Politik dan Sosial Budaya

Peringati Bulan Bung Karno, BBHAR PDI Perjuangan Tantang Generasi Muda Hukum Adu Gagasan Lewat Lomba Esai Nasional


Denpasar, PancarPOS | Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno 2026, DPP Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan menggelar Lomba Esai Nasional bertema “Relevansi Indonesia Menggugat”. Kompetisi ini ditujukan bagi mahasiswa dan lulusan fakultas hukum dari seluruh Indonesia sebagai ruang intelektual untuk menghidupkan kembali semangat pemikiran, keberanian, dan perjuangan Bung Karno di tengah tantangan kebangsaan masa kini.

Melalui ajang tersebut, BBHAR PDI Perjuangan mengajak generasi muda hukum untuk mengkaji kembali pidato monumental Indonesia Menggugat yang disampaikan Bung Karno pada tahun 1930. Pidato yang menjadi salah satu karya intelektual terpenting dalam sejarah perjuangan bangsa itu dinilai masih relevan sebagai inspirasi dalam menghadapi berbagai persoalan hukum, demokrasi, keadilan sosial, hingga tantangan geopolitik kontemporer.

Dalam siaran pers yang diterima PancarPOS, Jumat (5/6/2026), disebutkan bahwa Indonesia Menggugat bukan sekadar dokumen sejarah perjuangan bangsa, melainkan sumber inspirasi yang tetap relevan dalam menjawab berbagai persoalan kebangsaan saat ini. Semangat keberanian intelektual, keberpihakan kepada rakyat, dan perlawanan terhadap ketidakadilan yang terkandung dalam pidato tersebut dinilai masih memiliki arti penting bagi Indonesia modern.

BBHAR PDI Perjuangan berharap lomba ini menjadi ruang terbuka bagi generasi muda hukum untuk menyumbangkan gagasan kritis, progresif, dan solutif bagi masa depan Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat berpikir kritis, keberanian intelektual, dan idealisme perjuangan Bung Karno dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai bentuk komitmen mencetak kader-kader hukum yang profesional dan berpihak kepada rakyat, DPP BBHAR PDI Perjuangan menyediakan hadiah utama berupa tiga beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Para pemenang juga akan memperoleh kesempatan mengikuti proses pelantikan advokat sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BBHAR Pusat PDI Perjuangan, Dr. I Wayan Sudirta, SH, MH, menyatakan bahwa lomba tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan karya tulis berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi baru pejuang hukum Indonesia yang memiliki integritas, keberanian moral, serta komitmen kuat terhadap keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan Bung Karno.

“Kami berharap lomba ini tidak hanya menghasilkan karya tulis yang berkualitas, tetapi juga melahirkan generasi baru pejuang hukum Indonesia yang memiliki integritas, keberanian moral, dan komitmen terhadap keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan Bung Karno,” ujarnya.

Adapun persyaratan peserta meliputi mahasiswa dan lulusan fakultas hukum, berusia maksimal 30 tahun, bersifat individu, serta setiap peserta hanya diperbolehkan mengirimkan satu karya esai.

Naskah yang dilombakan harus merupakan karya asli peserta, bukan hasil penggunaan Artificial Intelligence (AI), bukan saduran atau terjemahan, belum pernah dipublikasikan maupun diikutsertakan dalam lomba lain, bebas plagiarisme, relevan dengan tema “Relevansi Indonesia Menggugat”, serta ditulis dalam Bahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai PUEBI dan KBBI.

Panitia menetapkan format penulisan menggunakan kertas A4, margin kiri 4 sentimeter, kanan 3 sentimeter, atas 3 sentimeter, bawah 3 sentimeter, font Times New Roman ukuran 12 poin dengan spasi 1,5. Panjang naskah berkisar 1.500 hingga 2.000 kata di luar daftar pustaka, dengan sistematika penulisan terdiri atas judul, pendahuluan, isi atau pembahasan, serta penutup atau kesimpulan.

Melalui lomba esai nasional ini, BBHAR PDI Perjuangan berharap semangat Indonesia Menggugat tidak hanya menjadi warisan sejarah, tetapi juga menjadi energi intelektual yang terus hidup dan berkembang di kalangan generasi muda hukum Indonesia dalam memperjuangkan keadilan, demokrasi, dan keberpihakan kepada rakyat. ama/ksm


Back to top button