Made Urip Turun Gunung, Buka Bimtek Penerapan Standar Instrumen Pertanian

Tabanan PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun gunung menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) di sektor pertanian. Kali ini, Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab dipanggil M-U itu, membuka Bimtek Penerapan Standar Instrumen Pertanian yang bekerja sama dengan Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BSIP) Provinsi Bali di Kantor Desa Gubug, Tabanan, pada Sabtu (11/11/2023). Kunjungan kerja Ketua DPP PDI Perjuangan membidangi Pertanian, Lingkungan Hidup dan Kehutanan tersebut, disambut oleh Dr.Drh. I Made Rai Yasa, MP., selaku Kepala BSIP Provinsi Bali bersama bakal Caleg DPRD Bali nomor urut 3 Dapil Tabanan dari PDI Perjuangan, Ni Made Usmantari alias M-U.
[democracy id=”3″]
Kegiatan Bimtek juga dihadiri Camat Tabanan, I Gede Ketut Suyana Putra, bersama Kepala Desa Gubug, Ir. I Nengah Mawan, beserta para penyuluh dan PUTP Desa Gubug. Salah satu peserta Bimtek, I Made Merta Suteja mengucapkan terima kasih kepada Made Urip yang telah memberikan Bimtek yang bekerja sama dengan BSIP Bali. Dikatakan berkat Anggota DPR RI terpilih 5 periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ranking ke-7 nasional ini, seluruh anggota Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) di Tabanan bisa membantu meningkatkan hasil pertanian agar semakin maju, mandiri dan modern. “Berkat pak Made Urip para petani di Tabanan bisa semakin maju dan berkembang untuk meningkatkan hasil pertanian selama ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Made Rai Yasa juga ikut mengucapkan terima masih atas semua perjuangan Made Urip di sektor pertanian selama ini yang selalu bekerja sama dengan BSIP Bali. Dikatakan Made Urip terus bekerja keras mendukung semua program dan kegiatan pertanian di Bali. Seperti populasi sekitar 500 ribu Sapi Bali yang bisa dipertahankan terutama di Jembrana, Buleleng dan Karangasem, termasuk di Tabanan yang bisa terus didongkrak ke depan. “Di Tabanan baru bisa 19 ekor Sapi Bali per kilometer persegi. Ke depan perlu terus dikembangkan, termasuk pasar kambing yang menjadi PR (pekerjaan rumah, red) yang minus 17 ribu ekor ke depan,” bebernya.
Disebutkan Made Urip terus menggenjot bantuan bibit Sapi Bali, termasuk kambing dan ayam, terutama semua potensi peternakan dikembangkan di Bali, seperti pengembangan ayam KUB. Sementara itu, sektor perkebunan di antaranya kopi terus berkembang, karena kebutuhan terus meningkat hingga pasar ekspor yang masih sangat luar biasa. Sayangnya luas lahan penanaman kopi terus menurun, meskipun berkat perjuangan bantuan dan program Made Urip trend produktifitas kopi di Bali kembali normal. Hal yang sama untuk produktifitas kakau atau coklat juga mulai menanjak naik berkat berbagai terobosan dan inovasi melalui Bimtek yang terus digencarkan oleh Made Urip.

Disebutkan Badung sebagai sentra vanili di Bali ternyata belum ada yang tersertifikasi, sehingga sekarang mendatangkan bibit yang distandarkan. Di samping itu, bibit manggis seperti Manggis Lingsar juga disebar ke seluruh Bali agar bisa memenuhi pasar ekspor. Potensi pasar kentang juga lumayan tinggi produksinya sekitar 208 ton per 12 hektar. “Masih banyak potensi yang dikembangkan, termasuk pasar krisan,” paparnya. Dikatakan terkait penurunan luas lahan sawah di Bali sejak 1971 hingga 2019 tersisa hanya 70.996 hektar, sehingga produktifitas padi relatif stagnan, termasuk jagung dan kedelai. “Karena alam kita rusak sehingga perlu berpikir membaiki ekosistem ke depan,” ucapnya.
Di sisi lain, Kadis Pertanian Tabanan, I Made Subagia, S.Pi., MM., menyampaikan ucapan terima kasih kepada Made Urip kembali menggelar kegiatan Bimtek di Tabanan yang sesuai dengan kebijakan sektor pertanian di Tabanan. Pihaknya sangat bersyukur karena jika tidak ada Made Urip, maka tidak mungkin akan ada diberikan bantuan maupun program pertanian dan kegiatan Bimtek di Tabanan. Oleh karena itu, pihaknya tidak akan pernah patah semangat mengembangkan pertanian dari hulu ke hilir, agar semakin meningkat. “Jika tidak mana mungkin kita bisa mempertahankan julukan sebagai lumbung pangannya Bali,” katanya, seperti bantuan bibit bawang yang telah ditanam di Desa Gubug sudah bisa dipanen sebagai kegiatan riil yang dilakukan bersama Made Urip.

Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali yang diwakili Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. Nyoman Suastika, M.Si., mengakui kegiatan Bimtek yang disponsori penuh oleh Made Urip sangat berkomitmen selalu membantu menyelesaikan masalah pertanian. Di antaranya ancaman akibat tingginya alih fungsi lahan yang berimbas menurunnya produktifitas pertanian terutama di Tabanan. Karena itulah, Made Urip selalu berkomitmen agar sektor pertanian dalam arti luas bisa terus berkembang di seluruh kabupaten/kota di Bali. “Beliau selalu mengawal bagaimana kita bersinergi, seperti pengembangan perluasan areal tanam padi. Apalagi semua negara saat ini mengadapi ancaman krissis pangan. Karena ini masalah urusan perut, maka kita harus terus bersinergi, seperti melalui Bimtek untuk melaksanakan kegiatan pertanian,” ungkapnya.
Dalam sambutannya, Made Urip menegaskan kegiatan Bimtek yang menggandeng BSIP Provinsi Bali ini, diikuti oleh selurun KTNA di Tabanan untuk menambah kapasitas dan pengetahuan teknis di lapangan. Seperti terkait penurunan produktifitas Sapi Bali dan kambing yang saat ini bisa terus ditingkatkan bersama BSIP Provinsi Bali melalui bantuan bibit berkualitas unggul. Karena itu ke depan akan terus dilakukan terobosan dan inovasi baru, sekaligus optimalisasi di sektor pertanian untuk mengejar swasembada beras dalam menghadapi dampak perubahan iklim. Salah satunya melalui Bimtek bersama BSIP Provinsi Bali, sehingga produktifitas pertanian terus meningkat, meskipun menghadapi berbagai persoalan serius terutama alih fungsi lahan kelas 1 yang telah berubah beton.

Selain itu, dampak pandemi Covid-19 juga telah memberikan pelajaran berharga, karena tidak bisa bergantung hanya di sektor pariwisata saja, sehingga harus kembali ke sektor pertanian. Karena itulah, ia berharap agar warisan subak di Bali, baik subak abian dan subak basah bisa terus dijaga dan dilestarikan dengan baik. “Saya juga berharap agar Bimtek ini bisa diikuti dengan baik untuk menambah wawasan dan pengetahuan teknis di lapangan,” pungkasnya, seraya menyerahkan bantuan benih padi secara simbolis kepada perwakilan KTNA sebagai penerima bantuan. ama/ksm









