Senin, April 27, 2026
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
spot_img
spot_imgspot_imgspot_imgspot_img
BerandaNasionalPerempuan Astra Bali Gerakkan Kesadaran Lingkungan, Workshop Pilah Sampah Jadi Momentum Perubahan...

Perempuan Astra Bali Gerakkan Kesadaran Lingkungan, Workshop Pilah Sampah Jadi Momentum Perubahan Nyata

Denpasar, PancarPOS | Momentum peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi 2026 dimanfaatkan Perempuan Astra bersama Grup Astra Bali untuk mendorong perubahan nyata di tengah krisis lingkungan yang semakin terasa. Bertempat di Astra Motor Bali pada 25 April 2026, kegiatan bertajuk “Peran Perempuan Astra Penjaga Harmoni Bumi” digelar melalui workshop dan diskusi bertema Pilih, Pilah dan Olah Sampah.

Kegiatan ini tidak sekadar seremoni, tetapi menjadi ruang edukasi dan refleksi kolektif bagi insan Astra dalam memahami urgensi pengelolaan sampah secara berkelanjutan. Perempuan Astra tampil sebagai motor penggerak yang mendorong perubahan dari akar paling dasar, yaitu rumah tangga hingga lingkungan kerja.

Sejak awal kegiatan, peserta tidak hanya diajak berpikir soal lingkungan, tetapi juga diingatkan akan pentingnya keselamatan diri. Tim Safety Driving dan Safety Riding Grup Astra Bali memberikan penyegaran terkait keselamatan berkendara sebagai bagian dari komitmen menciptakan budaya kerja yang aman dan bertanggung jawab.

Langkah ini menunjukkan bahwa keberlanjutan tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan erat dengan kesadaran individu, baik dalam menjaga diri maupun lingkungan sekitar.

1th#ik-001.1/3/2026

Perwakilan Grup Astra Bali, Alexandra Dewi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan wujud konkret dari komitmen perusahaan dalam memperkuat peran perempuan sekaligus meningkatkan kepedulian lingkungan di kalangan internal.

Alexandra Dewi menyampaikan bahwa perempuan memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu membentuk kebiasaan baik, baik di tempat kerja maupun di rumah.

Ia menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak harus dimulai dari langkah besar, melainkan dari kebiasaan sederhana seperti memilah sampah sejak dari sumbernya.

Menurutnya, perempuan tidak hanya berperan sebagai penjaga harmoni bumi, tetapi juga sebagai inspirasi dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Workshop ini menghadirkan dua narasumber yang dikenal aktif dalam gerakan lingkungan, yaitu I Gusti Ayu Dian Asri Utami dari Sadar Hub dan I Gede Mantrayasa dari Kembali Berdaya dan Bank Sampah KBA Tegeh Sari.

Keduanya membedah persoalan sampah dari hulu hingga hilir. Peserta diajak memahami bahwa persoalan sampah bukan hanya soal pembuangan, tetapi juga tentang pola pikir dan kebiasaan.

1th#ik-001.1/1/2026

Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa sampah yang tidak dikelola dengan baik ibarat penyakit dalam tubuh manusia. Dampaknya tidak langsung terasa, tetapi perlahan merusak hingga ke titik yang sulit diperbaiki.

Karena itu, langkah sederhana seperti memilah sampah dari rumah dan kantor menjadi kunci utama dalam mencegah kerusakan lingkungan yang lebih besar.

Peserta juga mendapatkan pemahaman mendalam mengenai prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle. Berbagai jenis sampah diperkenalkan secara detail, mulai dari plastik, botol, kaca, kaleng, kertas hingga kemasan multilayer yang selama ini sering dianggap tidak bernilai.

Padahal, jika dipilah dengan benar, sampah tersebut memiliki nilai ekonomi dan dapat didaur ulang menjadi produk yang bermanfaat.

Tidak hanya itu, sampah organik juga menjadi sorotan penting dalam workshop ini. Peserta diperkenalkan pada cara mengolah sampah organik menjadi kompos yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan urban farming di lingkungan rumah maupun kantor.

Pendekatan ini menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar mengurangi beban lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi dan kemandirian pangan skala kecil.

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa gerakan lingkungan tidak harus selalu datang dari kebijakan besar. Perubahan justru bisa dimulai dari individu, dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.

Perempuan Astra, dalam konteks ini, mengambil peran sebagai katalisator perubahan. Mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga sebagai penggerak nilai dan budaya baru di lingkungan kerja maupun masyarakat.

1th#ik-006.16/02/2025

Di tengah meningkatnya tekanan terhadap lingkungan akibat konsumsi dan limbah yang tidak terkendali, langkah seperti ini menjadi sangat relevan. Edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata menjadi tiga pilar penting dalam membangun kesadaran kolektif.

Grup Astra Bali melalui inisiatif ini menunjukkan bahwa tanggung jawab sosial perusahaan tidak berhenti pada program formal, tetapi harus menyentuh perubahan perilaku.

Kegiatan ini juga memperkuat pesan bahwa perempuan memiliki kekuatan strategis dalam membentuk masa depan yang lebih berkelanjutan. Dari rumah, kantor, hingga komunitas, perempuan mampu menjadi agen perubahan yang konsisten dan berdampak luas.

Semangat Hari Kartini dan Hari Bumi pun tidak berhenti sebagai simbol. Ia diterjemahkan menjadi aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan sehari hari. uni/ama

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular

spot_img
spot_img
spot_img