Siap Dibongkar, Pemasang Patung Misterius di Kawasan Pura Pasar Agung Minta Maaf

Karangasem, PancarPOS | Munculnya tiga patung misterius di kawasan Pura Pasar Agung, Besakih, Karangasem langsung mendapat respon dari aparat dan pihak terkait. Kali ini, rapat mediasi berlangsung dan dibuka oleh Humas Pura Pasar Agung, I Wayan Suara Arsana yang menyampaikan bahwa rapat dilaksanakan dalam rangka membahas penyelesaian pemasangan Patung Lingga Siwa di Kawasan Pura Telaga Mas, Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir pada Minggu (30/1/2022). Dari penyampaian Jro Mangku Gede Umbara, Penglingsir Pura Pasar Agung terkait adanya permasalahan viralnya penemuan patung misterius di Lereng Gunung Agung kawasan Pura Telaga Mas Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir menyatakan bahwa kawasan di atas Pura Pasar Agung merupakan kawasan suci sesuai Purana Pura Pasar Agung.
“Sehingga tidak diperkenankan meletakkan atau memasang patung dan sejenisnya tanpa seijin Pengempon dan Penglingsir Pura Pasar Agung dan tidak seijin Desa Adat pengempon serta tidak seijin pihak KRPH Bali Timur wilayah Kecamatan Selat. Kesimpulannya bahwa pemasangan patung tersebut menyalahi aturan dan telah melanggar kesucian Kawasan Pura Pasar Agung Giri Tohlangkir,” paparnya.

Di sisi lain, Bendesa Adat Sogra, Jro Mangku I Wayan Sukra saat pertemuan melalui rapat tersebut menyatakan keberadaan Patung Lingga Siwa tersebut telah dipasang oleh Jro Mangku Merta mas Semeru dan rombongan sekitar 70 orang pada Minggu, 16 Januari 2022 di Lereng Gunung Agung dan menjadi viral, akibat adanya pihak yang pro dan kontra terhadap keberadan patung di kawasan suci Pura pasar Agung tanpa seijin Pengempon, Pemerintah dan Desa Adat Setempat.
Mengenai kawasan lereng Gunung Agung secara hukum wilayah kedinasan berada di bawah penguasaan KRPH Bali Timur dan secara adat masuk wilayah Desa Adat Sogra. “Kami sebagai bendesa dan juga Pengempon Pura Pasar Agung telah beberapa kali melaksanakam rapat dengan MDA dan PHDI Kecamatan Selat untuk mencari solusi penyelesaian permasalahan ini, sehingga tidak berlarut-larut. Pada kesempatan ini, kami mengundang pihak pemasang patung dengan tujuan untuk menyelesaikan permasalahan secara arif dan bijaksana dengan mengedepankan kekeluargaan, sehingga situasi tetap kondusif,” tegasnya.
Bersambung…









