Politik dan Sosial Budaya

Made Urip Bagikan 10 Program P2L Senilai Rp500 Juta, Tak Ada Lagi Pekarangan “Ngangur”


Gianyar, PancarPOS | Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Drs. I Made Urip, M.Si., setelah secara maraton bersama sejumlah Kelompok Wanita Tani (KWT) di Tabanan, kini kegiatan memanen, sekaligus menanam bibit sayuran dilakukan di lahan pekarangan milik KWT Giri Lestari, Banjar Alas Pujung, Desa Taro, Tegallalang, Gianyar, Senin (23/8/2021). Pada kesematan itu, Ketua DPP PDI Perjuangan tiga periode yang kali ini membidangi Pertanian, Kehutanan dan Lingkungan Hidup itu, juga membagikan secara simbolis bantuan 10 unit program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) senilai Rp500 juta, termasuk penyerahan bantuan Sembako, berupa beras premium dan sayuran. Penyerahan bantuan Wakil Rakyat Sejuta Traktor yang akrab disapa M-U ini, bersama Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gianyar, Ny Ida Ayu Dina Dewi Agung Mayun yang juga Ibu Wakil Bupati Gianyar, didampingi Anggota DPRD Bali dan Gianyar dari Fraksi PDI Perjuangan, I Made Rai Warsa, S.Sos, I Nyoman Kandel, SH., dan I Nyoman Ondo Wirawan, SH., serta Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Gianyar, IGA Dewi Hariani, M.Si., disaksikan Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Taro, Perbekel Desa Taro, Prajuru Adat Alas Pujung, beserta para ibu pengurus dan anggota KWT penerima bantuan. Usai menyerahkan bantuan dan bertatap muka, Made Urip mengajak para ibu KWT memanen terong ungu dan pokcoy yang diakhir dengan menanam bibit sawi putih.

1bl#ik-16/8/2021

Pada kesempatan itu, Ketua KWT Giri Lestari, Ni Wayan Sekarini mengungkapkan juga ada bibit dan tanamam sayuran lainnya, di diantaranya bayam, dan cabe yang dikembangkan berkat perhatian dan bantuan Made Urip. Ia menyampaikan bantuan P2L ini sangat bermanfaat, sehingga secara langsung bertermakasih kepada Made Urip dan jajaran PDI Perjuangan, karena dari dulu belum bisa berkembang untuk membuat bibit, namun sekarang sudah bisa memetik hasilnya, bahkan sudah bisa memasarkan. “Sekarang tidak ada pekarangan yang ngagur dan ibu-ibu bisa mendapat pekerjaan. Karena itu kami berterima kasih kepada Pak Urip dan kembali meminta perhatian dan dukungan untuk perkembangan KWT kami,” bebernya. Sementara itu, Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka mengakui Made Urip dikenal selalu setia dan konsisten terus turun dan hadir langsung menemui para kelompok petani. Terbukti dari kedatangan Made Urip bisa membawa perubahan di sektor pertanian melalui beraneka macam bantuan yang diberikan, seperti bantuan Rp500 juta untuk para KWT. “Selama pandemi Covid-19 Pak Made Urip tetap memberikan sumbangan, termasuk bantuan Sembako dan program lainnya yang menyentuh langsung di sektor pertanian. “Terimasih kepada Pak Urip dan selamat untuk kelompok tani ini, mudah-mudahan bisa membangun Desa Taro terutama untuk penguatan pangan. KWT inilah yang bisa membantu para warga desa dapat bibit sayuran yang didistribusikan untuk KK miskin di Desa Taro, sekaligus memenuhi kebutuhan dapur sesuai program Hatinya PKK ibu gubernur. Dan desa ini bisa maju, juga berkat bimbingan Pak Rai Warsa, Pak Kandel dan Pak Ondo,” tandasnya.

1bl#ik-13/8/2021

Ditambahkan, Kadis Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Gianyar, IGA Dewi Hariani menyampaikan kembali ucapan selamat datang kepada Made Urip, karena setiap tahun diberikan bantuan, sehingga sektor pertanian di Gianyar bisa tetap maju dan berkembang untuk menjaga ketahanan pangan. “Seperti bantuan P2L ini sebagai aspirasi program dari Pak Made Urip sangat cocok, karena meningkatan pendapatan sekaligus menambah konsumsi untuk ketahanan pangan keluarga,” jelasnya. Di sisi lain, Made Urip menegaskan Kabupaten Gianyar diserahkan bantuan 10 unit program P2L yang diperjuangan pada tahun 2021. Saat ini, pihaknya sudah melakukan monitoring dan evaluasi di sejumlah KWT di Tabanan yang sudah dua kali panen, sehingga sangat berbahagia bisa kembali bertemu untuk panen dan menanam bersama KWT di Gianyar. Anggota Badan Kerjasama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI ini, menjelaskan penyusunan APBN saat ini kembali mengalami refokusing untuk penanganan Covid-19 di semua kementerian dan lembaga, sehingga mengalami penyusutan luar biasa akibat menurunnya pendapatan negara. Termasuk di Bali, karena 70 persen bergantung di sektor pariwisata, sehingga ekonomi Bali sudah jatuh di titik nadir yang paling dalam dibandingkan dengan musibah bom sebelumnya. “Sekarang pertumbuhan ekonomi Bali sempat minus 9 persen, karena tingkat hunian hotel dan restoran hampir zero atau nol persen pendapatannya,” tegas Anggota DPR RI terpilih lima periode dengan 255.130 suara tertinggi Dapil Bali dan peringkat ketujuh nasional itu, seraya berharap protokol kesehatan (Prokes) harus dilakukan secara konsisten dengan mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker dan terus menjaga imun tubuh. Meskipun warga Desa Taro sebagai basis daerah pertanian tidak banyak terpengaruh akibat pandemi, namun nasibnya akan berbeda dibandingkan dengan masyarakat perkotaan akan sangat terpukul akibat dampak Covid-19.

1bl#ik-17/8/2021

“Karena itu, saya bersama teman-teman akan berjuang untuk memperkuat sektor pertanian di Gianyar. Jadi akan terus bekerjasama dengan teman fraksi, seperti dengan Pak Rai Warsa, Pak Kandel dan Pak Ondo. Jika ada kelompok yang ingin dapat P2L silahkan, apakagi Desa Taro mewakili lomba sehingga harus menjaga aset subak sebagai kultur dan budaya pertanian,” papar politisi senior asal Desa Tua, Kecamatan Marga, Tabanan ini, sembari berharap bantuan P2L bisa terus berkembang dengan memanfaatkan pekarangan atau lahan tidur untuk ditanam sayur-sayuran, agar minimal bisa memperkuat ketahanan pangan rumah tangga. “Sangat luar biasa, jika lahan pekarangan bisa digunakan untuk menanam sayuran. Nanti tahun 2022 akan saya perjuangkan lagi, karena kita tidak bisa hanya bergantung di sektor pariwisata saja di Bali. Jadi mudah-mudahan bantuan P2L berjalan dengan baik dan berimbas dengan kelompok tani lainnya. Saya akan selalu membantu Desa Taro sebagai desa teladan dan percontohan. Jadi kelola bantuan Rp50 juta itu dengan baik dan dipertanggungjawabkan. Jangan jadi kelompok SGM (saru geremeng, red) atau BLT “bantuan langsung telah”. Itu adalah pola lama dan jangan seperti itu,” pungkas M-U. ama/ksm


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button