Daerah

Wawali Arya Wibawa Pimpin Rakor TKPK, Genjot Pendataan Perlinsos Percepat Penanggulangan Kemiskinan


Denpasar, PancarPOS | Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa memimpin Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) dan Percepatan Perlindungan Sosial (Perlinsos) Kota Denpasar di Ruang Sewaka Mahottama, Graha Sewakadarma, Lumintang, Senin (3/8/2026). Rapat ini difokuskan untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mempercepat pendataan perlindungan sosial sekaligus memastikan program penanggulangan kemiskinan tepat sasaran.

Rapat koordinasi dihadiri Sekretaris Daerah Kota Denpasar I Gusti Ngurah Eddy Mulya, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ida Bagus Alit Adhi Merta, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat se-Kota Denpasar, serta seluruh perbekel dan lurah.

Dalam arahannya, Arya Wibawa menegaskan rapat koordinasi menjadi forum evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah kota, kecamatan, desa, dan kelurahan.

“Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran OPD, camat, serta perbekel dan lurah atas kerja keras serta kolaborasi aktif yang telah ditunjukkan selama ini,” ujarnya.

Arya Wibawa menjelaskan secara makro pembangunan Kota Denpasar menunjukkan capaian yang menggembirakan. Pertumbuhan ekonomi mencapai 6,11 persen atau berada di atas rata-rata Provinsi Bali. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Denpasar menjadi yang tertinggi di Bali dan masuk dalam 10 besar nasional.

Indikator kesejahteraan masyarakat juga terus meningkat, ditandai dengan membaiknya angka harapan hidup, harapan lama sekolah, serta rata-rata lama sekolah. Sementara itu, tingkat kemiskinan berada pada angka 2,6 persen, termasuk salah satu yang terendah di Indonesia.

Meski demikian, Arya Wibawa menegaskan pemerintah tetap memfokuskan perhatian pada kedalaman dan tingkat keparahan kemiskinan, mengingat jumlah penduduk Kota Denpasar yang cukup besar.

Untuk mencegah masyarakat berpenghasilan rendah jatuh ke kategori miskin ekstrem, Pemkot Denpasar memberikan perhatian khusus kepada kelompok masyarakat rentan pada Desil 5 dan Desil 6 yang diperkirakan mencapai sekitar 18 ribu jiwa.

Dalam rapat tersebut juga dievaluasi perkembangan pendataan Kartu Keluarga (KK) untuk program Perlindungan Sosial. Hingga awal Agustus, jumlah KK yang berhasil didata telah mencapai sekitar 35 ribu atau meningkat 21 persen hanya dalam sepekan terakhir.

Arya Wibawa menegaskan pendataan akan terus dilaksanakan hingga batas akhir yang ditetapkan pemerintah pusat pada akhir Agustus 2026. Pemerintah pusat menetapkan target minimal capaian pendataan antara 40 hingga 60 persen.

Menurutnya, target awal yang ditetapkan mencapai 111 ribu KK atau sekitar 5.000 KK per hari sengaja dibuat tinggi sebagai strategi untuk mendorong percepatan kerja di lapangan. Saat ini, rata-rata pendataan telah mencapai 2.000 hingga 3.600 KK setiap hari dan terus mengalami peningkatan.

Ia mengungkapkan capaian Denpasar mendapat apresiasi dari pemerintah pusat karena mampu meningkatkan jumlah data masyarakat secara signifikan dalam waktu singkat.

Arya Wibawa menilai salah satu keunggulan Kota Denpasar adalah keberadaan balai banjar dan balai desa yang sangat efektif sebagai pusat berkumpulnya masyarakat sehingga mempercepat proses pendataan dibandingkan metode door to door yang diterapkan di sejumlah kota besar.

Untuk mencapai target minimal 60 persen atau sekitar 90 ribu KK sebelum batas akhir Agustus, rapat menyepakati sejumlah langkah percepatan, di antaranya pembaruan jadwal turun lapangan bagi perbekel, lurah, kepala dusun, dan kepala lingkungan.

Selain itu, monitoring capaian pendataan dilakukan tiga kali setiap hari, yakni pukul 06.00 Wita, 18.00 Wita, dan 22.00 Wita. Pemerintah Kota Denpasar juga menetapkan target minimal pendataan harian sebanyak 2.000 hingga 2.500 KK agar target nasional dapat tercapai tepat waktu. mas/ama/*


Back to top button