di Bangli. Bahkan, dari dulu sudah membuat program sesuai segmen untuk pembenihan dan mina padi di darat termasuk di danau dari hulu hingga hilir sudah terfasilitasi sesuai dengan visi dan misi Pemkab Bangli. “Mudah-mudah ke depan Pak Made Urip bisa terus memprogramkan untuk menyiapkan ketahanan pangan di sektor perikanan,” tandasnya.

2bl#ik-17/2/2022

Di sisi lain, Kepala Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan Karangasem, Wendi Tri Prabowo juga mengaku akan terus mengawal bersama Made Urip potensi sektor perikanan yang bisa dikembangkan di Bali termasuk di Kabupaten Bangli. Salah satunya melalui Bimtek dan sosialisasi Perikanan Budaya untuk memberi wawasan dan pengetahuan pelaku usaha dan nelayan di Bali. Pihaknya menekankan tiga upaya agar produksi perikanan unggulan dengan membangun kampung budidaya dan perikanan terukur. “Ketiga terobosan ini akan menjadi pengungkit sektor perikanan secara keseluruhan. Karena negara kali ini hadir untuk berkontribusi,” tutupnya.

4bl#ik-17/2/2022

Saat secara resmi membuka sosialisasi, Made Urip menyampaikan selama 5 periode duduk sebagai Anggota Komisi IV DPR RI dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional, telah mengemban tugas mengurus perut rakyat. Seperti melalui Bimtek yang bekerja sama dengan Dirjen Perikanan Budidaya KKP untuk memberikan wawasan baru bagi pelaku usaha yang mengembangkan budidaya perikanan, terutama di air tawar, danau dan darat. Apalagi potensi sektor perikanan sangat luar biasa, seperti di Bangli yang sumber airnya melimpah namun pengelolaannya harus tetap memperhatikan lingkungan. “Misalnya di Danau Batur yang sudah mengalami pendangkalan, sehingga harus mendapatkan perhatian bersama,” beber M-U.

1bl#ik-21/7/2021

Untuk itu, membangun sektor perikanan tidak hanya hari ini saja, namun harus terus berkelanjutan. Salah satunya dengan menghindari pemakaian pupuk kimia yang berlebihan dengan pupuk organik yang ramah lingkungan. “Pelan-pelan harus dihilangkan pupuk kimia ini. Karena kalau hujan, maka air di lahan pertanian akan ke danau larinya,” ujar politisi senior yang sempat digadang-gadang maju sebagai Wakil Gubernur Bali, saat Pilgub Bali 2004 itu, seraya meminta agar bisa belajar dari negara yang makmur dengan sektor perikanan, sehingga budidaya ikan di Danau Batur juga bisa dikembangkan dengan kualitas dan branding yang bisa bersaing. Selain itu, Made Urip akan selalu membantu kelompok ikan dengan membuka akses dari APBN.

1th#bn-20/2/2022

Apalagi selama pandemi, sektor pariwisata sangat lesu, sehingga menurunkan pertumbuhan ekonomi Bali hingga minus 9 persen. “Maka itu kita harus belajar dari pandemi Covid-19 ini, karena sektor pariwisata sangat resistensi dengan penyakit dan bencana. Untungnya sektor pertanian di Bali masih kuat lewat subak abian dan basah sebagai penyangga pangan di Bali. Maka itu, melalui Bimtek ini agar bisa mendapat pengetahuan dan ketrampilan untuk menggerakan ekonomi di desa, sesuai dengan komitmen Pak Jokowi membangun dari pinggiran desa ini,” katanya, sekaligus berbangga generasi muda sudah mulai menekuni sektor pertanian karena tidak lagi memandang sebagai sektor yang kumuh dan miskin.

1bl#bn-13/2/2022

“Mari kita dorong anak muda kita untuk menekuni sektor pertanian dalam arti luas. Saya juga akan terus memberikan Bimtek kepada generasi muda ini,” pungkas M-U. nantama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button