Jembrana, PancarPOS | Di tengah pandemi Covid-19, Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., kembali turun langsung menggelontorkan bantuan aspirasi pertanian senilai total Rp1,86 miliar di Kabupaten Jembrana. Sebelum menyerahkan secara simbolis bantuan tersebut, Wakil Rakyat Sejuta Traktor itu, juga sempat membuka secara resmi Pelatihan Bimtek Peningkatan Kapasitas Petani Kabupaten Jembrana di Gedung Kesenian Ir. Soekarno, Jembrana, Jumat (25/6/2021). Pelatihan yang digelar oleh Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM Pertanian Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan dengan protokol kesehatan yang sangat ketat dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Ketindan, Ir. Sumardi Noor, M.Si., Pengurus Komunikasi Nasional Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya Hadiman Marjuki, Anggota DPRD Jembrana dari Fraksi PDI Perjuangan I Ketut Swastika, S.Sos., MH., dan Praktisi Budidaya Vanili dan Porang Aliem dan Wayan Rinaya.

Pada kesempatan itu, Ketut Swastika alias Cohok yang juga Ketua Komisi II DPRD Jembrana menyambut Made Urip yang telah datang jauh-jauh ke Jembrana untuk memberikan Bimtek sekaligus bantuan aspirasi bagi para petani. “Terimakasih sebesar-besarnya kepada Pak Made Urip yang begitu banyak membantu alat-alat pertanian, bantuan peternakan termasuk bantuan bibit produktif. Apalagi ABPD Jembrana sangat kecil, namun Pak Urip terus memberikan bantuan di bidang pertanian sudah sejak dulu dan sangat banyak kepada petani di Jembrana,” katanya termasuk Bimtek ini, karena petani juga butuh peningkatan kapasitas, sehingga diharapkan agar seluruh petani dapat mengikuti Bimtek dengan baik dan serius, karena hanya sektor pertanian yang bisa menopang ekonomi dan kehidupan masyarakat selama pandemi Covid-19. Di sisi lain, Kepala BBPP Ketindan Sumardi Noor mengakui sengaja mengangkat materi pengembangan budidaya vanili, tumpang sari, jahe dan porang, sehingga setelah mengikuti Bimtek bisa diaplikasikan oleh petani di Jembrana yang dilaksanakan selama dua hari dengan dua angkatan masing-masing 30 peserta.

Apalagi di bulan Juni ini sebagai bulan penuh membawa berkah, karena bertepatan Hari Krida Pertanian ke-49, agar bisa mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, profesional, kreatif dan modern sehingga butuh SDM yang handal. Apalagi Kabupaten Jembrana bisa berkembang sebagai sentra pertanian baik regional maupun nasional. “Bimtek agar bisa diaplikasikan dan para petani juga perlu dibimbing sehingga pertanian di Jembrana bisa makin maju, mandiri dan modern. Apalagi Pak Made Urip selalu memberikan support dan dukungan untuk perkembangan pertanian dan mudah-mudah agar dukungan dan bantuannya bisa terus meningkat,” paparnya, seraya menyebutkan Bimtek ini berkat MoU Komisi IV DPR RI dengan Departemen Pertanian untuk meningkatkan kapasitas petani dan penyuluh di Dapil Made Urip yang telah dilaksanakan di Karangasem, Tabanan, Badung, Gianyar dan Buleleng hingga berakhir di Bangli pada Kamis dan Jumat (15-16/2021). Sementara itu, Made Urip mengakui pelatihan Bimtek ini sebagai terobosan baru dari Komisi IV DPR RI, karena melihat kondisi pertanian saat ini. Bimtek ini untuk meningkatkan kapasitas SDM khususnya para petani secara terus menerus setiap tahun untuk semua komoditas pertanian, ternasuk pengolahan pupuk organik.

Karena dikatakan sekarang hampir semua petani sudah lansia, sehingga generasi milenial harus dirangsang terjun ke sektor pertanian. Apalagi di Bali yang hampir 70 persen bergantung di sektor pariwisata, sehingga selama pandemi menyebabkan perekonimian sudah berkontraksi hampir minus 9 persen. “Untung ada bantuan program pertanian, dan Bali masih memiliki sumber kekuatan berupa subak basah dan abian. Seperti di Jembrana potensinya sangat luar biasa terutama perkebunan seperti coklat, vanili maupun porang yang segera dipanen. Karena itu Bimtek ini jangan disia-siakan karena akan mendapat ilmu di sektor pertanian yang akan berguna selama pandemi,” kata Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, sembari menjelaskan meskipun PAD di sektor parwisata relatif kecil, namun sektor pertaniannya sangat luar biasa, sehingga akan terus menerus membantu para petani di Jembrana nantinya. “Saya hampir 5 periode atau selama 25 tahun di DPR akan terus mengurus sektor pertanian ini,” tegas M-U sapaan akrab Anggota DPR RI yang terpilih lima periode dengan 255.130 suara terbanyak di Dapil Bali dan ketujuh nasional tersebut.

“Akan banyak bantuan yang bisa diakses, tapi yang penting para petani atau para generasi milenial ini mau terjun nanti di sektor pertanian. Saya akan terus membantu mengembangan sektor pertanian di Jembrana, karena meskipun asal dari Tabanan, namun saya harus mengurus petani di seluruh Bali karena Dapil atau daerah pemilihan dari Bali,” imbuh Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan aspirasi senilai total Rp1,86 miliar, berupa 2 unit traktor roda 4 senilai total Rp800 juta, 5 unit traktor roda 2 senilai total Rp175 juta, 5 unit pompa air senilai Rp110 juta, 2 UPPO senilai total Rp400 juta, 3 kelompok P2L Rp150 juta, 3 kelompok Bang Pesona Rp150 juta dan 20 ekor kambing senilai Rp75 juta. Sebagai penerima bantuan, Ketua Kelompok Sri Merta Asih Made Setiana bersama Anggota Subak Cipta Pala Brangbang I Putu Agus Sumi Antara merasa sangat bangga atas perhatian dan sepak terjang Made Urip yang turun langsung membantu petani, khususnya di Jembrana. Bahkan, mereka secara khusus berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Made Urip, karena telah mewujudkan harapan dan aspirasi para petani di Jembrana.

“Kami menyampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada Bapak Made Urip yang selalu konsen membantu petani Jembrana. Kami sudah merasakan sangat banyak bantuan yang telah diperjuangkan. Bantuan ini akan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan secara berkesimbungan sebagai penopang ekonomi agar menjadi petani yang sejahtera,” tandasnya. Usai menyerahkan dan meninjau langsung bantuan aspirasi pertanian tersebut, Made Urip juga ikut Panen Perdana Porang Organik Menuju Pasar Ekpor Kelompok Tani Damuh Merta di Desa Ekasari, Kecamatan Melaya, Jembrana. ama/ksm






