Samsat Badung Gerakkan Aksi Bersih Sampah Plastik Beruntun, Pasar dan Desa Ramai-Ramai Dukung Gerakan “Sing Kedas, Sing Mulih”

Badung, PancarPOS | Aksi peduli lingkungan yang dilakukan UPTD Samsat Badung menarik perhatian masyarakat luas. Dengan mengusung semangat Sing Kedas, Sing Mulih dan Salam Padas (Palemahan Kedas, Desaku Bersih Tanpa Mengotori Desa Lain), Samsat Badung menggelar kegiatan bersih-bersih sampah plastik secara beruntun. Dimulai dari Pasar Sembung, Sempidi, dilanjutkan ke Pasar Jagapati, gerakan ini kemudian merambah ke desa-desa dan mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat maupun perangkat desa.
Kepala UPTD Samsat Badung, I Ketut Sadar, S.Sos., MH., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sebuah program sementara, melainkan gerakan berkesinambungan untuk menumbuhkan budaya baru di tengah masyarakat. “Kami tidak ingin sekadar bersih-bersih, tetapi mengedukasi masyarakat bahwa menjaga kebersihan adalah investasi jangka panjang. Kalau lingkungan bersih, desa kita sehat, ekonomi tumbuh, dan generasi muda bisa hidup dengan nyaman,” jelasnya.

Ketut Sadar menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen masyarakat. Para lurah, perangkat desa, hingga pedagang pasar ikut turun tangan dalam aksi ini. “Partisipasi aktif masyarakat adalah kunci. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku perubahan. Dari sini, kita bisa lihat bahwa masyarakat Badung sangat peduli dengan isu sampah plastik,” tambahnya.
Tidak sedikit warga yang menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya. Lingkungan pasar yang biasanya penuh sampah plastik kini tampak lebih tertata. Pedagang merasa lebih nyaman, pembeli pun menyambut positif suasana pasar yang bersih. Bahkan, beberapa desa sudah menyatakan kesiapan untuk menggelar kegiatan serupa secara rutin dengan menggandeng Samsat Badung.
Gerakan ini juga dinilai sebagai langkah nyata bagaimana lembaga pelayanan publik dapat berperan lebih dari sekadar memberikan layanan administrasi. Samsat Badung menunjukkan kepedulian yang menyentuh aspek kehidupan masyarakat secara luas, yaitu kesehatan, kenyamanan, dan kelestarian lingkungan.

“Semoga gerakan Sing Kedas, Sing Mulih ini menjadi kebiasaan sehari-hari. Mari kita mulai dari diri sendiri, dari rumah kita masing-masing, hingga seluruh desa di Badung bisa menjadi contoh kabupaten yang bersih dan peduli lingkungan,” tutup Ketut Sadar.
Dengan gaung positif yang semakin meluas, gerakan bersih-bersih plastik beruntun yang diinisiasi Samsat Badung ini diprediksi akan terus bergulir. Tidak hanya memperkuat budaya bersih, tetapi juga memperkokoh citra Badung sebagai daerah yang mampu menjaga keharmonisan antara manusia dan alam. ama/ksm









