Sampah di Kota Tabanan Menggunung dan Jorok, Made Urip Buka Sosialisasi Bantuan Infrastruktur Hijau IPAL

Tabanan, PancarPOS | Terkait persoalan pencemaran lingkungan juga mendapat perhatian serius oleh Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si. Apalagi masalah sampah, terutama sampah domestik hingga kini belum ditemukan solusi dan mendapat penanganan yang tepat. Untuk itulah, Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, kali ini membuka secara resmi Sosialisasi Bantuan Infrastruktur Hijau Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik (IPAL) bersama Dirjen KLHK, Luckmi Purwandari, ST., M.Si., dan Plt Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P2E) Bali Nusra, Ni Nyoman Santi, ST., M.Sc., untuk membahas dan memberi solusi pencegahan pencemaran lingkungan dan penanganan sampah domestik yang berlangsung di Hotel Apple Resort Tabanan, Jumat (26/11/2021). Kehadiran Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, juga didampingi Anggota DPRD Tabanan dari Fraksi PDI Perjuangan I Gede Oka Winaya, SE., sebagai program bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dr.Ir. Siti Nurbaya, M.Sc., melalui Direktorat Pengendalian Pencemaran Air Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia.

Salah satu penerima Program IPAL dari Kepala SMPN 3 Marga, I Made Lastra mengucapkan terimakasih kepada Made Urip yang telah memberikan bantuan IPAL di SMPN 3 Marga yang sangat bermanfaat untuk mengolah sampah sekolah, termasuk sampah domestik dan rumah tangga dari masyarakat. “Sehingga ke depan diharapkan tidak saja bantuan ini saja, tapi agar Pak Made Urip juga memfasilitasi bantuan lain untuk SMP Negeri 3 Marga,” katanya, seraya ditambahkan penerima bantuan lainnya dari Kepala SMPN 3 Payangan NI Luh Sri Taman, SPd., MPd., juga menyampaikan terimaksih kepada Made Urip yang telah memberikan bantuan IPAL, sekaligus kegiatan sosialisasi. “Bantuan ini sangat kami rasakan manfaatnya bagi sekolah untuk mengolah limbah, baik dari sekolah maupun masyarakat sekitarnya,” tandasnya. Di sisi lain, Gede Oka Winaya yang juga Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Marga menyambut positif sosialisasi yang digelar Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ketujuh nasional itu. Selain sebelumnya telah menyalurkan bantuan IPAL, dikatakan Made Urip juga terus memberikan berbagai terobosan untuk pengendalian pencemaran lingkungan. “Apa yang diberikan dan sosialisasikan ini sangat bermanfaat, khususnya bagi peserta penerima bantuan untuk mengendalikan lingkungan menjadi lebih baik,” beber pengusaha distributor BBM non subsidi itu.

Sementara itu, Plt Kepala P2E Bali Nusra, Ni Nyoman Santi berharap sosisialisasi ini bisa bermanfaat untuk menjaga lingkungan, terutama kualitas air di Tabanan menjadi kabupaten dengan kualitas air yang sangat baik sebagai upaya menjaga predikat lumbung pangan Bali. “Kami ucapkan berterimakasih kepada Bapak Made Urip atas sosialisasi ini yang diharapkan dapat bermanfaat untuk menjaga kualitas air di Tabanan,” tegasnya. Hal senada disampaikan Dirjen KLHK, Luckmi Purwandari yang meminta agar melalui sosialisasi ini, dapat menjadi semangat untuk menjaga kualitas air di Bali, khususnya Tabanan. Apalagi melalui sosialisasi untuk mengelola IPAL tersebut sangat penting agar air limbah yang diolah bisa kembali digunakan, sehingga tidak lagi mencemarkan lingkungan. “Jadi inilah peran masyarakat, agar bisa mengelola lingkungan dengan baik dan mudah-mudahan kegiatan sosialisasi ini bisa bermanfaat,” imbuhnya. Usai membuka sosialsiasi, Made Urip berharap sosialiasi ini bisa memberikan wawasan untuk mengendalikan limbah dan menjaga lingkungan dengan baik. Karena itulah, Komisi IV DPR RI kali ini bekerjasama dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyadari pengendalian ekosistem akan berpengaruh terhadap kehidupan. “Jika kita tidak mengedalikan pencemaran lingkungan dan menjaga kondisi hutan kita, maka bisa terjadi bencana banjir dan tanah longsor secara terus menerus,” ungkap politisi asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan itu dengan penuh semangat.

“Makanya, kita harus selalu menjaga ekosistem kita, agar tetap lestari dan hutan kita agar tetap terjaga, sehingga tidak memberi dampak negatif bagi masyarakat. Mari jaga hutan kita, karena dampaknya bisa ke sektor lain seperti pertanian,” tambah Anggota Kerjasama Hubungan Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, seraya menghimbau agar budaya menanam harus dilakukan secara terus menerus, karena jika tidak ada hutan, maka tidak ada air, dan jika tidak ada air, maka tidak akan ada kehidupan di muka Bumi. Untuk itu, lewat sosialisasi ini agar juga bisa menanamkan budaya bersih, misalnya membuang sampah jangan sembarangan. Apalagi Gunernur Bali Wayan Koster sudah memprogramkan pengelolaan sampah berbasis sumber, sehingga sampah domestik dan rumah tangga harus habis dari sumbernya. “Harus dijadikan contoh itu sebagai kultur dan budaya bersih yang harus ditanamkan sejak dini untuk anak-anak kita. Makanya harus kita jaga lingkungan dan ekosistem agar tetap dikelola dengan baik, sehingga kehidupan bisa tetap lestari ke depan. Apalagi sudah mendapat bantuan IPAL dan akan terus dibantu program seperti ini ke depan. Misalnya pengolaan sampah, seperti di Jalan Gajah Mada, Tabanan sudah menggunung. Padahal itu wajah Kota Tabanan seharusnya bersih, tapi malah berbau jorok dan bisa mengganggu kesehatan kita,” sentil M-U sembari mengakhiri dengan memberikan sosialisasi pemahaman 4 Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. “Saya juga memberikan sosiasialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Tolong dibaca buku yang sudah dibagikan itu untuk menjaga keutuhan bangsa dan negara,” tutup Made Urip. ama/ksm









