Made Urip Genjot Bantuan Bibit Kelapa Genjah, Jadikan Desa Munggu Basis Nyuh Daksina

Badung, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali menggenjot bantuan bibit tanaman produktif untuk petani dan krama subak di Bali. Kali ini Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, menggelontorkan bantuan bibit Kelapa Genjah di Wantilan Pura Dalem Wisesa, Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Badung, Jumat (10/12/2021). Wakil rakyat sejuta traktor yang akrab disapa M-U ini, menyerahkan secara simbolis bantuan 3.575 bibit Kelapa Genjah untuk empat subak di Desa Munggu dari total bantuan 7.875 bibit Kelapa Genjah yang disebar untuk tujuh subak seluruh Bali. Seluruh bantuan diserahkan Anggota DPR RI lima periode dengan 255.130 suara terbanyak Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional ini, di sela-sela membuka secara resmi kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi Pengembangan Benih Hasil Litbang Komoditas Kepala Genjah bersama Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Bali Dr.drh. I Made Rai Yasa, MP., yang dihadiri Tim Monev Kegiatan Pembenihan Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian Bogor berserta Anggota DPRD Bali dan Badung dari Fraksi PDI Perjuangan I Bagus Alit Sucipta, alias Gus Bota dan I Wayan Regep, SH., serta Kadis Pertanian dan Pangan Badung I Wayan Wijaya.

Usai menerima bantuan, Pekaseh Subak Munggu, I Made Wija sangat berterimakasih kepada Made Urip yang telah memberikan bantuan bibit kelapa untuk kebutuhan bungkak dan nyuh daksina. Namun masih banyak bantuan lain yang dibutuhkan krama subak di Desa Munggu yang diharapkan bisa terus dijembatani oleh Made Urip, agar bisa meningkatkan produktifitas pertanian. “Bantuan Pak Urip sangat kami butuhkan, agar Desa Munggu bisa menjadi basis pertanian bagi masyarakat. Jadi kami ucapkan terimakasih kepada Bapak Urip yang selama ini sangat banyak membantu kami,” bebernya. Pada kesempatan itu, Perbekel Desa Munggu, I Ketut Darta juga mengaku sangat bersyukur dapat bantuan bibit Kelapa Genjah dari BPTP Bali yang difasilitasi oleh Made Urip untuk ditanam di Desa Munggu agar berkembang menjadi basis atau center buah Kelapa Genjah di Bali yang digunakan sebagai bahan upakara. Bantuan ini dikatakan sudah jelas berkat arahan dan perjuangan Made Urip melalui BPTP Bali bersama Kadis Pertanian dan Pangan Badung. Untuk itu, pihaknya berharap ke depan Made Urip juga bisa membantu akses jalan subak atau jalan usaha tani (JUT). Selain itu, alat dan mesin pertanian (Alsitan) yang dimiliki petani dan krama subak masih sangat terbatas. “Kami ucapkan terimakasih atas bantuan bibit kelapa ini. Bantuan ini sangat luar biasa, dan saya mohon kepada Bapak Made Urip dan Bapak Kepala BPTP nanti kembali memberi support kepada kami,” tandasnya.

Di sisi lain, Kadis Pertanian dan Pangan Badung, Wayan Wijana mengakui memang sejak lama sudah mengenal sepak terjang Made Urip yang saat ini kembali mengulurkan bantuan untuk petani dan krama subak di Kabupaten Badung. Meskipun di Bumi Keris selama ini hanya mengandalkan sektor pariwisata, namun saat pandemi Covid-19 bantuan seperti ini dirasakan sangat bermanfaat. Apalagi saat ini, Pemkab Badung telah menyusun program kedautan pangan di tengah sektor pariwisata yang semakin lesu untuk memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri. “Kita memiliki wakil rakyat, seperti Pak Urip sangat memperhatikan kita melalui bantuan APBN. Bahkan, sudah berapa banyak bantuan pertanian diberikan di Badung? Ini sangat membantu, ketika APBD Badung menurun akibat pendapatan dari pajak hotel dan restoran menurun. Karena itu, kita harus bersyukur sekarang menjadi petani, karena satu-satunya yang bisa hidup di Badung saat ini, dan sebagai roh budaya kita,” tegasnya. Selaku Kepala BPTP Bali, Made Rai Yasa juga menambahkan, semua bantuan bibit Kelapa Genjah ini berkat perjuangan Made Urip melalui anggaran Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Tahun 2021. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempercepat diseminasi inovasi teknologi pertanian hasil Litkaji Badan Litbang Pertanian di Bali, khususnya diseminasi inovasi Kelapa Genjah yang diikuti sekitar 150 peserta dari petani dan krama subak di wilayah Desa Munggu.

Disadari selama ini, kelapa sebagai komoditas yang dibutuhkan masyarakat Bali, atau disumsikan sekitar 752.500 kelapa daksina dan 376.250 nyuh bungkak (kelapa muda). Sangat disayangkan populasi Kelapa Genjah malah semakin menyusut, sehingga mendatangkan sekitar 1 juta butir kelapa dari luar Bali. “Untuk itu, melalui kehadiran Bapak Made Urip kali ini, bisa memberi solusi dengan bantuan bibit kelapa untuk membangun pertanian maju, mandiri dan modern,” jelasnya. Di sisi lain, Gus Bota yang juga Wakil Ketua DPC PDI Perjuangan Badung ini, menegaskan selain bantuan bibit Kelapa Genjah yang difasiltasi Made Urip, juga selalu membantu petani dan krama subak di Kabupaten Badung. Bantuan bibit ini dirasakan akan sangat meringankan beban petani di tengah pandemi. “Saya harap bantuan ini bisa digunakan dengan baik, karena kelapa banyak didatangkan dari luar, terutama untuk upakara. Karena itu, bantuan dari Pak Made Urip ini tolong digunakan dengan baik,” tutup anggota dewan newcomer dengan 110.440 suara tertinggi di DPRD Bali itu. Saat berdialog dan bertatap muka, Made Urip menyampaikan keberadaan subak di Desa Munggu sangat luar biasa, karena masih memiliki lahan produktif sebanyak 350 hektar. Untuk itulah, lahan kelas satu ini harus terus dipertahankan dan jangan sampai tergoda dengan tergerus di luar sektor pertanian.

Karena itu, Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, akan memberi bantuan JUT dan Alsintan yang akan diperjuangkan lewat APBN tahun 2022. Apalagi selama ini masyarakat Badung sangat merasakan dampak ekonomi akibat pandemi, sehingga tidak boleh lagi hanya terlena di sektor pariwisata, karena sangat rentan terhadap bencana alam dan penyakit seperti wabah Virus Covid-19 dengan memperkuat sektor pertanian dalam arti luas. “Saya berharap agar kita bersatu bagaimana mempertahankan sektor pertanian dan kelestarian lahan subak bisa terjaga dengan baik. Saya akan terus berusaha menjembatani bersama Pak Rai dari BPTP Bali yang juga berasal dari Desa Munggu. Mudah-mudahan bantuan bibit Kelapa Genjah ini bisa digunakan dan dimanfaatkan dengan baik, karena bantuan seperti ini hanya sebagai stimulus saja,” pungkas M-U. ama/ksm









